Sebuah Renungan

Mari kita perhatikan perilaku binatang dan tumbuhan. Bagaimana lebah menciptakan sarangnya dengan arsitektur yang indah, semut-semut yang bekerja tekun dan kompak. serta berkelompok-kelompok dengan manajemen yang sangat rapi.

Coba kita perhatikan, seperti apakah sarang semut itu? Mereka membuat sarang yang terdiri dari ruangan-ruangan yang berfungsi sebagai gudang tempat menyimpan makanan, ruang untuk menyimpan larva, ruang makan ratu, semut yang dilayani oleh semut pekerja dan tempat bertelur.

Kemudian telur semut itu dibawa oleh semut pekerja ke ruangan khusus penyimpanan telur. Ruang semut jantan dan ruang semut betina terpisah, sementara kepompong yang sudah menjadi semut sempurna diletakkan pada ruangan tersendiri dan ada semut yang bertugas merobek kepompong untuk mengeluarkan semut-semut yang masih bayi. Kita lihat di ruangan yang lain, semut ini memelihara kepompong. Mereka merawatnya dan memberinya makanan layaknya bayinya sendiri. Mereka mengharapkan kelak anak angkatnya ini mampu membalas jasa baiknya.

Mari kita tinggalkan rumah semut yang damai dan sejahtera, menuju istana rayap yang penuh keajaiban. Sebuah gundukan tanah sarang rayap, yang kelihatannya sepele ternyata menyimpan sebuah kecerdasan yang mengalir pada diri para penghuninya. Bagaimana tidak, saat suhu udara di luar bergerak antara 1,67°C (pada malam hari) hingga 40°C (pada siang hari), suhu di dalam sarang tetap stabil, kira-kira hanya 30,55°C, ternyata ada sebuah lubang angin di bawah gundukan sehingga udara yang hangat di siang hari mengalir ke seluruh ruang, sementara ruang-ruang itu telah basah oleh lumpur yang dibawa rayap dari genangan di bawah tanah, sehingga kelembaban udara di dalam sarang tetap terjaga. Tak heran jika jamur yang dibutuhkan rayap sebagai makanan tumbuh subur di sini.

Kehebatan ini yang membuat arsitek di Zimbabwe berguru pada rayap. Mereka ingin membuat rumah yang dingin seperti rumah rayap, belajar dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh rayap.

Kita perhatikan dengan cermat, makhluk yang tidak memiliki akal dan tidak mampu berpikiran, makhluk yang tiada daya, namun siapa sangka mereka mampu melakukan hal-hal yang sangat luar biasa. Sampai manusia pun kadang tidaks sadar bahwa mereka telah berguru pada makhluk itu.

Siapakah yang mampu membekali makhluk itu untuk bersiasat, pengertian dan memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa dan maha dahsyat? Tentunya Allah SWT yang telah mengaruniai sebuah kemampuan tersebut kepada makhluknya.

Kalau kita mau memperhatikan di sekeliling kita, banyak hal yang menakjubkan dan mengagumkan. Semua itu tidak lain adalah merupakan tanda-tanda kebesaran Allah.

2 Tanggapan to “Sebuah Renungan”

  1. wow…
    prok prok prok (standing applause)
    selamat de, tulisanmu lebih layak dijadikan referensi daripada tulisanku
    pertamaaaaaaaax
    salam sayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: