Arsip untuk Juni, 2009

Jawabnya Anggota Badan

Posted in Mengingat Surga & Neraka on Juni 26, 2009 by riy4nti

Dan dalam keterangan hadits, apabila Allah hendak mencabut ruhnya seorang hamba, maka datanglah malaikat Maut dari arah mulut untuk mencabut ruhnya dari mulutnya. Lalu keluar suara dzikir dari mulutnya maka dzikir itu berkata : Tidak ada jalan bagimu dari ini arah, karena telah lama sekali dia melakukan lidahnya dalam mengingat Tuhanku. Maka kembalilah malaikat pati kepada Allah sambil mengatakan begini-begini. Lalu Allah berfirman : Cabutlah dari arah yang lain. Maka ia datang dari arah tangan. Maka datanglah amal sedekah sambil berkata : Tidak ada jalan bagimu untuk mencabutnya dikarenakan dia telah banyak bersedekah dan menulis dengan pena serta menghantam lehernya orang-orang kafir.

Baca lebih lanjut

Jawabnya Ruh

Posted in Mengingat Surga & Neraka on Juni 25, 2009 by riy4nti

Telah datang dalam hadits, bahwa malaikat Maut ketika hendak mencabut nyawa orang mukmin, maka nyawa itu berkata : Aku tidak akan menurut engkau selama kamu tidak diperintah untuk itu. Lalu malaikat berkata : Aku telah diperintahnya. Maka ruh itu minta tanda bukti sambil berkata : Sesungguhnya Tuhanku yang menciptakan aku dan memasukkan aku ke dalam jasadku sedang engkau tidak ada pada waktu itu, lalu sekarang engkau hendak mengambilku. Maka kembalilah malaikat Maut ke hadapan Allah. Lalu Allah berfirman : Benarkah engkau akan mencabut nyawa hamba-Ku? Malaikat Maut berkata : Tuhanku, sungguh hamba-Mu berkata begini dan minta tanda bukti dariku. Allah berfirman : Benar ruh hamba-Ku.

Kemudian Allah berfirman : Hai malaikat Maut, pergilah engkau ke dalam surga, dan ambillah buah apel, yang disitu terdapat pertanda-Ku, perlihatkanlah kepada ruh hamba-Ku. Maka ia pergi ke surga dan mengambil buah apel di situ terdapat tulisan “Bismillaahir Rohmaanir Rohim”. Maka jika ia memperlihatkannya kepada nyawanya si hamba, keluarlah nyawanya dengan giat dan merasa enak serta tampak jernih.

Dewi Sandra – Kapan Lagi Bilang I Love You

Posted in Lirik lagu yang paling Gue suka saat Posi2 HatiQ bla bla bla on Juni 25, 2009 by riy4nti

Kau pernah bilang aku
Setengah matimu mengejar cintaku
Tapi sekarang kamu bukanlah kekasih yang ku kenal dulu
Kau berubah semakin jauh
Sudah tak mencintaiku lagi

Reff :
Kapan lagi kau puji diriku
Seperti saat engkau mengejarku
Kapan lagi kau bilang I love you
I love you yang seperti dulu
Yang dari hatimu

Kapan lagi kau puji diriku
Seperti saat engkau mengejarku
Kapan lagi kau bilang I love you
I love you yang seperti dulu

Pokokna yang melancolis suka begete dech ^^

Sesungguhnya Allah Mau Membeli

Posted in Majelis Pertemuan Orang-orang Mukmin on Juni 9, 2009 by riy4nti

Ini adalah transaksi yang tertulis, perjanjian yang dikuatkan, dagangan yang ditawarkan, dan kepala yang dijual.

Pihak yang membeli adalah Allah SWT.

…Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah.” (QS. An-Nisaa’ (4) : 122)

Siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Pihak yang menjual adalah orang-orang mukmin pengunjung Badar, Uhud, dan semua peperangan yang terkenal, tercatat dalam sejarah, lagi terbukti kebenarannya.

Dagangan yang ditawarkan adalah surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Barang siapa yang masuk ke dalamnya, maka ia tidak akan tua, tidak akan menyesal, tidak akan pudar kemudaannya, dan tidak akan layu.

Harganya adalah kepala orang-orang yang mengerjakan shalatnya, yang terbang dari tubuhnya karena disabet oleh pedang, dan ususnya berhamburan karena tertusuk oleh tombak. Pernahkah Anda mendengar jual beli yang lebih tepat, lebih berharga, lebih indah, lebih sempurna, lebih cemerlang, dan lebih lembut daripada ini.

Ahmad yang menandatanganinya

kepada para pahlawan umatnya

dan Allah yang menurunkan janji dan transaksinya

Harta benda, jiwa, kehormatan, tengkorak kepala, dan darah, semuanya adalah milik yang menciptakannya. Semuanya ada pada kita hanyalah sebagai pinjaman, maka pemilik yang sebenarnyalah yang lebih berhak dengannya.

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya….” (QS. An-Nisaa’ (4) : 58)

Sebenarnya kita tidak memiliki sesuatu pun dan tidak pula disertai dengan sesuatu pun. Semuanya adalah pemberian, hibah, dan anugerah dari Allah belaka. Dia yang menciptakan, yang memberi rizki, yang memaafkan, yang menutupi kesalahan, yang memiliki sifat lembut, dan yang memberi jaminan.

Barang siapa yang kikir dengan raganya di jalan Allah, berarti dia merampasnya dari jalan Allah dan menurunkan harganya serta pergi dengan terhina.

Banyak jiwa

yang merasakan kematian dengan terbunuh

tetapi tidak pernah melihat

bagaimana cara mati yang mulia lagi terhormat

Pelepas Ikatan Syetan

Posted in Tahukah Anta...??? on Juni 8, 2009 by riy4nti

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda : Apabila seseorang tidur, syetan mengikat tengkuk lehernya dengan tiga ikatan. Di setiap ikatan tersebut syetan menepuk atau mengelus dengan mengucapkan, “Tidurlah semalaman suntuk.” Jika orang tersebut lalu menyebut Allah azza wa jalla, maka lepaslah satu ikatan. Ketika orang tersebut berwudhu, lepaslah dua ikatan. Ketika orang tersebut shalat, maka lepaslah sama sekali seluruh ikatan, sehingga di pagi hari orang tersebut giat dan badannya terasa enak. Kalau tidak, maka badannya terasa tidak enak dan bermalas-malasan.

Penyebab Kerasnya Hati Manusia

Posted in Buletin Al-Hidayah on Juni 5, 2009 by riy4nti

Seorang salaf berkata : “Tidak ada seorang hamba, kecuali ia mempunyai dua mata di wajahnya untuk memandang seluruh urusan dunia dan mempunyai dua mata hati untuk melihat seluruh perkara akhirat. Jika Allah menghendaki kebaikan seorang hamba, maka Dia membuka kedua mata hatinya dan jika Dia menghendaki selain itu, maka Dia biarkan si hamba sedemikian rupa (tidak mampu melihat dengan mata hati).”

Urusan dunia akan semakin rumit, bila terjadi hal-hal demikian :

* Lalai

Lalai merupakan penyakit yang berbahaya apabila telah terlanjur di dalam hati dan bersarang di dalam jiwa. Karena akan berakibat pada anggota badan saling mendukung untuk menutup pintu hidayah, sehingga hati akhirnya menjadi terkunci. Allah memberitahukan, bahwa orang lalai adalah mereka yang memiliki hati yang keras membatu, tidak mau lembut dan lunak, tidak mempan dengan berbagai nasihat. Mereka punya mata tapi tidak dapat melihat kebenaran setiap perkara, tidak mampu membedakan antara yang bermanfaat dan membahayakan.

* Kawan yang buruk

Ini juga merupakan salah satu sebab terbesar yang mempengaruhi kerasnya hati seseorang. Orang yang hidupnya di tengah gelombang kemaksiatan dan kemungkaran, bergaul dengan manusia yang banyak berkubang dalam dosa, banyak bergurau dan tertawa tanpa batas, maka sangat memungkinkan akan terpengaruh kondisi tersebut.

* Terbiasa dengan kemaksiatan dan kemungkaran

Dosa merupakan penghalang seseorang untuk sampai kepada Allah. Ia merupakan pembegal perjalanan menuju kepada-Nya, serta membalikkan arah perjalanan yang lurus. Kemaksiatan meskipun kecil, terkadang memicu terjadinya bentuk kemaksiatan lain yang lebih besar dari yang pertama, sehingga semakin hari makin terpuruk tanpa terasa. Dianggapnya hal itu biasa-biasa aja, padahal satu persatu kemaksiatan tersebut masuk ke dalam hati, sehingga menjadi sebuah ketergantungan yang amat berat untuk dilepaskan. Maka melemahlah kebesaran dan keagungan Allah di dalam hati.

* Melupakan maut, sakarat, kubur dan kedahsyatannya

Termasuk seluruh perkara akhirat baik berupa adzab, nikmat, timbangan amal, mahsyar, shirat, surga dan neraka. Bila semua hal itu telah dilupakan dalam hati manusia, maka akan tampaklah kekerasan hati manusia untuk mendapatkan nasihat.

* Melakukan hal-hal yang dapat merusak hati

Kekerasan hati manusia berpangkal pada lima hal, yaitu : banyak bergaul dengan sembarang orang, panjang angan-angan, bergantung pada selain Allah, berlebihan makan dan tidur.

Cinta Jauh Dari Seks

Posted in Memahami Makna CINTA on Juni 2, 2009 by riy4nti

Shapartes berpendapat bahwa hubungan cinta tanpa seks mungkin saja terjadi antara seorang pria dan wanita.

Walaupun terdapat perbedaan yang sangat besar antara pemahaman cinta dan seks, tetapi tidak dapat dibayangkan hubungan cinta -yang erat dan sangat spesial- tanpa seks.

Hubungan erat dan spesial antara pria dan wanita pasti menginjak ke beberapa makna seksual, sebab hubungan seperti ini membuat seseorang manusia dengan segenap kemanusiaannya condong pada seseorang tertentu. Ini adalah perkara yang dapat dipastikan seks ada di dalamnya.

Akan tetapi, dorongan seksual hanya sebagian dari perasaan seorang pecinta, dibandingkan perasaan-perasaan indah yang menyatukannya dengan orang yang dicintainya dan mengikat dengan jalinan jiwa dan ruh antara dua orang yang saling mencintai. Bahkan ketika seks tidak lagi ada karena sebab-sebab yang tidak bisa dielakkan, sesungguhnya matahari cinta tidak akan pernah tenggelam. Barangkali ini membuktikan betapa kuat dan dalamnya cinta itu, juga betapa hebatnya menghujam di dalam jiwa. Seks memang dapat menambah erat hubungan, namun jika seks tidak ada lagi, kadar dan ketulusan cinta tetap tidak berkurang.

Di antara kisah menarik yang menguatkan hal di atas adalah kisah kehidupan politik Dazrail yang hidup di dalam surga kenikmatan berkat istrinya, Mary Ann, seorang istri yang sepertinya hidupnya hanya untuk suami, sampai dia terbaring lemah akibat kanker usus.

Dalam keadaan seperti itu pun dia terus berjuang hingga tidak membuat panik kekasihnya, sampai keduanya berusia senja dengan segala kelemahannya. Masing-masing dari mereka tidak bisa lagi membantu yang lain. Mereka hanya bisa melakukan surat menyurat dari satu kamar ke kamar yang lain.

Suami yang sudah lemah itu pernah menulis surat kepada kekasihnya sebagai berikut : “Menurutku, rumah kita nanti adalah rumah sakit. Akan tetapi bagiku, berada di rumah sakit bersamamu lebih baik daripada berada di istana tanpamu.”

Suatu kali istri berkata kepada teman-temannya : “Berkat kebaikannya, sepanjang hidupku penuh kebahagiaan.” Lalu suami menambahkan : “Kami telah menikah sejak tiga puluh tahun yang lalu. Selama itu, aku tidak pernah merasa bosan sedikit pun.”

Selama tiga puluh tahun itu, kedua suami istri ini mendapatkan kebahagiaan berumah tangga yang tidak dapat dinilai dengan uang, walaupun sakit menimpa mereka dan tanpa kelezatan fisik. Rumah yang mengumpulkan dua tubuh yang lemah itu menjadi surga yang sangat nyaman bagi jiwa mereka, surga yang dirindukan Dazrail setelah kematian istrinya.

Setelah kematian istrinya, dia tidak lagi merasakan kehangatan tempat tinggal. Dia pernah berkata kepada supir pribadinya : “Antar aku ke rumah.” Tidak lama setelah mengatakan itu, dia baru teringat bahwa dia sudah tidak lagi memiliki rumah (seperti dulu). Maka air matanya pun mengalir seakan ingin menggambarkan kesedihannya.

Apabila ada cinta tanpa seks, maka itu termasuk dalam bab kasih sayang yang dapat saja dibayangkan keberadaannya di antara dua makhluk, baik satu jenis maupun berbeda jenis. Namun cinta berbeda jenis adalah tema di luar tema cinta antara dua jenis yang sama (manusia dengan manusia) yang kita bahas di sini.