Niat Sebagai Kontrol Nilai Ibadah


Niat menurut pengertian fiqh, menyengaja melakukan perbuatan dengan penuh kesadaran, misalnya ketika saya mengatakan kemu tampan, kamu hebat, dan kamu pintar, sekilas perbuatan ini akan tampak sama dengan ucapan yang sama dengan ucapan orang lain. Akan tetapi kalau kita perhatikan, kemungkinan sangat berbeda dengan nilai etis yang muncul dari dalam dirinya. Apakah seseorang mengatakan itu berasal dari hatinya atau hanya berpura-pura, atau hanya iseng mengatakan seperti itu, karena tidak enak kalau tidak memuji dia. Sebagian lainnya mungkin memang mengucapkan itu dengan kesadarannya bahwa ia memang tampan, ganteng, simpatik, hebat dan pintar, sehingga keluar dari mulut bersamaan dengan getaran hatinya yang bisa dirasakan oleh yang dipuji, pujian itu begitu murni dalam jiwa dan inilah yang dimaksud dengan niat yang sebenarnya. Rasulullah menegaskan dalam sebuah hadits mutawatir sebagai berikut : “Sesungguhnya segala perbuatan itu disertai dengan niat. Dan seseorang diganjar sesuai dengan niatnya.” (HR. BUkhori Muslim).

Perbuatan ditinjau dari suasana batin subjeknya ada dua, yaitu :

  • Perbuatan oleh diri sendiri

Yaitu tindakan yang dilakukan oleh diri sendiri dalam situasi bebas. Perbuatan oleh diri sendiri ini ada dua :

  1. Perbuatan sadar, yang dimaksudkan adalah tindakan yang benar-benar dilakukan dan dikehendaki oleh pelakunya sendiri, tindakan ini telah dipilihnya berdasarkan pada kemauan sendiri, yaitu kemauan bebasnya. Dan perbuatan ini merupakan tindakan yang dilakukan tanpa tekanan atau ancaman.
  2. Perbuatan tidak sadar, yang dimaksudkan adalah tindakan yang terjadi begitu saja di luar kontrol sukmanya, tanpa tekanan dan paksaan. Perbuatan tidak sadar ini bisa terjadi pada saat subjek sedang dalam keadaan sadar, sehingga perbuatan tersebut dinamakan gerak refleks. Keadaan ini biasa terjadi juga ketika kita melaksanakan sholat, dimana waktu mengucapkan surat maupun pujian kepada Allah, kita tidak menyadarinya. Akan tetapi uniknya, secara refleks mulut mengucapkan ayat demi ayat serta tubuh melakukan gerakan-gerakan sholat tanpa kekeliruan sama sekali, padahal kita tidak menyadarinya sampai sholat berakhir.

  • Perbuatan oleh pengaruh luar

Perbuatan yang terjadi akibat pengaruh orang luar, mempunyai corak yang berlainan. Dan sangat tergantung dari pihak yang mempengaruhinya. Kuat lemahnya alasan dari pihak luar, akan menentukan bentuk pengaruh yang terjadi, sehingga pengaruh ini bisa berupa saran, anjuran, nasihat, tekanan, paksaan, peringatan, ancaman, dan lain-lain. Paksaan dan ancaman tidak memberikan hak pilih secara bebas kepada subjek, ia harus melakukan suatu di luar keinginannya, sehingga ia akan terpaksa berbuat.

3 Tanggapan to “Niat Sebagai Kontrol Nilai Ibadah”

  1. betul.. itulah mengapa hadist mengenai niat ada di urutan pertama dalam kumpulan hadist arba’in…

    salam😉

  2. yang ada malah niat ga pernah mendapat respon sesuai dengan apa yang diniati from the beginning.
    tambah kacrut lagi kalo yang bersangkutan malah ora rumongso blas

  3. Hati….emang ga ada yg bisa menebak hati orang lain, jauh2 sm orang lain terkadang diri qt sendiri bingung dengan hati qt…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: