Kebaikan Berawal dari Hal Yang Tidak Disukai


Karena ketidakmampuannya, seorang hamba tidak tahu apa yang telah terjadi. Yang dilihatnya adalah hanya hal-hal yang lahiriah saja, sedangkan hal-hal yang tersembunyi hanya Allah-lah yang tahu. Betapa banyak cobaan ternyata adalah karunia, dan betapa banyak bencana yang kemudian menjelma menjadi nikmat. Yang pada dasarnya kebaikan itu dibungkus oleh hal-hal yang tidak disukai.

Bapak kita, Adam makan buah dari pohon yang dilarang, tidak taat kepada Rabb-nya. Oleh karenanya, Adam kemudian diturunkan ke bumi. Secara lahiriah, permasalahan itu menunjukkan bahwa Adam meninggalkan hal yang paling baik dan paling benar, dan bahwa ia masuk dalam wilayah yang tidak disukainya.

Tapi ternyata akibatnya adalah kebaikan yang sangat agung, dan keutamaan yang sangatlah besar. Dengan kejadian itu, Allah menerima taubatnya, memberikan hidayah kepadanya, dan memilihnya sebagai Nabi. Selanjutnya, dari tulang rusuknya Allah menurunkan para Rasul, Nabi, Ulama’, Syuhada, Wali dan lain sebagainya.

Sebelum kejadian itu, yang dilakukan Adam hanya bersenang-senang, makan dan minum, yang merupakan kecenderungan umat manusia pada umumnya, tidak punya greget dan obsesi untuk berbuat dan melakukan sesuatu. Karena memang segala yang dibutuhkannya telah tersedia dalam surga (tempat tinggal sementara).

Tapi setelah kejadian yang sangat tidak disukai itu, Adam dapat mengambil hikmahnya, dan berubah total dari keadaannya yang semula, akhirnya ia pun dipilih dan didaulah oleh Allah menjadi Nabi dan diberi petunjuk, sehingga ia menjadi agung, kedudukannya terangkat, dan kemuliaannya menjadi sangat tinggi.

Dengan demikian, memang benar kebaikan yang kita inginkan memang berasal dari hal yang tidak disukai, kita harus bersusah payah dulu untuk dapat menggapainya. Segala hal yang buruk akan terjadi pada kita untuk awalnya, anggaplah itu wajar dan itulah syarat bagi kita untuk mendapatkan kebaikan yang kita inginkan. Karenanya, kita akan dapat memetik dari hal itu, bahwa dalam kehidupan ini tidak ada yang mustahil, namun tidak ada yang mudah untuk diraih. Semuanya berjalan seimbang dan selaras dengan takdir yang Maha Kuasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: