Cinta adalah tangga menuju puncak


tangga-cintaq

Yang mampu mencintai adalah orang yang mampu memahami, melihat, merasakan, berpadu dan memberi. Setiap kali pengetahuan hakiki manusia terhadap cinta bertambah, maka bertambah pula kemampuan hatinya untuk mencintai. Karena itu, sangat sulit bagi orang yang tidak mengenal cintaorang yang tidak mengetahui nilai cinta (moral) untuk mencintai; dan mustahil baginya dapat naik menuju puncak, karena cinta adalah batu pijakan terakhir piramida moral. Tidak mungkin menemukan batu pijakan terakhir, sementara piramida itu sendiri tidak ada.

Cinta dan naik menuju puncak adalah dua hal yang selalu saling menetapi. Seorang manusia mulai keluar dari dirinya dan mencintai orang lain, setiap kali pengetahuannya meningkat; kepribadiannya matang; dan perasaannya menjadi halus.

Seorang manusia biasa –seperti kebanyakan makhluk lainnya- hanya mencintai dirinya, sedangkan manusia pecinta, cintanya lebih luas hingga kepada orang-orang di sekitarnya. Cinta seperti itu dapat membebaskan kekuatan-kekuatan yang sebelumnya terpendam dan tersembunyi.

Setiap kali seseorang memberikan cinta, maka pada saat itu juga dia akan mengambil cinta sekadar yang diberikannya, sebab di antara undang-undang cinta bahwa cinta adalah pemberian dalam bentuk pengambilan dan pengambilan dalam bentuk pemberian.

Seorang manusia harus tahu bahwa cinta tidak diberikan dengan syarat. Cukup baginya merasa menjadi orang yang paling beruntung, karena dia memiliki cinta yang akan dia berikan kepada orang lain, dan cukup baginya dengan merasa bahagia hanya dengan memberi, bukan demi apa yang akan didapatkannya sebagai balasan.

Perbedaan antara cinta Alloh SWT kepada kita dan cinta kita, manusia, adalah diri kita yang kebingungan ini akan sadar ketika kita mencintai dan diri kita yang kekurangan ini akan sempurna ketika kita mencintai dan membutuhkan orang yang kita cintai.

Adapun Alloh, Maha Suci Dia dari seperti itu. Makna cinta bagi Alloh SWT adalah memberi tanpa menghitung. Dia Maha Penyayang tanpa henti dan rahmat-Nya tanpa batas.

Sesungguhnya Anda, ketika Anda menjadi seorang pecinta, maka sesungguhnya Anda mendapatkan segala pemuliaan yang Anda butuhkan. Oleh kare itu, Anda harus memahami dan meyakini bahwa Anda mencintai, sebab Anda harus mencintai dan sebab Anda menginginkan cinta demi diri Anda, bukan demi orang lain, juga bukan demi kesenangan dan kegembiraan yang diberikan oleh cinta kepada Anda, serta demi kebahagiaan yang akan didapatkan oleh orang lain.

Apabila mereka mendukung Anda dan menolong Anda, maka itu bagus. Namun apabila mereka tidak melakukan hal itu, maka akan bagus juga, sebab Anda ingin bahwa Anda dapat merasakan cinta. Itu saja.

Anda harus mencintai orang lain tanpa bermaksud menitipkan hati Anda kepada orang yang Anda cintai, namun dengan harapan, cinta Anda akan berbuah cinta di hati orang yang dicintai.

Cinta adalah lorong keimanan. Siapa yang imannya sedikit, maka cintanya pun sedikit. Cinta yang teguh adalah yang memberikan segala sesuatu dan tidak pernah memperkirakan mendapatkan sesuatu atau kehilangan harapan. Kepedihan tidak datang dari cinta, kecuali apabila cinta itu dikotori oleh tuntutan-tuntutan seperti itu.

Apabila seseorang menanti-nanti balasan cintanya, maka dapat dipastikan harapannya itu akan sia-sia, sebab bukan kuasa manusia memuaskan segala kebutuhan, sekalipun cinta mereka kepadanya begitu besar. Sebaliknya, apabila dia memilih untuk tidak mencintai, kecuali ketika dia yakin mendapatkan cinta yang sepadan sebagai balasannya, maka dia akan terus menunggu sampai Kiamat tiba.

Sebenarnya imbalan cinta adalah satu-satunya pendorong untuk mengenal cinta. Cinta akan memberikan imbalan kepada Anda tanpa memandang sikap orang-orang terhadap Anda. Anda harus menebar cinta dan tidak perlu menunggu balasan. Begitulah kiranya maksud perumpamaan yang dikatakan oleh Sypmackay : “Sesungguhnya perkiraan tidak sampainya sebuah surat, bukan berarti surat itu tidak pantas untuk dikirim.”

Jadikanlah cintamu itu seperti sungai. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan dan membendungnya, selain akan ada saja orang yang berjalan bersamanya, seperti sungai yang memberikan kesuburan pada tanah juga tanaman dan tidak pernah menunggu balasan.

Ketika cinta Anda sama seperti sungai yang mengalir dan Anda tidak berhenti mencintai karena menunggu bayaran cinta Anda, maka ketika itu Anda menjadi seorang yang benar-benar merdeka.

Satu Tanggapan to “Cinta adalah tangga menuju puncak”

  1. (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Mengalirlah terus cinta….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: