SIM Pengubah Umat

Sobat muda yang dirahmati Allah,

Kebobrokan dan kerusakan muda mudi Islam masa kini terjadi karena kurangnya kurangnya perhatian dan kepedulian sesepuh-sesepuh mereka. Sehingga mereka (remaja Islam) menciptakan dan melakukan bermacam-macam keburukan moral dan sosial. Apalagi tatkala mereka menduduki masa-masa pubertas, mereka selalu mencari jati diri dengan mengikuti apa-apa yang terlihat gaul, ngetrend, plus funky. Padahal tanpa kita sadari didalamnya terdapat misi dan makar musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam yang kaffah (utuh).

Agar remaja kita menjadi penerus yang banyak didominasi umat dengan adab dan moral yang cukup memuaskan, maka perlu kepedulian kita terhadap mereka dengan memberikan sifat dan moral yang baik dan yang diajarkan oleh guru besar Nabi Muhammad SAW sebagai qudwah (panutan) kita di dunia ini.

Hisup di dunia bagaikan perjalanan yang membutuhkan peraturan layaknya orang berkendaraan di jalan raya. Kita akan terkena tilang andaikan saja tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi yang disebut SIM. Begitu pula dengan ‘berkendaraan’ di dunia. Kita membutuhkan ‘surat’ yang sama agar selamat sampai tujuan. SIM yang dimaksud disini adalah tiga buah sifat yang berguna untuk membenahi umat dari kebobrokan moral para remaja zaman sekarang.

Ini nich penjelasan lebih detailnya,

Sabar : sebagai seorang muslim dan muslimah (khususnya remaja) yang tulen dan taat pada Allah SWT, harus mempunyai pegangan agar tidak terpukul mundur karena serangan musuh. Kita harus dapat bersabar (menahan) diri dari perbuatan maksiat pada Allah, antara lain : tangan dari mencuri, kaki dari berjalan menuju maksiat, mulut dari keluh kesah yang tak berguna, mata dari pandangan yang haram, dan perbuatan-perbuatan lainnya. Sebagai hamba Allah yang dhoif dan berlumuran dosa (kita harus menguki yang satu ini) pasti menginginkan kemuliaan di sisi Robb-Nya. Sedangkan seorang yang mulia di sisi-Nya adalah seorang yang mampu menahan diri dari perbuatan maksiat pada Rabb-Nya.

Istiqomah : Di dalam kedudukan Islam, istiqomah menduduki tingkatan yang tidak kalah penting di bawah iman. Istiqomah terbagi menjadi bagian yang bertentangan, yaitu, pertama istiqomatudien, bersungguh-sungguh dalam memegang teguh agama Allah SWT. Kedua, istiqomatulmaksiatullah, bersungguh-sungguh dalam bermaksiat pada Allah SWT. Maka dia akan selalu berjalan di muka bumi ini dengan jalan yang salah dan selalu melenceng jauh dari ridho-Nya.

Mujahadah : Seseorang yang mengaku sebagai generasi penerus/penegak (syari’at Islam) haruslah bermujahadah (bersungguh-sungguh) dalam membela agama Allah dan kalimat tauhid di kalangan masyarakat luas. Setiap muslim harus bersungguh-sungguh dalam memperbaiki kebobrokan moral remaja kita agar tidak terjerumus dalam lubang kehinaan.

Sobat muda, tentunya tiga hal tersebut tidaklah mudah bagi kita untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari dan memang ghazwul fikri (perang pemikiran) yang diperkenankan oleh musuh-musuh kita telah begitu merasuk dalam kehidupan para remaja kita dan merusak pola pikir dan pandangan remaja kita dalam memahami kehidupan ini.

Mari kita semuanya berbenah diri, menata kembali manajemen qolbu diri kita sebagaimana ungkapan yang sering kita dengar dari seorang ulama kita : 3M : Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal-hal yang kecil, dan mulailah saat ini juga. (Abdullah Gymnastyar).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: