Arsip untuk April, 2009

Penyakit Jiwa

Posted in Buletin Al-Hidayah on April 23, 2009 by riy4nti
  1. Al-Riya’

    Maksudnya adalah pamer terhadap apa yang dimiliki atau dilakukan. Dalam hal ini termasuk tipuan, syirik yang tersebunyi dan munafik.

  2. Al-Ghodhob

    Merupakan kekuatan setan yang senantiasa memancarkan api permusuhan dan iri hati.

  3. Al-Ghoflah wa al-Nisyan

    Adalah sebuah sifat, sikap dan tindakan yang lupa terhadap apa yang dimiliki dan diketahui serta apapun yang seharusnya ia lakukan.

  4. Al-Wasawis

    Merupakan kondisi jiwa yang terpaksa yang berwujud dalam bentuk perasaan yang bercampur-baur atau melaksanakan suatu pekerjaan dengan penuh keterpaksaan dan khawatir akan kegagalan serta kesalahan.

  5. Al-Yais wa al-Qonuth

    Merupakan bentuk sikap mengakibatkan terputusnya cita-cita dan harapan. Penderitanya tidak mengharapkan apapun di masa depan, karena ia merasa sudah tidak ada harapan lagi baginya.

  6. Al-Thama’

    Merupakan sifat dan sikap serakah dan tidak mau mengalah kepada orang lain.

  7. Al-Ghurur

    Tertipu dengan urusan duniawi misalnya materialisme (cinta dunia), individualisme (tidak tahu menahu tentang orang lain) maupun urusan ukhrawi seperti syirik, kufur, nifaq dan sebagainya.

  8. Al-‘Ujub

    Membanggakan atau menyombongkan diri terhadap apa yang sudah dimilikinya.

  9. Al-Hasud

    Sebuah sikap iri hati dan dengki terhadap kepunyaan orang lain, dan tidak suka kepada orang lain yang mendapatkan kesuksesan.

  10. Al-Namimah

    Sebuah sikap mengadu domba orang lain, dengan menceritakan kejelekan orang lain.

  11. Al-Kibr

    Sebuah sikap sombong, dengan melecehkan yang lain dan merasa tinggi.

  12. Al-Khusumat

    Senantiasa bermusuhan dan selalu mendendam terhadap orang lain.

  13. Al-Kidzb (selalu berdusta).

  14. Al-Ghibah (selalu mencari-cari kesalahan-kesalahan orang lain).

Iklan

Niat Sebagai Kontrol Nilai Ibadah

Posted in Buletin Al-Hidayah, Motivation on April 23, 2009 by riy4nti

Niat menurut pengertian fiqh, menyengaja melakukan perbuatan dengan penuh kesadaran, misalnya ketika saya mengatakan kemu tampan, kamu hebat, dan kamu pintar, sekilas perbuatan ini akan tampak sama dengan ucapan yang sama dengan ucapan orang lain. Akan tetapi kalau kita perhatikan, kemungkinan sangat berbeda dengan nilai etis yang muncul dari dalam dirinya. Apakah seseorang mengatakan itu berasal dari hatinya atau hanya berpura-pura, atau hanya iseng mengatakan seperti itu, karena tidak enak kalau tidak memuji dia. Sebagian lainnya mungkin memang mengucapkan itu dengan kesadarannya bahwa ia memang tampan, ganteng, simpatik, hebat dan pintar, sehingga keluar dari mulut bersamaan dengan getaran hatinya yang bisa dirasakan oleh yang dipuji, pujian itu begitu murni dalam jiwa dan inilah yang dimaksud dengan niat yang sebenarnya. Rasulullah menegaskan dalam sebuah hadits mutawatir sebagai berikut : “Sesungguhnya segala perbuatan itu disertai dengan niat. Dan seseorang diganjar sesuai dengan niatnya.” (HR. BUkhori Muslim).

Perbuatan ditinjau dari suasana batin subjeknya ada dua, yaitu :

  • Perbuatan oleh diri sendiri

Yaitu tindakan yang dilakukan oleh diri sendiri dalam situasi bebas. Perbuatan oleh diri sendiri ini ada dua :

  1. Perbuatan sadar, yang dimaksudkan adalah tindakan yang benar-benar dilakukan dan dikehendaki oleh pelakunya sendiri, tindakan ini telah dipilihnya berdasarkan pada kemauan sendiri, yaitu kemauan bebasnya. Dan perbuatan ini merupakan tindakan yang dilakukan tanpa tekanan atau ancaman.
  2. Perbuatan tidak sadar, yang dimaksudkan adalah tindakan yang terjadi begitu saja di luar kontrol sukmanya, tanpa tekanan dan paksaan. Perbuatan tidak sadar ini bisa terjadi pada saat subjek sedang dalam keadaan sadar, sehingga perbuatan tersebut dinamakan gerak refleks. Keadaan ini biasa terjadi juga ketika kita melaksanakan sholat, dimana waktu mengucapkan surat maupun pujian kepada Allah, kita tidak menyadarinya. Akan tetapi uniknya, secara refleks mulut mengucapkan ayat demi ayat serta tubuh melakukan gerakan-gerakan sholat tanpa kekeliruan sama sekali, padahal kita tidak menyadarinya sampai sholat berakhir.

  • Perbuatan oleh pengaruh luar

Perbuatan yang terjadi akibat pengaruh orang luar, mempunyai corak yang berlainan. Dan sangat tergantung dari pihak yang mempengaruhinya. Kuat lemahnya alasan dari pihak luar, akan menentukan bentuk pengaruh yang terjadi, sehingga pengaruh ini bisa berupa saran, anjuran, nasihat, tekanan, paksaan, peringatan, ancaman, dan lain-lain. Paksaan dan ancaman tidak memberikan hak pilih secara bebas kepada subjek, ia harus melakukan suatu di luar keinginannya, sehingga ia akan terpaksa berbuat.

Anima – Andai Saja

Posted in Lirik lagu yang paling Gue suka saat Posi2 HatiQ bla bla bla on April 21, 2009 by riy4nti

Nie salah satu lg yg aku suka juga, penantian kepada seseorang yg t’lah mmpunyai kekasih, ku hanya bisa berandai-andai az tuk bisa bersamanya weew..kacian dech q xixixixi tapedech!! -_-!

Andai saja kau masih sendiri
Ku akan jadi bagian hidupmu
Karena aku pun kini sendiri
Sendiri

Yang sesungguhnya kau telah berdua
Bahagia dengan dirinya
Aku hanya bisa bersedih
Bersedih

Andai saja aku jadi milikmu
Andai saja kau pun mencintaiku
Ku kan akhiri kesendirianku
Ini

Yang sesungguhnya kau telah berdua
Bahagia dengan dirinya
Aku hanya bisa bersedih
Bersedih

~{}~

Andai saja aku jadi milikmu
Andai saja kau pun mencintaiku
Ku kan akhiri kesendirianku
Ini

Andai saja kamu putus dengannya
Andai saja kau akhiri dengannya
Ku kan gantikan dirinya untukmu
Jadi kekasihmu

Andai saja aku masih sendiri
Andai saja aku mencintaimu
Ku kan gantikan dirinya untukmu
Jadi kekasihmu

D’MASIV – Ilfill (Manusia Tak Berharga)

Posted in Lirik lagu yang paling Gue suka saat Posi2 HatiQ bla bla bla on April 21, 2009 by riy4nti

Hmmm lirik yg uke begete…smuanya tak kan berakhir saat smuanya terkhianati olehmu…semangat2 plend!!!

Nie dia liriknya….^_^

Kau Buat

Dirimu Seakan Paling Sempurna
Dan Ku Tak Tahu Apa Yang Kau Pikirkan
Yang Kau Inginkan

Dan Akhirnya
Segalanya Telah Terungkap Semua
Kau Tak Lebih Dari Manusia Tak Berharga
Aku Terluka

Nafas Benci Ku Terlahir
Saat Kemunafikan Dirimu Terungkapkan
Ooo…Jangan Pikir Aku Kan Bersedih
Meski Kau Telah Khianati Cintaku Yang Terdalam

Dan Akhirnya Segalanya Telah Terungkap Semua
Kau Tak Lebih Dari Manusia Tak Berharga
Aku Terluka

Nafas Benci Ku Terlahir
Saat Kemunafikan Dirimu Terungkapkan
Ooo…Jangan Pikir Aku Kan Bersedih
Meski Kau Telah Khianati Cintaku Yang Terdalam

Chorus :

Kau Sakiti Aku
Khianati Aku
Kau Sakiti Aku
Khianati Aku

Jujurlah Wahai Penyeru Pergaulan Bebas

Posted in Memahami Makna CINTA on April 17, 2009 by riy4nti

Di antara hakikat yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan, dibuktikan oleh eksperimen, dan disimpulkan oleh para ahli di seluruh penjuru dunia, adalah bahwa hasrat seksual bukanlah sebuah tuntutan seperti yang digambarkan oleh para penyeru pemikiran modern dan penyebar kekejian. Seseorang bisa saja mengendalikan hasrat dan kecenderungan seksualnya, bukan dengan cara mengekangnya, namun dengan cara meluruskan dan mengatur hingga tidak menzhalimi sifat-sifat jiwa manusia lainnya.

Peta jiwa manusia itu sangat beragam. Satu bagian tidak boleh menzhalimi bagian yang lain. Justru ketertiban dan keserasian di antara bagian-bagian itu adalah satu-satunya jalan untuk mewujudkan kehidupan jiwa yang aman dan stabil. Di antara hal yang baik bagi manusia adalah tetap menstabilkan perasaan dan gejolaknya sampai dia menyalurkannya di tempat yang benar dan menikmatinya bersama orang yang benar.

Sementara itu, para penyeru kebebasan, orang-orang yang mengaku berbudaya modern, dan para penjual kenikmatan, hanya memetingkan pemuasan hasrat seksual dan melupakan bagian-bagian jiwa manusia yang lain. Inilah yang menjatuhkan nilai manusia lebih rendah daripada binatang yang tidak sibuk dengan seks sepanjang hidupnya. Bahkan ilmu hewan menegaskan bahwa ada beberapa hewan, diantaranya beberapa jenis burung, yang hanya kawin di musim dan waktu tertentu, sedangkan selain musim dan waktu itu mereka tidak peduli dengan seks.

Para ahli seksologi sepakat bahwa tidak melakukan hubungan intim dalam waktu yang lama tidak akan mempengaruhi kesehatan, baik fisik maupun mental. Akan tetapi, harus dibedakan antara tidak melakukan hubungan intim karena terpaksa dan tidak melakukannya karena keinginan dan rencana yang disusun seseorang dalam hidupnya.

Tidak melakukan hubungan intim karena alasan pertama dapat mengakibatkan hal-hal yang merugikan, seperti mengidap penyakit dan penyimpangan kejiwaan yang sangat berbahaya. Adapun tidak melakukannya karena alasan kedua, atau karena menjaga diri, maka ini tidak akan mengakibatkan bahaya sedikit pun.

Sejarah kehidupan Nabi SAW membuktikan hakikat itu. Kehidupan beliau -sampai usia dua puluh lima tahun- adalah kehidupan seorang pemuda bujangan yang tenang, suci, lagi jauh dari wanita. Beliau hanya memfokuskan diri pada pekerjaan menggembala kambing di padang sahara dan menenggelamkan diri dalam renungan. Selama itu, tidak ada sedikit pun tempat bagi kesenangan dan wanita dalam pikiran dan perhatian beliau. Menjaga diri secara total adalah sifat beliau saat itu, yakni saat sebagian besar pemuda lainnya hidup bersama khayalan mendapatkan wanita cantik.

Pemuda yang dijanjikan dengan tugas besar ini (Muhammad SAW) hidup bersama mimpi agung yang ditunggu-tunggu. Siapa yang tahu apa yang memenuhi kepala pemuda Muhammad di usia itu? Akan tetapi, segala sesuatu menunjukkan bahwa nikah tidak sedikit pun terlintas dalam benak beliau. Istri dan wanita tidak pernah terpikirkan oleh beliau pada waktu itu.

Beliau hanya berjalan di jalur perenungan batin dan mimpi yang agung. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada pemuda mulia ini, seandainya bukan Khadijah ra yang pertama menawarkan diri untuk menikah dengan beliau?

Sesungguhnya saya percaya dengan sebuah hakikat bahwa cinta itu seperti penyakit cacar air yang suatu hari pasti akan menjangkiti Anda, atau sekarang sedang mengincar Anda. Siapa yang mengaku bahwa hatinya tidak memiliki cinta dan tidak senang dengan perasaan itu, maka sungguh dia telah berbohong. Akan tetapi, hal ini tergantung cara yang akan Anda pergunakan dalam berinteraksi dengan cinta, sesuai kemampuan Anda untuk belajar, begitu juga jenis budaya dan wawasan Anda.

Sesungguhnya pendidikan jiwa dapat menundukkan dan melatih hasrat seksual yang sama-sama dimiliki manusia dan binatang. Tidak ada yang berbeda antara manusia dan binatang, kecuali kemampuan manusia untuk melepaskan diri ikatan dan gejolaknya atau membiasakan diri meletakkan hasrat seksual di bawah pengaturan pikiran dan pengawasan akal. Dia juga dapat menggambarkan akibat buruk hasrat seksual yang liar terhadap masa depannya sebagai seorang individu dan masa depan masyarakat yang dia hidup di dalamnya.

Bila seorang manusia dapat meletakkan hasrat seksual ini di lingkaran yang logis dan menundukkannya di bawah pengawasan akal dan sanubari, hingga hasrat itu patuh kepada keinginannya, maka sejak itulah dia menjadi seorang manusia.

Beribadah dengan Cinta di Mihrab Cinta

Posted in Memahami Makna CINTA on April 16, 2009 by riy4nti

Islam telah memberikan kesempatan kepada kita untuk menikmati kehidupan dunia ini dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, serta untuk melakukan apa yang kita sukai. Akan tetapi, hal itu harus dilakukan sesuai dengan aturan yang telah disyari’atkan, tidak boleh menyimpang, dan tidak boleh berlebih-lebihan.

Nabi Muhammad SAW merupakan terjemah hidup untuk Kitab Allah. Meskipun seorang nabi, beliau juga seorang manusia biasa. Bahkan setelah menerima tugas kenabian, beliau tetap seorang manusia dengan segenap sifat kemanusiaannya. Beliau tetap seorang manusia yang senang dengan kenikmatan dunia yang baik-baik. Kehidupan beliau tetap di dunia manusia, namun jiwa beliau terbang ke alam yang tinggi. Beliau selalu melihat Allah di setiap apa yang beliau lakukan, dan inilah inti ajaran agama itu.

Oleh karena itu, agama Muhammad SAW adalah agama yang manusiawi, sebuah agama yang tidak hanya memahami jiwa manusia dan gejolaknya, namun juga membawa keduanya ke puncak ibadah. Artinya, agama ini tidak hanya membolehkan pemuasan hasrat seksual, namun justru menganjurkannya selama dalam ridha Allah SWT.

Sebenarnya Cinta Merupakan Latihan Untuk Menjaga Diri

Posted in Memahami Makna CINTA on April 15, 2009 by riy4nti

Melawan fitnah bukan hanya dengan menjauhinya, justru dengan mempelajarinya dan melakukan latihan agar dapat melewatinya dan tidak terjerumus ke dalam jebakannya. Tidak diragukan lagi bahwa seks itu merupakan fitnah (cobaan), begitu juga harta dan anak. Semua merupakan nikmat-nikmat Allah yang digambarkan dalam firman Allah sebagai fitnah. Akan tetapi, terhadap fitnah seks, kita harus membuat beberapa langkah yang tegas dan tindak kehati-hatian, serta membangun beberapa strategi penyelamatan diri. Inilah yang dapat melemahkan perlawanan yang sesungguhnya dari fitnah tersebut.

Sesungguhnya kita mempelajari sikap menjaga diri bukan hanya karena kita diperintahkan untuk bersikap demikian. Kita tidak akan menjadi orang yang mulia dan berakhlaq hanya dengan membicarakan tentang kemuliaan dan akhlaq tersebut. Pengetahuan yang dalam dan pemahaman yang benar, kemudian mempraktekkannya secara nyata dan membiasakannya dalam keseharian adalah satu-satunya strategi yang dapat memberikan kepada kita sistem pertahanan yang cukup kuat dalam menghadapi fitnah. Selain itu, juga merupakan strategi yang dapat mengeluarkan kita dari “neraka” kemurkaan Allah SWT kepada kenikmatan ridha dan cinta-Nya.

Praktek sikap menjaga diri secara serempak yang dilakukan seluruh lapisan masyarakat, walaupun hal ini seperti mimpi yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, merupakan sebuah ide yang bertujuan untuk meluruskan pemahaman tentang cinta dan menghidupkan budaya menjaga diri dan kesucian jiwa sebagai lawan dari budaya telanjang dan seks.