Archive for the Motivation Category

Etika Pergaulan

Posted in Motivation on Mei 22, 2009 by riy4nti

Kutipan Sejumlah Kiat Untuk Memperbanyak Sahabat/Teman

Kalau menciptakan musuh, mudah sekali. Tapi di dalam pergaulan, kalau kita bisa membawa diri dengan baik, kita bisa memiliki banyak teman. Secara tidak sengaja sering terjadi kita tidak sadar telah melakukan sejumlah kesalahan di dalam tata cara pergaulan. Mulanya kecil-kecil saja, akhirnya bertumpuk. Akibatnya tidak satupun yang mau berteman atau bersahabat dengan kita, menyedihkan sekali.

Langkah-langkah yang harus kita pelajari antara lain :

  1. Kita tidak/jangan menyombongkan diri dengan lawan bicara dan membangga-banggakan keadaan kita sendiri atau keluarga. Lawan bicara akan muak dan bosan untuk mendengarkan.

  2. Tidak perlu menyodorkan diri untuk memberi nasihat pada orang lain. Kita harus tahu batasan antara menolong dan mencampuri urusan orang lain, jadi kita harus pandai-pandai membawa diri.

  3. Kalau kita diminta bantuan dan kalau sekiranya kita mampu, kita harus membantu dan melakukannya, tidak ada salahnya. Siapa tahu kita juga suatu ketika butuh pertolongan orang lain.

  4. Kita harus saling menghormati dalam berbicara dengan orang lain. Kita tidak boleh memborong pembicaraan, yang lawan bicara kita tidak diberi kesempatan untuk berbicara, jadi seolah-olah menguasai percakapan. Ingat, kita juga harus menjadi pendengar yang baik.

  5. Hindari sikap sok tahu/sok pintar misalnya dalam pembicaraan, kalau lawan bicara kita bicara dengan bahasa asing jangan kita segan-segan untuk bertanya, tidak perlu dikatakan bodoh.

  6. Jangan suka kita berbohong. Sekali berbohong, selamanya teman tidak akan mempercayai lagi.

  7. Kalau mendapat undangan, sebaiknya kita datang. Kita tidak usah mengadakan perhitungan. Ciptakan rasa memberi dan menerima. Sehingga hubungan saling erat terjalin.

  8. Menutup rahasia. Kalau kita terlalu membuka rahasia, kita tidak dipercaya lagi.

  9. Pandai-pandai menempatkan diri, kita melihat situasi dan kondisi, dengan siapa kita bincang-bincang. Jaga sopan santun. Bila kita berhadapan dengan orang lain yang jauh lebih tua, bersikaplah hormat.

  10. Bersikaplah ramah dan rendah hati, lain dengan rendah diri. Jangan bersikap sombong, angkuh, mau menang sendiri. Hindari perkataan yang menyinggung perasaan yang menimbulkan sakit hati. Kita tidak ingin disakiti bukan?

  11. Jangan lupa menyunggingkan senyum, karena senyum sebagian dari ibadah.

Iklan

Niat Sebagai Kontrol Nilai Ibadah

Posted in Buletin Al-Hidayah, Motivation on April 23, 2009 by riy4nti

Niat menurut pengertian fiqh, menyengaja melakukan perbuatan dengan penuh kesadaran, misalnya ketika saya mengatakan kemu tampan, kamu hebat, dan kamu pintar, sekilas perbuatan ini akan tampak sama dengan ucapan yang sama dengan ucapan orang lain. Akan tetapi kalau kita perhatikan, kemungkinan sangat berbeda dengan nilai etis yang muncul dari dalam dirinya. Apakah seseorang mengatakan itu berasal dari hatinya atau hanya berpura-pura, atau hanya iseng mengatakan seperti itu, karena tidak enak kalau tidak memuji dia. Sebagian lainnya mungkin memang mengucapkan itu dengan kesadarannya bahwa ia memang tampan, ganteng, simpatik, hebat dan pintar, sehingga keluar dari mulut bersamaan dengan getaran hatinya yang bisa dirasakan oleh yang dipuji, pujian itu begitu murni dalam jiwa dan inilah yang dimaksud dengan niat yang sebenarnya. Rasulullah menegaskan dalam sebuah hadits mutawatir sebagai berikut : “Sesungguhnya segala perbuatan itu disertai dengan niat. Dan seseorang diganjar sesuai dengan niatnya.” (HR. BUkhori Muslim).

Perbuatan ditinjau dari suasana batin subjeknya ada dua, yaitu :

  • Perbuatan oleh diri sendiri

Yaitu tindakan yang dilakukan oleh diri sendiri dalam situasi bebas. Perbuatan oleh diri sendiri ini ada dua :

  1. Perbuatan sadar, yang dimaksudkan adalah tindakan yang benar-benar dilakukan dan dikehendaki oleh pelakunya sendiri, tindakan ini telah dipilihnya berdasarkan pada kemauan sendiri, yaitu kemauan bebasnya. Dan perbuatan ini merupakan tindakan yang dilakukan tanpa tekanan atau ancaman.
  2. Perbuatan tidak sadar, yang dimaksudkan adalah tindakan yang terjadi begitu saja di luar kontrol sukmanya, tanpa tekanan dan paksaan. Perbuatan tidak sadar ini bisa terjadi pada saat subjek sedang dalam keadaan sadar, sehingga perbuatan tersebut dinamakan gerak refleks. Keadaan ini biasa terjadi juga ketika kita melaksanakan sholat, dimana waktu mengucapkan surat maupun pujian kepada Allah, kita tidak menyadarinya. Akan tetapi uniknya, secara refleks mulut mengucapkan ayat demi ayat serta tubuh melakukan gerakan-gerakan sholat tanpa kekeliruan sama sekali, padahal kita tidak menyadarinya sampai sholat berakhir.

  • Perbuatan oleh pengaruh luar

Perbuatan yang terjadi akibat pengaruh orang luar, mempunyai corak yang berlainan. Dan sangat tergantung dari pihak yang mempengaruhinya. Kuat lemahnya alasan dari pihak luar, akan menentukan bentuk pengaruh yang terjadi, sehingga pengaruh ini bisa berupa saran, anjuran, nasihat, tekanan, paksaan, peringatan, ancaman, dan lain-lain. Paksaan dan ancaman tidak memberikan hak pilih secara bebas kepada subjek, ia harus melakukan suatu di luar keinginannya, sehingga ia akan terpaksa berbuat.

Semangat Yang Menembus Langit

Posted in Motivation on April 4, 2009 by riy4nti

Jika seorang hamba dikaruniai semangat yang besar, maka dia akan berjalan di atas jalan keutamaan, dan akan memiliki tangga derajat yang tinggi. Dan itu salah satu ciri Islam. Semangat adalah sebuah penggerak, yang membentuk kepribadian dan yang mengawasi organ-organ tubuh. Semangat merupakan bahan bakar jiwa dan kekuatan yang berkobar-kobar, yang akan menggerakkan pemiliknya untuk melompat cukup tinggi dan memburu nilai-nilai kemuliaan. Semangat yang besar akan mendatangkan (dengan izin Allah) kebaikan yang tak terhingga.

Dengan menghiasi diri semangat yang besar, maka semua cita-cita dan perbuatan-perbuatan yang tidak berharga akan tersingkirkan dengan sendirinya. Dengan pula, pohon yang menghasilkan kehinaan dan kerendahan akan tercabut dengan sendirinya. Seorang yang memiliki semangat yang besar dan jiwa yang tegar, tidak pernah gentar menghadapi keadaan yang bagaimanapun itu. Sedangkan orang yang kehilangan semangat akan mudah gentar dan dengan argumentasi yang lemah saja mulutnya sudah terkunci.

Tapi jangan salah, jangan mencampuradukkan antara semangat besar dengan kesombongan. Keduanya tidaklah sama, seperti langit yang mengandung hujan dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan. Semangat yang besar adalah mahkota di dalam hati seseorang yang merdeka. Dia selalu berusaha mencapai kesucian dan menjadi lebih baik. Dengan semangat yang besar orang akan menyesali setiap kesempatan yang hilang untuk berbuat baik. Dia selalu rindu dan haus untuk bisa mencapai tujuan dan target. Semangat yang menyala-nyala adalah hiasan para pewaris nabi. Sedangkan kesombongan adalah virus yang menjangkiti para tiran yang keji.

Dengan semangat besar, orang akan terdorong ke derajat yang lebih tinggi. Sedangkan kesombongan akan menjatuhkannya ke jurang kehinaan. Wahai penuntut ilmu, tanamkan semangat besar itu di dalam diri kita, dan jangan berpaling darinya. Sebab dengan begitu kita bisa mengarahkan hidup kita ke masa depan yang lebih cerah. Tantangan dan kesulitan dalam kehidupan tidak terasa. Tak perlu dengar kata mereka yang pesimis, teruslah berjalan. Karena kita punya semangat.

Semangat itu laksana matahari yang mengatakan cintanya,

Dan purnama yang mengukirkan huruf-huruf dalam cahayana

Sungguh, Allah sangat memperhatikan semangat seseorang, sebab itulah tempat Allah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, maka dari itu hunuslah pedang semangat untuk menebas pedihnya kehidupan dan menepiskan segala keraguan serta ketidakmampuan.

Adalah kesungguhan hingga mata yang satu melampaui yang lain,

Dan hari yang satu menjadi pemimpin hari yang lain.

Yang Berlalu Biarlah Berlalu

Posted in Motivation on Februari 1, 2009 by riy4nti

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila, itu sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang pelupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri kita dari bayangan masa lalu. Apakah kita ingin mengembalikan air sungai ke hulu?, matahari ke tempatnya terbit?, seorok bayi ke perut ibunya?, air susu ke payudara sang ibu?, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, ketertarikan kita dengan masa lalu, keresahan kita atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa kita oleh api panasnya dan kedekatan jiwa kita pada pintunya adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan dna sekaligus menakutkan.

Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam Al-Qur’an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan itu adalah umat yang lalu. Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.

Orang yang berpikiran jernih, tidak akan melihat dan sedikitpun melihat ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan, Maka dari itu, janganlah pernah melawan sunnah kehidupan.

Pepatah mengatakan :

Bilamana hari ini tidaklah lebih baik daripada hari kemarin, maka dia celaka,

Tapi bilamana hari ini sama saja dengan hari kemarin, maka dia merugi,

Sedangkan bilamana hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka dia beruntung.

Dalam hal ini, kita senantiasa dituntut untuk melakukan perubahan yang lebih baik ke depan, dan kita diharapkan senantiasa sibuk akan perubahan tersebut, sehingga tidak ada kesempatan sama sekali untuk memikirkan dan beromantisme akan kejadian masa lalu. Biarlah masa lalu berlalu, sekarang hadapilah masa kini dan mencari bekal untuk kemudia hari.

Tanda-tanda Bahaya Yang Umum Dari Ketidakmampuan Penyesuaian Diri Remaja

Posted in Motivation on Januari 23, 2009 by riy4nti

1. Tidak bertanggung jawab, tampak dalam perilakunya yang selalu mengabaikan pelajaran, misalnya untuk bersenang-senang dan tidak mau terikat dengan kegiatan apapun dan ingin bebas.

2. Sikap yang sangat agresif dan sangat yakin terhadap diri sendiri, yang kemudian mengakibatkan tindakan yang sembrono dan tidak mau tahu akan konsekuensi dari tindakannya tersebut.

3. Perasaan tidak aman, yang mengakibatkan remaja patuh mengikuti standar-standar kelompok, seperti dianggap tidak setia kawan, sehingga ia melakukan hal yang dianggap sebagai kesetiakawanan.

4. Merasa ingin pulang bila berada jauh dari lingkungan yang dikenal, sehingga mengakibatkan pengalaman yang kekanak-kanakan.

5. Perasaan menyerah ketika menghadapi pekerjaan yang gagal.

6. Terlalu banyak berkhayal untuk mengimbangi ketidakpuasan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari. Karena kondisinya yang tidak memuaskan tersebut, tentunya ia akan berkhayal akan suatu kepuasan yang dapat menjadikan remaja itu bahagia.

7. Mundur ketingkat perilaku yang sebelumnya agar disenangi dan diperhatikan. Sehingga terjadi romantisme dan terhanyut akan keberhasilan yang dulu.

MENCARI KEBAHAGIAAN

Posted in Motivation on November 19, 2008 by riy4nti

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai.Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.

Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.

Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.

Krisis Moral

Posted in Motivation on November 2, 2008 by riy4nti

Setiap generasi berlalu terjadilah kemerosotan moral pada generasi yang selanjutnya, sebagaimana Rasulullah bersabda : “Sebaik-baik kurun atau masa dimana aku hidup kemudian masa setelah itu dan kemudian masa setelah itu.

Diriwayatkan, suatu ketika Nabi Sulaiman As. hendak berjalan mengelilingi. Beliau berkeinginan untuk menjumpai orang atau makhluk Allah SWT yang dapat menceritakan keadaan dunia dari dulu hingga sekarang. Apakah generasi penduduk dunia mengalami kebaikan atau tidak? Akhirnya beliau menemukan seekor burung gagak yang berusia sangat tua, burung itu bersemayam di sebuah goa. Lalu beliau mengutarakan keperluan kepada burung gagak tersebut. Si burung gagak itu berkata menuturkan pengalaman yang telah ia alami, Wahai Nabiyullah, dengarkan ceritaku ini! Kemudian burung gagak itu bercerita. Suatu saat di musim dingin, si gagak sangat kelaparan. Ia telah mencari makanan kesana kemari, namun ia tidak menemukan apapun. Ia terbang dari ufuk barat hingga ufuk timur, tapi tetap saja perutnya kosong. Akhirnya burung gagak tidak sanggup lagi melanjutkan perjalanannya mencari makanan karena cuaca semakin buruk dan badannya semakin lemah. Si burung gagak hinggap di menara masjid berharap ada yang mengasihinya. DI atas menara itu burung gagak melihat ada yang sholat dalam masjid. DIbarisan pertama terdiri orang-orang tua yang berjenggot putih. Barisan kedua terdiri dari orang-orang yang berjenggot hitam, dibarisan ketiga terdiri dari anak-anak muda yang masih belum berjenggot. Setelah selesai sholat, ada yang berteriak, Hai lihatlah! Ada seekor burung gagak di atas menara, kelihatannya ia sangat kelaparan, marilah kita sembelihkan seekor sapi untuknya. Mereka pun menyembelih sapi untuk burung gagak itu. Pada musim dingin tahun berikutnya, terulang kejadian yang sama, perut si gagak kembali kelaparan dan ia hinggap di menara masjid yang sama. Sehingga salah seorang berseru pada yang lainnya. Dan mereka pun sepakat untuk menyembelih seekor kambing untuk diberikan pada si burung gagak. Waktu berlalu, musim dingin pun kembali tiba, perut gagak kembali kelaparan, dan ia hinggap di menara masjis yang sama. Lagi-lagi ia berharap ada yang mengasihi. Akan tetapi terjadi keanehan, dimana orang-orang sholat dibaris pertama anak-anak muda belum berjenggot, baris kedua orang tua berjenggot hitam, baris ketiga- orang tua berjenggot putih. Setelah mereka melihat si burung gagak, mereka berteriak, terlihat ada yang membawa senapan, mereka pun menembaki si burung gagak, tapi untungnya si burung gagak dapat kabur menjauh dan akhirnya selamat.

Dengan kejadian yang telah dialami burung gagak itu, maka Nabi SUlaiman As. berkesimpulan bahwa penduduk dunia semakin menurun, tidak malah jadi baik. Setiap kurun dan generasi berikutnya tidak lebih baik dari generasi sebelumnya, begitupun seterusnya. hal itu terbukti apa yang telah dialami burung gagak tersebut, dari mulai ia dihadiahi sapi, kemudian dikurun berikutnya ia dihadiahi sembelihan kambing (sudah mulai menurun). Dan dikurun berikutnya si burung gagak tidak mendapatkan hadiah sembelihan, malah akan dibunuh oleh generasi tersebut, tidak seperti generasi sebelumnya yang memberikan hadiah sembelihan kepada burung gagak itu.