Archive for the Ananda Category

Mama, di Mana Allah??

Posted in Ananda on Maret 27, 2009 by riy4nti

Jika si Kecil bertanya tentang Sang Pencipta

Allah mengaruniai anak dengan keingintahuan alamiah tentang dirinya dan dunianya. Bagaimana menjawab bila dia ingin tahu tentang Allah??

Inilah beberapa informasi yang kami peroleh untuk bekal menghadapi pertanyaan serupa.

1. Allah di Atas Arsy

QS. Al-Araf : 54

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. INgatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan Semesta Alam.

QS. Yunus : 3

Sesungguhnya TUhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. Yang demikian itulah Allah, TUhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

QS. Ar-Ra’d : 2

Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan . Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan, menjelaskan tanda-tanda, supaya kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu.

QS. Thaha : 5

Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy.

QS. Al-Furqan : 59

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah kepada yang lebih mengetahui tentang Dia.

QS. As-Sajdah : 4

Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolong pun dan tidak seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

QS. Al-Hadid : 4

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

2. Allah di Langit

QS. Al-Mulk : 16 – 17

Tidaklah kamu merasa aman dari Allah yang berada di langit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang. Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat) mendustakan peringatan-Ku.

Hadits Rasulullah SAW :

Dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah SAW bersabda, Kasihanilah yang bumi maka kamu akan dikasihani oleh Yang Di Langit. (Riwayat Imam at-Tirmidzi)

3. Tidak Ada Keterangan Bahwa Allah Ada di Mana-mana

Sebaliknya, tentang keterangan bahwa Allah SWT itu ada dimana-mana, tidak ada dalil yang shahih.

Tentang ayat ini :

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hadid : 4)

Kebersamaan Allah SWT yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah berbentuk muraqabah atau pengawasan.

Kesimpulan berdasarkan keterangan dari sahabat dan ulama’ :

  • Bertanya “DI mana Allah?” tidak dilarang dan tidak tercela, sesuai hadits Rasulullah SAW.
  • Wajib menjawab : “Sesungguhnya Allah di atas langit atau ‘Arsy.” Karena yang dimaksud di atas langit adalah di atas ‘Arsy. Jawaban ini membuktikan keimanannya sebagai mu’min atau mu’minah. Sebab Nabi SAW menyatakan keimanan seorang budak perempuan, karena jawabannya : Allah di atas langit!
  • Wajib meyakini bahwa Allah di atas langit, yakni di atas ‘Arsy-Nya. Berbagai dalil aqli dan naqli serta fitrah manusia membenarkan ini.
  • Mengingkari bahwa Allah di atas langit, dapat membawa pada kekufuran.
  • Melarang orang bertanya “Di mana Allah” sama dengan menganggap diri lebih pandai dari Rasulullah SAW bahkan lebih pandai dari Allah SWT. Na’udzu billah.
  • Siapa yang tidak menjawab “Sesungguhnya Allah di atas langit,” maka bukanlah ia seorang mu’min atau mu’minah.
  • Siapa yang menganggap pertanyaan “Di mana Allah?” menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, maka sesungguhnya ia telah menuduh Rasulullah SAW jahil/bodoh! Na’udzu billah!
  • Siapa yang mempunyai iti’qad bahwa Allah berada dimana-mana, maka sesungguhnya ia telah kufur.
  • Siapa yang tidak mengetahui dimana Tuhannya, maka bukanlah ia penyembah Allah ‘Azza wa Jalla, tetapi ia menyembah kepada “sesuatu yang tidak ada”.

Kiat Membangun Cinta Anak Kepada Allah

Posted in Ananda on Januari 7, 2009 by riy4nti

Apa sih mencintai Allah?? Menjadikan Allah Maha Kuasa sebagai target cinta yang lebih dari mencintai diri sendiri, orang tua dan segala hal lainnya di dunia ini. Bagaimana caranya??

Apa perlunya mendidik anak mencintai Allah?? Karena Allah sendiri yang bersabda di dalam QS 3:31 “Katakanlah (hai Muhammad, kepada ummah manusia), ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Karena Rasulullah SAW sendiri berkata, “Ya Allah, biarkanlah cintaMu menjadi sesuatu yang lebih kucintai daripada diriku sendiri, keluargaku, hartaku, anak-anakku dan air dingin ketika aku haus.”

Bagaimana cara menanamkan cinta kepada Allah??

  1. Mintalah pertolongan Allah.

  2. Sesuaikan upaya kita mendidik anak agar mencintai Allah dengan tahap-tahap perkembangan kita dan anak kita. Seperti dalam kisah di atas, mulailah dengan memilih pasangan yang shalih dan shalihah dan menjadikan Allah sebagai kecintaan utama mereka.

  3. Lanjutkan upaya membangun cinta anak kepada Allah saat anak masih dalam kandungan. Ibu-ibu yang sambil menyeka keringat karena kepayahan saat mengandung namun terus beribadah adalah pendidik-pendidik utama.

  4. Sejak lahir sampai usia 2 tahun. Mulailah dengan Asmaul Husna. Bacakan Al`Qur’an, lantunkan shalawat, dendangkan nasyid….bacakan bismillah dan alhamdulillah dalam setiap aktivitas. Biarkanlah nama Allah menjadi nama yang paling sering didengar si kecil, bahkan lebih sering daripada nama ayah ibunya.

  5. Sampai usia 3 tahun. Mulailah perkenalkan surah dan hadist pendek. Seorang ibu di Jawa Tengah membiasakan si kecil menghafal surah pendek di usia 3 tahun, dan dalam usia 6 tahun anak ini sudah menjadi penghafal Al-Qur’an.

  6. Usia 3 – 6 tahun. Inilah saat “ledakan intelektualita” berikutnya ketika anak sangat bersemangat belajar lewat cerita, dongeng dan segala macam alat belajar lainnya. Bacakan kisah-kisah dari Al-Qur`an dan sirah nabawiyah (sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW).

  7. Usia 7 – 10 tahun. Anak mulai mengembangkan sayapnya sendiri maka temanilah dan terbanglah bersamanya dalam petualangan belajar. Pancing keingintahuannya. Pancing dia berfikir tentang Allah dan semua penciptaanNya. “Kakak senang mendapat buku ini?? Terima kasih kembali, tapi yang lebih penting, ucapkan Alhamdulillah. Kenapa?? Karena …”

  8. Di atas 10 tahun, si Kecil sudah merasa besar dan ingin menjelajahi dunia luar, mencari “keluarga” di luar keluarga yang dimilikinya, maka dialog terbuka dan tulus adalah pegangan bagi para orang tua untuk terus memelihara hubungan anak dengan Allah. Usia praremaja dan remaja adalah saat genting ketika cinta anak kepada Allah diuji oleh lingkungannya – maka bekalilah dia sedini mungkin agar cintanya kepada Allah tak luntur dimakan waktu. Insya Allah.

Cara Rasulullah Menghentikan Tangis

Posted in Ananda on Desember 31, 2008 by riy4nti

baby_imoet34

Rasulullah SAW sangat mencintai anak kecil. Dalam banyak hadist yang dibawa sahabatnya tergambar kecintaan beliau kepada anak-anak. Sabdanya, “Siapa yang tidak mengasihi maka tidak akan dikasihi.” (HR Muslim).

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku hendak sholat dan ingin memanjangkan sholat, lalu aku mendengar tangis anak kecil, maka aku meringankan sholatku karena tidak ingin membuatnya ibunya susah.” (HR. Muslim). Hadist ini menjadi pedoman utama dalam mendidik anak termasuk memahami tangis dan kerewelan sang buah hati.

Berikut beberapa cara yang dicontohkan Rasulullah dalam menghentikan tangis bayi.

Gendong.

Rasulullah SAW sering menggendong cucu-cucunya. “Dari Abu Qatadah berkata bahwa Rasulullah akan sholat berjama’ah sementara cucunya Umamah dari putrinya Zainab sedang menangis. Beliau lalu menggendong Umamah sambil sholat. Ketika beliau akan sujud, Beliau meletakkan Umamah dan jika berdiri ia akan digendong kembali.”

Cara menggendong yang efektif untuk menghentikan tangis adalah : Gendong ia dalam posisi tegak lurus dengan perut menempel di dada Anda, tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut. Bawa ia berjalan-jalan mengelilingi ruangan atau ke ruangan lain. Jika kondisi Anda tak memungkinkan untuk menggendongnya sambil berjalan, letakkan ia di lengan, sementara Anda duduk di kursi goyang. Goyangan yang lembut akan menenangkannya.

Bujuk dengan lemah lembut.

Kelembutan merupakan cara terbaik membuat anak yang sedang menangis merasa aman. Kecemasan dan kemarahan Anda malah akan membuatnya semakin tegang dan semakin kencanglah tangisnya. Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Hasan dan Husein hilang, lalu semua sahabat mencarinya seharian. Saat bertemu mereka tengah berada di bukit batu dan menangis. Walau cemas, Rasulullah SAW dengan lembut mengusap punggung dan memeluk mereka. Akhirnya tangis ketakutan itu pun berhenti.

Beri sesuatu untuk dihisap.

Hampir setiap bayi menjadi tenang dengan mengisap. Dalam sebuah kisah, Rasulullah SAW melihat seorang ibu sedang membagi 3 buah kurma yang dimilikinya. Ia lalu memasukkan kurma tersebut ke dalam mulut sang anak. Rasulullah lalu tersenyum.

Alihkan perhatiannya.

Anda dapat mengalihkan perhatiannya dengan memperhatikan sesuatu yang menarik sehingga ia lupa pada tangisnya. Gambar-gambar warna-warni atau mainan aneka bentuk dan warna akan mempesonanya. Cermin juga bisa digunakan. Ia akan senang melihat wajahnya sendiri.

Tunggu amarahnya mereda.

Tangisan bisa menjadi ungkapan kemarahan. Dengan kasih sayang dan berkata-kata lembut Anda bisa menenangkan bayi Anda. Rasulullah SAW kerap mencium dan memeluk cucu-cucunya. Ini merupakan bentuk kasih sayang yang memberikan rasa aman bagi bayi Anda. Ketika ia besar, ia akan belajar berdasarkan ini untuk menenangkan diri begitu ia marah, dan ia akan belajar untuk dapat mengendalikan diri atau menjaga tetap tenang tanpa kemarahan meledak-ledak.

Jika si Kecil Menangis

Posted in Ananda on Desember 30, 2008 by riy4nti

baby_imoet2

Jangan panik karena tangisan bayi Anda. Itu adalah cara ia mengungkapkan emosinya.

Menangis adalah satu dari sekian banyak cara manusia mengungkapkan emosinya. Menangis juga merupakan cara awal bayi berkomunikasi. Khususnya selama 12 bulan pertama kehidupannya. Lewat tangis, ia memberitahukan kebutuhan-kebutuhannya kepada Anda seperti rasa lapar, lelah, pedih, dan keadaan tubuh yang tak menyenangkan lainnya, serta untuk memenuhi keinginan diperhatikan.

Pada umumnya bayi sering menangis pada minggu-minggu pertama kehidupan, baik siang maupun malam. Ini karena bayi yang baru lahir masih berada dalam fase penyesuaian dari dalam kandungan ke dunia luar. Jadi, jika ia sering menangis, tak usah cemas!

Banyak sedikitnya tangisan, menurut Elizabeth B. Hurlock dalam bukunya yang dialihbahasakan , Perkembangan Anak II, berbeda-beda menurut cepat dan memadainya pemenuhan kebutuhan dan keinginan mereka. Jika dipenuhi dengan segera, bayi kemudian hanya akan menangis karena merasa sakit dan tak nyaman. Setelah umur dua minggu, ada sebagian bayi yang menangis berlebihan. Dalam kebanyakan kasus dilaporkan, orang tua bayi tersebut tak cepat memperhatikan tangis bayinya dan tak konsisten menanggapinya.

Jumlah dan frekuensi tangisan juga bervariasi dan bertepatan dengan jadwal si bayi sendiri. Misalnya, bayi paling sering menangis sebelum saatnya diberi makan dan sebelum waktunya tidur malam. Ketika bayi dapat menyesuaikan diri dengan jadwal waktu makan dan tidur, tangisan pada saat-saat tersebut berkurang.

Para ahli perawatan anak beranggapan bahwa tangisan tangisan bayi mempunyai arti berbeda-beda. Setiap jenis tangisan mengkomunikasikan pesan tersendiri untuk ayah ibunya. Jangan mengangkatnya setiap kali ia rewel atau menangis. Carilah apa yang salah dan jika tak terlalu serius, segera alihkan perhatiannya. Jika bayi menangis karena penyakit, periksakan ia ke dokter. Tapi jika tidak, Anda dapat membantu menenangkannya. Berikut jenis-jenis tangis bayi sesuai usinya.

ARTI TANGISAN BAYI 0 – 3 BULAN

Saya Lapar.”

Tangis lapar biasanya memiliki pola khas. Ia menangis, lalu stop untuk bernafas, menangis lagi, lalu stop untuk bernafas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus menerus.

Saya bosan.”

Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Anda tak segera mendekatinya dan mengajaknya bermain.

Saya lelah.”

Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.

Saya kesepian.”

Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti air mata. Jika Anda membelai dan memeluknya maka tangisnya akan berhenti.

Saya kolik.”

Kolik dialami pada 3 bulan pertama kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang malam. Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan episodik: suatu saat timbul, suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu menangis lagi. Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan mengencang, dan kadang disertai buang angin. Gosoklah perut si kecil dengan minyak telon atau minyak penghangat lainnya.

Saya sakit.”

Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras disertai rintihan serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas, lebih melengking dan lebih ribut.

ARTI TANGISAN BAYI 4 – 12 BULAN

Biasanya di usia 3 – 4 bulan tangis bayi mulai berkurang karena ia sekarang mulai tahu apa yang ada di sekelilingnya. Ia mau mendengarkan dan tertarik terhadap segala sesuatu du sekelilingnya.

Saya lapar.”

Rasa lapar masih nyata menyebabkan ia menangis. Dan nadanya masih sama seperti saat ia baru lahir.

Saya tumbuh gigi.”

Kebanyakan bayi mulai tumbuh gigi usia 6 bulan ke atas. Biasanya tangisnya muncul di sore hari, kuat seperti tangis sakit karena ada rasa nyeri.

Saya cemas.”

Mulai usia 7 atau 8 bulan, kebanyakan bayi menangis karena cemas, terutama saat ia “kehilangan” Anda dan karenanya membuatnya merasa tak aman. Jika Anda meninggalkannya atau ia tak melihat Anda, meski Anda ada di dekatnya, ia akan menangis.

Saya ingin diperhatikan.”

Lewat usia 6 bulan, si kecil mulai belajar bahwa menangis adalah alat untuk memperoleh perhatian. Bayi usia 7 atau 8 bulan cukup menyadari, dengan menangis, Anda akan segera berlari mendekatinya. Lebih baik Anda tak buru-buru menggendongnya, tapi hiburlah atau ajak main.

Saya sakit.”

Rasa sakit yang ia alami lebih karena benturan-benturan pada fisiknya saat ia bergerak aktif. Meski tidak luka, tetap memungkinkan ia menangis. Mungkin lebih karena rasa kaget. Mengalihkan perhatiannya dapat menolong ia melupakan sakitnya dengan cepat.

Saya sangat lelah.”

Lelah berlebihan ditunjukkan oleh rengekan, lekas marah, dan akhirnya menangis.

Saya marah.”

Mulai usia 9 bulan, dalam dirinya mulai berkembang konsep, “Saya ingin” dan kemarahan merupakan caranya untuk menunjukkan ras frustasinya ketika sesuatu tak diperoleh sesuai keinginannya. Ia juga terhalang oleh kemampuan komunikasinya yang masih baru. Karena tak bisa mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata, ia akan menggenggam erat kepalan tangannya dan pipinya memerah, untuk menunjukkan kepada Anda bahwa ia tak puas dengan situasi yang ada.

Nah, itulah beberapa ciri tangisan bayi Anda. Kini Anda sudah tahu rahasianya, kan?? Jadi, jangan panik dan cemas lagi!