Kemuliaan Rasa Cinta

Sobat muda muslim, perlu dicatet kalo
Islam melarang pacaran bukan berarti
memasung rasa cinta kepada lawan jenis.
Justeru Islam memuliakan rasa cinta itu
jika penyalurannya tepat pada sasaran.
Sebab Allah menciptakan rasa itu pada
diri manusia dalam rangka melestarikan
jenisnya dengan kejelasan nasab alias
garis keturunan. Karena itu hanya satu
penyaluran yang diridhoi Allah,
dicontohkan Rasulullah, dan pastinya
tepat pada sasaran. Yaitu melalui
pernikahan. Rasulullah saw bersabda:
“Wahai sekalian pemuda, barang siapa
yang sudah mempunyai bekal untuk
menikah, menikahlah. Karena sesungguhnya
pernikahan itu dapat memejamkan mata dan
memelihara kemaluan. Dan barang siapa
yang belum mempunyai bekal untuk
menikah, berpuasalah, karena puasa itu
sebagai benteng baginya.” (HR Bukhari
dan Muslim)

Untuk mengendalikan rasa cinta pada diri
manusia, Islam juga punya aturan maen
yang meminimalisasi fakto-faktor
pembangkit rasa itu. Secara umum,
interaksi antara pria dan wanita dalam
Islam hanya diperbolehkan dalam
aktivitas yang mengharuskan kerjasama di
antara mereka. Seperti ketika jual beli
di pasar, berobat ke dokter, belajar di
sekolah atau kampus, bekerja di kantor,
dsb. Dengan catatan, ketika aktivitas di
atas selesai, maka masing-masing kudu
kembali kepada habitatnya. Nggak pake
acara curi-curi kesempatan berduaan
sehabis sekolah bubar, mau pergi ke
pasar, atau pas berangkat kerja.

Kalo pas lagi ada keperluan mendesak
dengan lawan jenis, kita bisa ajak teman
biar nggak berduaan. Selain itu, kita
juga diwajibkan menjaga pandangan biar
nggak jelalatan ketika bertemu dengan
lawan jenis. Sebab jika pandangan kita
terkunci, sulit mengalihkannya. Seperti
kata A. Rafiq, � lirikan matamu�.
menarik hati� ‘ (dangdut terus neh! Tadi
Evi Tamala. Hihihi..)

Nggak ketinggalan, Islam juga mewajibkan
muslimahnya untuk menutup aurat secara
sempurna dan menjaga suaranya agar tidak
mendesah bin mendayu-dayu ketika
berkomunikasi dengan lawan jenisnya.
Sebab bisa memancing lawan jenis untuk
berinteraksi lebih jauh.Wah, di sinilah
perlu jaga-jaga ya.

Sobat muda muslim, selain dosa, ternyata
pacaran juga banyak ruginya. Makanya
kalo virus merah jambu mulai meradang di
hatimu, cuma ada satu solusi jitu: merit
binti menikah. Nggak papa kok masih muda
juga. Tapi kalo ngerasa belum mampu,
kamu bisa rajin-rajin berpuasa untuk
meredam gejolak nafsu. Dan tentunya
sambil terus belajar, mengasah
kemampuan, dan mengenali Islam lebih
dalam, jangan lupa perbanyak kegiatan
positif: ngaji dan olahraga, misalnya.
Moga kita sukses di dunia dan di akhirat
ya. Mau kan? Mau doooong! Siip.. dah!

5 Tanggapan to “Kemuliaan Rasa Cinta”

  1. hmmmm temenan ye kui yan
    la po yo gelem yan lek rong kenal dijak nikah iks

  2. hehehe….
    lha iki wes tak anggep siap, cuman durung enek sing di rabi

    wassalam😉

  3. joko`lodhang Says:

    liat realitanya dunk!
    tiap2 gender pada keukeuh, merasa bahwa mereka “lebih benar”, lebih “harus berprioritas” ,,… dan produk-produk “lebih” lainnya.
    well, don’t tell me that you have no consideration at all
    we “tend” to, say : “run for our life”
    nobody (i supposed it) will say “I will run for your life!!”

  4. semua itu benar….

  5. Rasa cinta memang Susah Di kendalikan…ya..mbk….di tahan,ya..malah nelongso…).D: .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: