Beribadah dengan Cinta di Mihrab Cinta


Islam telah memberikan kesempatan kepada kita untuk menikmati kehidupan dunia ini dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, serta untuk melakukan apa yang kita sukai. Akan tetapi, hal itu harus dilakukan sesuai dengan aturan yang telah disyari’atkan, tidak boleh menyimpang, dan tidak boleh berlebih-lebihan.

Nabi Muhammad SAW merupakan terjemah hidup untuk Kitab Allah. Meskipun seorang nabi, beliau juga seorang manusia biasa. Bahkan setelah menerima tugas kenabian, beliau tetap seorang manusia dengan segenap sifat kemanusiaannya. Beliau tetap seorang manusia yang senang dengan kenikmatan dunia yang baik-baik. Kehidupan beliau tetap di dunia manusia, namun jiwa beliau terbang ke alam yang tinggi. Beliau selalu melihat Allah di setiap apa yang beliau lakukan, dan inilah inti ajaran agama itu.

Oleh karena itu, agama Muhammad SAW adalah agama yang manusiawi, sebuah agama yang tidak hanya memahami jiwa manusia dan gejolaknya, namun juga membawa keduanya ke puncak ibadah. Artinya, agama ini tidak hanya membolehkan pemuasan hasrat seksual, namun justru menganjurkannya selama dalam ridha Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: