Sebenarnya Cinta Merupakan Latihan Untuk Menjaga Diri


Melawan fitnah bukan hanya dengan menjauhinya, justru dengan mempelajarinya dan melakukan latihan agar dapat melewatinya dan tidak terjerumus ke dalam jebakannya. Tidak diragukan lagi bahwa seks itu merupakan fitnah (cobaan), begitu juga harta dan anak. Semua merupakan nikmat-nikmat Allah yang digambarkan dalam firman Allah sebagai fitnah. Akan tetapi, terhadap fitnah seks, kita harus membuat beberapa langkah yang tegas dan tindak kehati-hatian, serta membangun beberapa strategi penyelamatan diri. Inilah yang dapat melemahkan perlawanan yang sesungguhnya dari fitnah tersebut.

Sesungguhnya kita mempelajari sikap menjaga diri bukan hanya karena kita diperintahkan untuk bersikap demikian. Kita tidak akan menjadi orang yang mulia dan berakhlaq hanya dengan membicarakan tentang kemuliaan dan akhlaq tersebut. Pengetahuan yang dalam dan pemahaman yang benar, kemudian mempraktekkannya secara nyata dan membiasakannya dalam keseharian adalah satu-satunya strategi yang dapat memberikan kepada kita sistem pertahanan yang cukup kuat dalam menghadapi fitnah. Selain itu, juga merupakan strategi yang dapat mengeluarkan kita dari “neraka” kemurkaan Allah SWT kepada kenikmatan ridha dan cinta-Nya.

Praktek sikap menjaga diri secara serempak yang dilakukan seluruh lapisan masyarakat, walaupun hal ini seperti mimpi yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, merupakan sebuah ide yang bertujuan untuk meluruskan pemahaman tentang cinta dan menghidupkan budaya menjaga diri dan kesucian jiwa sebagai lawan dari budaya telanjang dan seks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: