Cinta Jauh Dari Seks


Shapartes berpendapat bahwa hubungan cinta tanpa seks mungkin saja terjadi antara seorang pria dan wanita.

Walaupun terdapat perbedaan yang sangat besar antara pemahaman cinta dan seks, tetapi tidak dapat dibayangkan hubungan cinta -yang erat dan sangat spesial- tanpa seks.

Hubungan erat dan spesial antara pria dan wanita pasti menginjak ke beberapa makna seksual, sebab hubungan seperti ini membuat seseorang manusia dengan segenap kemanusiaannya condong pada seseorang tertentu. Ini adalah perkara yang dapat dipastikan seks ada di dalamnya.

Akan tetapi, dorongan seksual hanya sebagian dari perasaan seorang pecinta, dibandingkan perasaan-perasaan indah yang menyatukannya dengan orang yang dicintainya dan mengikat dengan jalinan jiwa dan ruh antara dua orang yang saling mencintai. Bahkan ketika seks tidak lagi ada karena sebab-sebab yang tidak bisa dielakkan, sesungguhnya matahari cinta tidak akan pernah tenggelam. Barangkali ini membuktikan betapa kuat dan dalamnya cinta itu, juga betapa hebatnya menghujam di dalam jiwa. Seks memang dapat menambah erat hubungan, namun jika seks tidak ada lagi, kadar dan ketulusan cinta tetap tidak berkurang.

Di antara kisah menarik yang menguatkan hal di atas adalah kisah kehidupan politik Dazrail yang hidup di dalam surga kenikmatan berkat istrinya, Mary Ann, seorang istri yang sepertinya hidupnya hanya untuk suami, sampai dia terbaring lemah akibat kanker usus.

Dalam keadaan seperti itu pun dia terus berjuang hingga tidak membuat panik kekasihnya, sampai keduanya berusia senja dengan segala kelemahannya. Masing-masing dari mereka tidak bisa lagi membantu yang lain. Mereka hanya bisa melakukan surat menyurat dari satu kamar ke kamar yang lain.

Suami yang sudah lemah itu pernah menulis surat kepada kekasihnya sebagai berikut : “Menurutku, rumah kita nanti adalah rumah sakit. Akan tetapi bagiku, berada di rumah sakit bersamamu lebih baik daripada berada di istana tanpamu.”

Suatu kali istri berkata kepada teman-temannya : “Berkat kebaikannya, sepanjang hidupku penuh kebahagiaan.” Lalu suami menambahkan : “Kami telah menikah sejak tiga puluh tahun yang lalu. Selama itu, aku tidak pernah merasa bosan sedikit pun.”

Selama tiga puluh tahun itu, kedua suami istri ini mendapatkan kebahagiaan berumah tangga yang tidak dapat dinilai dengan uang, walaupun sakit menimpa mereka dan tanpa kelezatan fisik. Rumah yang mengumpulkan dua tubuh yang lemah itu menjadi surga yang sangat nyaman bagi jiwa mereka, surga yang dirindukan Dazrail setelah kematian istrinya.

Setelah kematian istrinya, dia tidak lagi merasakan kehangatan tempat tinggal. Dia pernah berkata kepada supir pribadinya : “Antar aku ke rumah.” Tidak lama setelah mengatakan itu, dia baru teringat bahwa dia sudah tidak lagi memiliki rumah (seperti dulu). Maka air matanya pun mengalir seakan ingin menggambarkan kesedihannya.

Apabila ada cinta tanpa seks, maka itu termasuk dalam bab kasih sayang yang dapat saja dibayangkan keberadaannya di antara dua makhluk, baik satu jenis maupun berbeda jenis. Namun cinta berbeda jenis adalah tema di luar tema cinta antara dua jenis yang sama (manusia dengan manusia) yang kita bahas di sini.

Satu Tanggapan to “Cinta Jauh Dari Seks”

  1. Sow sweeeeeet……..😀
    Kadang kata cinta dijadikan alasan untuk menutupi nafsu (sex)… Lain hal nya dgn pasangan yg sudah menikah, cinta dan nafsu melebur jadi satu ibadah…😀

    Mulia nya Mary Ann,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: