Archive for the Buletin Al-Hidayah Category

Hasrat Ingin Tahu Manusia

Posted in Buletin Al-Hidayah on Juli 28, 2009 by riy4nti

Ilmu pengetahuan berawal pada kekaguman manusia akan alam yang didiaminya dan dihadapinya, baik alam besar maupun alam kecil. Manusia sebagai makhluk yang dapat berfikir, karena memang dikaruniai akal pikiran sehingga mereka memiliki hasrat ingin tahu. Sifat ingin tahu manusia telah dapat disaksikan sejak manusia masih kanak-kanak.

Pertanyaan-pertanyaan seperti Baca lebih lanjut

Sesungguhnya Allah Mau Membeli

Posted in Majelis Pertemuan Orang-orang Mukmin on Juni 9, 2009 by riy4nti

Ini adalah transaksi yang tertulis, perjanjian yang dikuatkan, dagangan yang ditawarkan, dan kepala yang dijual.

Pihak yang membeli adalah Allah SWT.

…Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah.” (QS. An-Nisaa’ (4) : 122)

Siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Pihak yang menjual adalah orang-orang mukmin pengunjung Badar, Uhud, dan semua peperangan yang terkenal, tercatat dalam sejarah, lagi terbukti kebenarannya.

Dagangan yang ditawarkan adalah surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Barang siapa yang masuk ke dalamnya, maka ia tidak akan tua, tidak akan menyesal, tidak akan pudar kemudaannya, dan tidak akan layu.

Harganya adalah kepala orang-orang yang mengerjakan shalatnya, yang terbang dari tubuhnya karena disabet oleh pedang, dan ususnya berhamburan karena tertusuk oleh tombak. Pernahkah Anda mendengar jual beli yang lebih tepat, lebih berharga, lebih indah, lebih sempurna, lebih cemerlang, dan lebih lembut daripada ini.

Ahmad yang menandatanganinya

kepada para pahlawan umatnya

dan Allah yang menurunkan janji dan transaksinya

Harta benda, jiwa, kehormatan, tengkorak kepala, dan darah, semuanya adalah milik yang menciptakannya. Semuanya ada pada kita hanyalah sebagai pinjaman, maka pemilik yang sebenarnyalah yang lebih berhak dengannya.

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya….” (QS. An-Nisaa’ (4) : 58)

Sebenarnya kita tidak memiliki sesuatu pun dan tidak pula disertai dengan sesuatu pun. Semuanya adalah pemberian, hibah, dan anugerah dari Allah belaka. Dia yang menciptakan, yang memberi rizki, yang memaafkan, yang menutupi kesalahan, yang memiliki sifat lembut, dan yang memberi jaminan.

Barang siapa yang kikir dengan raganya di jalan Allah, berarti dia merampasnya dari jalan Allah dan menurunkan harganya serta pergi dengan terhina.

Banyak jiwa

yang merasakan kematian dengan terbunuh

tetapi tidak pernah melihat

bagaimana cara mati yang mulia lagi terhormat

Penyebab Kerasnya Hati Manusia

Posted in Buletin Al-Hidayah on Juni 5, 2009 by riy4nti

Seorang salaf berkata : “Tidak ada seorang hamba, kecuali ia mempunyai dua mata di wajahnya untuk memandang seluruh urusan dunia dan mempunyai dua mata hati untuk melihat seluruh perkara akhirat. Jika Allah menghendaki kebaikan seorang hamba, maka Dia membuka kedua mata hatinya dan jika Dia menghendaki selain itu, maka Dia biarkan si hamba sedemikian rupa (tidak mampu melihat dengan mata hati).”

Urusan dunia akan semakin rumit, bila terjadi hal-hal demikian :

* Lalai

Lalai merupakan penyakit yang berbahaya apabila telah terlanjur di dalam hati dan bersarang di dalam jiwa. Karena akan berakibat pada anggota badan saling mendukung untuk menutup pintu hidayah, sehingga hati akhirnya menjadi terkunci. Allah memberitahukan, bahwa orang lalai adalah mereka yang memiliki hati yang keras membatu, tidak mau lembut dan lunak, tidak mempan dengan berbagai nasihat. Mereka punya mata tapi tidak dapat melihat kebenaran setiap perkara, tidak mampu membedakan antara yang bermanfaat dan membahayakan.

* Kawan yang buruk

Ini juga merupakan salah satu sebab terbesar yang mempengaruhi kerasnya hati seseorang. Orang yang hidupnya di tengah gelombang kemaksiatan dan kemungkaran, bergaul dengan manusia yang banyak berkubang dalam dosa, banyak bergurau dan tertawa tanpa batas, maka sangat memungkinkan akan terpengaruh kondisi tersebut.

* Terbiasa dengan kemaksiatan dan kemungkaran

Dosa merupakan penghalang seseorang untuk sampai kepada Allah. Ia merupakan pembegal perjalanan menuju kepada-Nya, serta membalikkan arah perjalanan yang lurus. Kemaksiatan meskipun kecil, terkadang memicu terjadinya bentuk kemaksiatan lain yang lebih besar dari yang pertama, sehingga semakin hari makin terpuruk tanpa terasa. Dianggapnya hal itu biasa-biasa aja, padahal satu persatu kemaksiatan tersebut masuk ke dalam hati, sehingga menjadi sebuah ketergantungan yang amat berat untuk dilepaskan. Maka melemahlah kebesaran dan keagungan Allah di dalam hati.

* Melupakan maut, sakarat, kubur dan kedahsyatannya

Termasuk seluruh perkara akhirat baik berupa adzab, nikmat, timbangan amal, mahsyar, shirat, surga dan neraka. Bila semua hal itu telah dilupakan dalam hati manusia, maka akan tampaklah kekerasan hati manusia untuk mendapatkan nasihat.

* Melakukan hal-hal yang dapat merusak hati

Kekerasan hati manusia berpangkal pada lima hal, yaitu : banyak bergaul dengan sembarang orang, panjang angan-angan, bergantung pada selain Allah, berlebihan makan dan tidur.

Enam Nama Anak Setan

Posted in Buletin Al-Hidayah on Mei 5, 2009 by riy4nti

Menurut kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Hamid Al-Ghozali (Imam Mazhab dalam tasawwuf), yang kemudian disyarahkan oleh Syekh Moh. Nawawi menyebutkan bahwa ada enam nama anak Setan yang masing-masing mempunyai tugas yang berbeda, yakni :

  1. Hinzab, yaitu anak tertua setan yang tugasnya membuat orang yang mengerjakan sholat selalu merasa was-was.

  2. Walhan, anak kedua setan yang membuat orang yang mau bersuci selalu merasa was-was.

  3. Zulnabur, anak ketiga setan yang suka mengelabuhi pedagang agar curang dalam menimbang barang dagangannya.

  4. A’war, anak keempat setan yang suka mengelabuhi laki-laki dan perempuan agar berbuat zina.

  5. Wasnan, anak kelima setan yang missinya membuat orang ngantuk sehingga sulit untuk mengerjakan sholat dan ibadah lainnya.

  6. Tabura, anak keenam setan yang suka mengelabuhi orang yang kena musibah agar tidak tabah.

Coba kalian ingat-ingat, apakah kalian pernah berkenalan dengan mereka? Apakah kalian pernah bersamaan dengan mereka ketika kalian melakukan ibadah atau lainnya? Untuk bisa terhindar dari mereka berenam, maka kenali mereka dengan betul dan angan-angan terus apakah kalian diikuti oleh salah satu dari enam anak setan itu.

Siapakah……??

Posted in Buletin Al-Hidayah on Mei 3, 2009 by riy4nti

Siapakah orang yang sibuk?

Orang sibuk adalah orang yang tidak mengambil pusing akan waktu sholatnya, seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman As. Maka dari itu, sempatkanlah bagimu untuk beribadah, dan bersegeralah serta jangan ditunda-tunda…!

Siapakah orang yang manis senyumannya?

Orang yang memiliki senyuman yang manis adalah orang yang ketika ditimpa musibah, lalu ia berkata, “Innalillahi wainna ilaihi raji’un” sambil mengukir sebuah senyuman dan ikhlas terhadap apa yang telah terjadi. Maka berbaik hatilah dan bersabar…!

Siapakah orang yang kaya?

Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini. Maka bersyukurlah atas nikmat yang telah kamu terima dan berbagilah dengan yang lain…!

Siapakah orang yang rugi?

Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melaksanakan dan melakukan ibadah serta amal-amal shalih. Maka hargailah waktumu dan bersegeralah…!

Siapakah orang yang paling cantik?

Orang yang paling cantik adalah orang yang memiliki akhlak yang mulia dan baik. Maka peliharalah akhlakmu dari dosa dan noda…!

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?

Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati dengan membawa amal-amal kebaikan dimana nantinya kuburannya akan diperluas sepanjang mata memandang. Maka beramal sholihlah selagi sempat dan mampu…!

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit dan menghimpit?

Orang yang mempunyai rumah yang sempit dan menghimpit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya, maka ingatlah selalu akan kematian dan kehidupan setelah dunia…!

Siapakah orang yang mempunyai akal?

Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka. Maka peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan ridho-Nya…!

Siapakah orang yang bijak?

Orang yang bijak adalah orang yang tidak membiarkan atau membuang kata-kata tersebut di atas begitu saja, malah dia akan merenungi dan menyampaikan kepada orang lain untuk dimanfaatkan dan mengambil contoh sebagai landasan, sandaran dan pedoman kehidupan sehari-harinya.

Penyakit Jiwa

Posted in Buletin Al-Hidayah on April 23, 2009 by riy4nti
  1. Al-Riya’

    Maksudnya adalah pamer terhadap apa yang dimiliki atau dilakukan. Dalam hal ini termasuk tipuan, syirik yang tersebunyi dan munafik.

  2. Al-Ghodhob

    Merupakan kekuatan setan yang senantiasa memancarkan api permusuhan dan iri hati.

  3. Al-Ghoflah wa al-Nisyan

    Adalah sebuah sifat, sikap dan tindakan yang lupa terhadap apa yang dimiliki dan diketahui serta apapun yang seharusnya ia lakukan.

  4. Al-Wasawis

    Merupakan kondisi jiwa yang terpaksa yang berwujud dalam bentuk perasaan yang bercampur-baur atau melaksanakan suatu pekerjaan dengan penuh keterpaksaan dan khawatir akan kegagalan serta kesalahan.

  5. Al-Yais wa al-Qonuth

    Merupakan bentuk sikap mengakibatkan terputusnya cita-cita dan harapan. Penderitanya tidak mengharapkan apapun di masa depan, karena ia merasa sudah tidak ada harapan lagi baginya.

  6. Al-Thama’

    Merupakan sifat dan sikap serakah dan tidak mau mengalah kepada orang lain.

  7. Al-Ghurur

    Tertipu dengan urusan duniawi misalnya materialisme (cinta dunia), individualisme (tidak tahu menahu tentang orang lain) maupun urusan ukhrawi seperti syirik, kufur, nifaq dan sebagainya.

  8. Al-‘Ujub

    Membanggakan atau menyombongkan diri terhadap apa yang sudah dimilikinya.

  9. Al-Hasud

    Sebuah sikap iri hati dan dengki terhadap kepunyaan orang lain, dan tidak suka kepada orang lain yang mendapatkan kesuksesan.

  10. Al-Namimah

    Sebuah sikap mengadu domba orang lain, dengan menceritakan kejelekan orang lain.

  11. Al-Kibr

    Sebuah sikap sombong, dengan melecehkan yang lain dan merasa tinggi.

  12. Al-Khusumat

    Senantiasa bermusuhan dan selalu mendendam terhadap orang lain.

  13. Al-Kidzb (selalu berdusta).

  14. Al-Ghibah (selalu mencari-cari kesalahan-kesalahan orang lain).

Niat Sebagai Kontrol Nilai Ibadah

Posted in Buletin Al-Hidayah, Motivation on April 23, 2009 by riy4nti

Niat menurut pengertian fiqh, menyengaja melakukan perbuatan dengan penuh kesadaran, misalnya ketika saya mengatakan kemu tampan, kamu hebat, dan kamu pintar, sekilas perbuatan ini akan tampak sama dengan ucapan yang sama dengan ucapan orang lain. Akan tetapi kalau kita perhatikan, kemungkinan sangat berbeda dengan nilai etis yang muncul dari dalam dirinya. Apakah seseorang mengatakan itu berasal dari hatinya atau hanya berpura-pura, atau hanya iseng mengatakan seperti itu, karena tidak enak kalau tidak memuji dia. Sebagian lainnya mungkin memang mengucapkan itu dengan kesadarannya bahwa ia memang tampan, ganteng, simpatik, hebat dan pintar, sehingga keluar dari mulut bersamaan dengan getaran hatinya yang bisa dirasakan oleh yang dipuji, pujian itu begitu murni dalam jiwa dan inilah yang dimaksud dengan niat yang sebenarnya. Rasulullah menegaskan dalam sebuah hadits mutawatir sebagai berikut : “Sesungguhnya segala perbuatan itu disertai dengan niat. Dan seseorang diganjar sesuai dengan niatnya.” (HR. BUkhori Muslim).

Perbuatan ditinjau dari suasana batin subjeknya ada dua, yaitu :

  • Perbuatan oleh diri sendiri

Yaitu tindakan yang dilakukan oleh diri sendiri dalam situasi bebas. Perbuatan oleh diri sendiri ini ada dua :

  1. Perbuatan sadar, yang dimaksudkan adalah tindakan yang benar-benar dilakukan dan dikehendaki oleh pelakunya sendiri, tindakan ini telah dipilihnya berdasarkan pada kemauan sendiri, yaitu kemauan bebasnya. Dan perbuatan ini merupakan tindakan yang dilakukan tanpa tekanan atau ancaman.
  2. Perbuatan tidak sadar, yang dimaksudkan adalah tindakan yang terjadi begitu saja di luar kontrol sukmanya, tanpa tekanan dan paksaan. Perbuatan tidak sadar ini bisa terjadi pada saat subjek sedang dalam keadaan sadar, sehingga perbuatan tersebut dinamakan gerak refleks. Keadaan ini biasa terjadi juga ketika kita melaksanakan sholat, dimana waktu mengucapkan surat maupun pujian kepada Allah, kita tidak menyadarinya. Akan tetapi uniknya, secara refleks mulut mengucapkan ayat demi ayat serta tubuh melakukan gerakan-gerakan sholat tanpa kekeliruan sama sekali, padahal kita tidak menyadarinya sampai sholat berakhir.

  • Perbuatan oleh pengaruh luar

Perbuatan yang terjadi akibat pengaruh orang luar, mempunyai corak yang berlainan. Dan sangat tergantung dari pihak yang mempengaruhinya. Kuat lemahnya alasan dari pihak luar, akan menentukan bentuk pengaruh yang terjadi, sehingga pengaruh ini bisa berupa saran, anjuran, nasihat, tekanan, paksaan, peringatan, ancaman, dan lain-lain. Paksaan dan ancaman tidak memberikan hak pilih secara bebas kepada subjek, ia harus melakukan suatu di luar keinginannya, sehingga ia akan terpaksa berbuat.