Sekilas Tentang Cinta One


Adalah suatu hal yang sudah mahfum bahwa kebanyakan dari kita mengenal kata “cinta”; entah sampai di mana pemahaman kita tentang dia, yang jelas kata tersebut pasti sudah pernah didengar atau diucapkan. Namun demikian, banyak pula diantara kita yang belum mengenal arti cinta yang sebenarnya, hakikat cinta, dan bagaimana merealisasikan hal tersebut dengan cara yang benar pula.

Cinta secara fitrah sudah ada dalam diri kita; dan merupakan suatu hal yang tidak benar jika kita menolak cinta ini hanya suatu sebab yang barangkali melukai hati kita. Kita semua memiliki cinta dan cinta yang ada dan terpendam dalam diri kita memang harus kita ketahui keberadaannya, kita kenali, kita bebas lepaskan, untuk selanjutnya kita berikan kepada yang berhak menerimanya. Karena itu, tidaklah benar jika kita menunggu datangnya cinta mengunjungi kita, sedangkan sebenarnya cinta itu ada dalam diri kita.

Cinta adalah sesuatu yang harus dipahami. Memahami kata cinta serta mempelajari hal-hal yang dapat menumbuhkan cinta akan membantu Anda dalam menambah kekuatan agar Anda menjadi seorang pecinta yang sejati. Karena itu, berbagai macam tuntutan kecerdasan, kelenturan, kesensitifan, ketulusan, kelapangan dada, dan keteguhan seyogyanya Anda miliki agar cinta itu berkembang tumbuh subur dalam hati Anda, sehingga semakin subur cinta, maka Anda semakin banyak kebaikan yang akan Anda peroleh.

Berapa banyak krisis yang sedang kita alami, namun ada satu krisis yang jauh lebih berat daripada krisis-krisis tersebut. Krisis ini telah membuat hidup kita kacau dan telah menjerumuskan kita ke dalam “lautan” perdebatan, yang hanya akan menenggelamkan kita dalam samudera keragu-raguan, ketidakpercayaan, dan ketidakmampuan dalam berinteraksi secara baik dengan nilai-nilai kehidupan. Krisis ini adalah krisis kesalah-pahaman yang telah menjadikan kita melihat segala makna yang ada dalam kehidupan hanya sebatas kulitnya saja, tanpa mau melihat isinya.

Di antara makna indah dalam kehidupan ini, yang dapat menjadikan hidup kita sebagai sesuatu yang bernilai, adalah cinta, sebuah perasaan yang tanpanya seseorang tidak akan dapat hidup dan tidak akan dapat melihat makna kehidupan.

Siapakah yang telah memberikan kepada Anda akal yang dapat berpikir dan hati yang dapat mencintai? Siapakah yang telah menanamkan dalam diri Anda sejumlah perasaan indah yang dapat menghilangkan kelemahan dalam diri Anda serta dapat membangkitkan kekuatan dan kemampuan untuk berbuat dan berprestasi?

Sesungguhnya Dia adalah Allah SWT. NIkmat-nikmat-Nya yang begitu besar hanyalah pantas dibalas dengan cara memberikan cinta Anda yang paling besar kepada-Nya, kepada Dzat-Nya Yang Mahatinggi yang telah memberi Anda kemampuan untuk mencintai.

Dari rasa cinta Anda kepada-Nya yang tak ubahnya seperti sungai induk, akan mengalirlah seluruh cabang cinta, Anda pun akan mencintai diri Anda, tanah air Anda, Keluarga ANda, tetangga Anda, teman-teman ANda, dan juga teman hidup Anda. Benar, teman hidup Anda bukan pasangan selingkuh Anda atau teman bicara yang mengajak Anda melakukan sejumlah pembicaraan rahasia yang harus dilakukan di tempat yang jauh dari orang-orang agar tidak terdengar oleh mereka; teman hidup yang Anda cintai dengan cinta halal yang patut Anda banggakan dan tidak perlu ANda sembunyikan dari orang-orang.

Orang-orang barat telah lama membisikkan kepada kita bahwa yang dimaksud dengan cinta adalah seks, dan bahwa tidak ada perbedaan antara perasaan hati dan kenikmatan fisik. Bahkan mereka biasa menyebut hubungan intim antara laki-laki dan perempuan dengan istilah “MAKING LOVE” (bercinta). Selain itu, sejumlah film telah menyodorkan kepada kita satu persepsi yang buruk yaitu bahwa setiap hubungan cinta antara seorang pemuda pemudi harus diakhiri di tempat tidur, dan bahwa tidak ada aib sedikit pun dalam masalah itu, karena sepasang pemuda-pemudi tersebut [ada akhirnya akan menikah juga.

Sungguh syahwat (hasrat seksual) telah bercampur-aduk dengan perasaan-perasaan indah, dan sungguh kenikmatan-kenikmatan fisik telah bercampur-aduk dengan gejolak-gejolak hati. Sungguh masalah cinta ini semakin kabur bagi para pemuda dan pemudi kita, hingga akhirnya cinta itu sendiri pun kehilangan ciri khas dan kesuciannya.

Ketahuilah bahwa cinta dan hasrat (keinginan) seksual itu tidak boleh bersatu, kecuali dalam sebuah keluarga atau ikatan pernikahan. JIka ketentuan ini tidak dipatuhi, maka kehidupan masyarakat akan berubah menjadi seperti rimba belantara.

Marilah kita bersama-sama memahami cinta, merasa bangga dengannya, serta menganggapnya sebagai sebuah anugerah TUhan yang patut kita syukuri dengan cara bersujud kepada-Nya, karena Dia telah menganugerahkan rasa cinta itu kepada kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: