Akibat Kejahatan Para Penipu


Banyak pemuda dan pemudi pada masa sekarang ini yang terjatuh ke dalam lembah kehinaan dan kekejian dengan mengatas-namakan cinta. Perasaan-perasaan mereka telah ternodai oleh pemikiran-pemikiran sesat yang hanya memperhatikan fisik dan kenikmatan lahir semata. Benak mereka telah terpenuhi oleh khayalan-khayalan berbahaya yang dapat mendorong kepada kemaksiatan serta menjauhkan mereka dari jalan yang lurus dengan tujuan agar mereka terjerumus ke dalam lembah dosa dan kejahatan. Mereka benar-benar lupa akan nilai moral dan kebaikan.

Sungguh ini merupakan satu hal yang sangat memperihatinkan, di mana para pemuda yang sebenarnya masih suci itu mau mempercayai perkataan orang-orang yang memiliki kemampuan dalam menipu dan menyesatkan manusia. Orang-orang seperti ini muncul di tengah-tengah masyarakat dengan berkedok sebagai penasihat yang peduli terhadap kepentingan para pemuda, baik yang berkenaan dengan kesehatan jasmani maupun rohani. Mereka juga memperlihatkan dirinya sebagai orang-orang yang suci, padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang paling bejat. Dengan mengatasnamakan seruan mereka yang penuh kepalsuan, mereka hanya menjadikan aspek seks sebagai inti cinta. Kekuatan ini berhasil menguasai akal para pemuda, hingga dalam benak mereka sesuatu yang keji berubah menjadi yang mulia, kemudian sesuatu yang kotor pun berubah menjadi salah satu bentuk cinta suci.

Pemahaman terbaik tentang makna cinta dan pengorbanan itu telah mendorong terciptanya iklim budaya yang kotor dan sakit, budaya yang menjunjung tinggi hasrat seksual, serta budaya yang melemparkan para pemuda ke dalam neraka kelezatan dan kenikmatan sesaat. Akibatnya, tidak ada yang mereka pedulikan selain perasaan yang menyala-nyala dan kerinduan yang bergejolak itu. Mereka bak hidup dalam mimpi. Mereka berkhayal dan membayangkan apa yang terlintas dalam benak mereka, yang membuat mereka menjauh dari alam nyata dan meninggalkan “langit” kreativitas dan produktivitas. Mimpi-mimpi itu telah menyebabkan jiwa muda mereka enggan untuk berbuat dan berkreasi. Demikianlah, mereka benar-benar telah terbuai oleh mimpi-mimpi, perbuatan-perbuatan, dan perkataan-perkataan yang indah.

Selain itu, seruan yang menanamkan pentingnya pemuasan hasrat seksual dalam diri dan pikiran para pemuda, juga berhasil memaksa sebagian besar pemuda dan pemudi untuk tunduk di hadapan keinginan yang menggebu-gebu dan hasrat seksual yang begitu menggelora itu. Satu hal yang benar-benar menyakitkan hati kita adalah bahwa semua kedustaan itu mereka lakukan atas nama cinta.

Satu Tanggapan to “Akibat Kejahatan Para Penipu”

  1. love is not always about sex.. betul?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: