Arsip untuk Desember, 2008

Cara Rasulullah Menghentikan Tangis

Posted in Ananda on Desember 31, 2008 by riy4nti

baby_imoet34

Rasulullah SAW sangat mencintai anak kecil. Dalam banyak hadist yang dibawa sahabatnya tergambar kecintaan beliau kepada anak-anak. Sabdanya, “Siapa yang tidak mengasihi maka tidak akan dikasihi.” (HR Muslim).

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku hendak sholat dan ingin memanjangkan sholat, lalu aku mendengar tangis anak kecil, maka aku meringankan sholatku karena tidak ingin membuatnya ibunya susah.” (HR. Muslim). Hadist ini menjadi pedoman utama dalam mendidik anak termasuk memahami tangis dan kerewelan sang buah hati.

Berikut beberapa cara yang dicontohkan Rasulullah dalam menghentikan tangis bayi.

Gendong.

Rasulullah SAW sering menggendong cucu-cucunya. “Dari Abu Qatadah berkata bahwa Rasulullah akan sholat berjama’ah sementara cucunya Umamah dari putrinya Zainab sedang menangis. Beliau lalu menggendong Umamah sambil sholat. Ketika beliau akan sujud, Beliau meletakkan Umamah dan jika berdiri ia akan digendong kembali.”

Cara menggendong yang efektif untuk menghentikan tangis adalah : Gendong ia dalam posisi tegak lurus dengan perut menempel di dada Anda, tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut. Bawa ia berjalan-jalan mengelilingi ruangan atau ke ruangan lain. Jika kondisi Anda tak memungkinkan untuk menggendongnya sambil berjalan, letakkan ia di lengan, sementara Anda duduk di kursi goyang. Goyangan yang lembut akan menenangkannya.

Bujuk dengan lemah lembut.

Kelembutan merupakan cara terbaik membuat anak yang sedang menangis merasa aman. Kecemasan dan kemarahan Anda malah akan membuatnya semakin tegang dan semakin kencanglah tangisnya. Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Hasan dan Husein hilang, lalu semua sahabat mencarinya seharian. Saat bertemu mereka tengah berada di bukit batu dan menangis. Walau cemas, Rasulullah SAW dengan lembut mengusap punggung dan memeluk mereka. Akhirnya tangis ketakutan itu pun berhenti.

Beri sesuatu untuk dihisap.

Hampir setiap bayi menjadi tenang dengan mengisap. Dalam sebuah kisah, Rasulullah SAW melihat seorang ibu sedang membagi 3 buah kurma yang dimilikinya. Ia lalu memasukkan kurma tersebut ke dalam mulut sang anak. Rasulullah lalu tersenyum.

Alihkan perhatiannya.

Anda dapat mengalihkan perhatiannya dengan memperhatikan sesuatu yang menarik sehingga ia lupa pada tangisnya. Gambar-gambar warna-warni atau mainan aneka bentuk dan warna akan mempesonanya. Cermin juga bisa digunakan. Ia akan senang melihat wajahnya sendiri.

Tunggu amarahnya mereda.

Tangisan bisa menjadi ungkapan kemarahan. Dengan kasih sayang dan berkata-kata lembut Anda bisa menenangkan bayi Anda. Rasulullah SAW kerap mencium dan memeluk cucu-cucunya. Ini merupakan bentuk kasih sayang yang memberikan rasa aman bagi bayi Anda. Ketika ia besar, ia akan belajar berdasarkan ini untuk menenangkan diri begitu ia marah, dan ia akan belajar untuk dapat mengendalikan diri atau menjaga tetap tenang tanpa kemarahan meledak-ledak.

Iklan

Jika si Kecil Menangis

Posted in Ananda on Desember 30, 2008 by riy4nti

baby_imoet2

Jangan panik karena tangisan bayi Anda. Itu adalah cara ia mengungkapkan emosinya.

Menangis adalah satu dari sekian banyak cara manusia mengungkapkan emosinya. Menangis juga merupakan cara awal bayi berkomunikasi. Khususnya selama 12 bulan pertama kehidupannya. Lewat tangis, ia memberitahukan kebutuhan-kebutuhannya kepada Anda seperti rasa lapar, lelah, pedih, dan keadaan tubuh yang tak menyenangkan lainnya, serta untuk memenuhi keinginan diperhatikan.

Pada umumnya bayi sering menangis pada minggu-minggu pertama kehidupan, baik siang maupun malam. Ini karena bayi yang baru lahir masih berada dalam fase penyesuaian dari dalam kandungan ke dunia luar. Jadi, jika ia sering menangis, tak usah cemas!

Banyak sedikitnya tangisan, menurut Elizabeth B. Hurlock dalam bukunya yang dialihbahasakan , Perkembangan Anak II, berbeda-beda menurut cepat dan memadainya pemenuhan kebutuhan dan keinginan mereka. Jika dipenuhi dengan segera, bayi kemudian hanya akan menangis karena merasa sakit dan tak nyaman. Setelah umur dua minggu, ada sebagian bayi yang menangis berlebihan. Dalam kebanyakan kasus dilaporkan, orang tua bayi tersebut tak cepat memperhatikan tangis bayinya dan tak konsisten menanggapinya.

Jumlah dan frekuensi tangisan juga bervariasi dan bertepatan dengan jadwal si bayi sendiri. Misalnya, bayi paling sering menangis sebelum saatnya diberi makan dan sebelum waktunya tidur malam. Ketika bayi dapat menyesuaikan diri dengan jadwal waktu makan dan tidur, tangisan pada saat-saat tersebut berkurang.

Para ahli perawatan anak beranggapan bahwa tangisan tangisan bayi mempunyai arti berbeda-beda. Setiap jenis tangisan mengkomunikasikan pesan tersendiri untuk ayah ibunya. Jangan mengangkatnya setiap kali ia rewel atau menangis. Carilah apa yang salah dan jika tak terlalu serius, segera alihkan perhatiannya. Jika bayi menangis karena penyakit, periksakan ia ke dokter. Tapi jika tidak, Anda dapat membantu menenangkannya. Berikut jenis-jenis tangis bayi sesuai usinya.

ARTI TANGISAN BAYI 0 – 3 BULAN

Saya Lapar.”

Tangis lapar biasanya memiliki pola khas. Ia menangis, lalu stop untuk bernafas, menangis lagi, lalu stop untuk bernafas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus menerus.

Saya bosan.”

Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Anda tak segera mendekatinya dan mengajaknya bermain.

Saya lelah.”

Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.

Saya kesepian.”

Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti air mata. Jika Anda membelai dan memeluknya maka tangisnya akan berhenti.

Saya kolik.”

Kolik dialami pada 3 bulan pertama kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang malam. Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan episodik: suatu saat timbul, suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu menangis lagi. Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan mengencang, dan kadang disertai buang angin. Gosoklah perut si kecil dengan minyak telon atau minyak penghangat lainnya.

Saya sakit.”

Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras disertai rintihan serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas, lebih melengking dan lebih ribut.

ARTI TANGISAN BAYI 4 – 12 BULAN

Biasanya di usia 3 – 4 bulan tangis bayi mulai berkurang karena ia sekarang mulai tahu apa yang ada di sekelilingnya. Ia mau mendengarkan dan tertarik terhadap segala sesuatu du sekelilingnya.

Saya lapar.”

Rasa lapar masih nyata menyebabkan ia menangis. Dan nadanya masih sama seperti saat ia baru lahir.

Saya tumbuh gigi.”

Kebanyakan bayi mulai tumbuh gigi usia 6 bulan ke atas. Biasanya tangisnya muncul di sore hari, kuat seperti tangis sakit karena ada rasa nyeri.

Saya cemas.”

Mulai usia 7 atau 8 bulan, kebanyakan bayi menangis karena cemas, terutama saat ia “kehilangan” Anda dan karenanya membuatnya merasa tak aman. Jika Anda meninggalkannya atau ia tak melihat Anda, meski Anda ada di dekatnya, ia akan menangis.

Saya ingin diperhatikan.”

Lewat usia 6 bulan, si kecil mulai belajar bahwa menangis adalah alat untuk memperoleh perhatian. Bayi usia 7 atau 8 bulan cukup menyadari, dengan menangis, Anda akan segera berlari mendekatinya. Lebih baik Anda tak buru-buru menggendongnya, tapi hiburlah atau ajak main.

Saya sakit.”

Rasa sakit yang ia alami lebih karena benturan-benturan pada fisiknya saat ia bergerak aktif. Meski tidak luka, tetap memungkinkan ia menangis. Mungkin lebih karena rasa kaget. Mengalihkan perhatiannya dapat menolong ia melupakan sakitnya dengan cepat.

Saya sangat lelah.”

Lelah berlebihan ditunjukkan oleh rengekan, lekas marah, dan akhirnya menangis.

Saya marah.”

Mulai usia 9 bulan, dalam dirinya mulai berkembang konsep, “Saya ingin” dan kemarahan merupakan caranya untuk menunjukkan ras frustasinya ketika sesuatu tak diperoleh sesuai keinginannya. Ia juga terhalang oleh kemampuan komunikasinya yang masih baru. Karena tak bisa mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata, ia akan menggenggam erat kepalan tangannya dan pipinya memerah, untuk menunjukkan kepada Anda bahwa ia tak puas dengan situasi yang ada.

Nah, itulah beberapa ciri tangisan bayi Anda. Kini Anda sudah tahu rahasianya, kan?? Jadi, jangan panik dan cemas lagi!

BAB HAIDL

Posted in Metode Praktis Memahami Permasalahan Wanita on Desember 19, 2008 by riy4nti

(…….lanjutan halaman sebelumnya)

V. ISTIHADLOH HAIDL

Istihadloh adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita selain haidl dan nifas. Diantara tanda dari darah istihadloh haidl adalah,

a. Masa keluarnya tidak mencapai 24 jam.

b. Masa keluarnya lebih dari 15 hari 15 malam.

c. Darah yang keluar dari wanita yang belum mencapai batas usia.

d. Darah yang warna dan sifatnya tidak sesuai dengan warna dan sifatnya darah haidl.

e. Darah yang keluar pada masa suci.

f. Darah yang keluar saat akan melahirka atau bersamaan dengan kelahiran bayi, dengan syarat darah tsb tidak bersambung dengan haidl sebelumnya.

Selain sub b, hukumnya istihadloh secara mutlak (atau dihukumi seperti istihadloh). Sedangkan metode menetapkan haidl dan suci dari wanita yang mengalami istihadloh (darah lebih dari 15 hari 15 malam) adalah sbb :

1. WARNA DAN SIFAT DARAH BISA DIBEDAKAN

Apabila darah bisa dibedakan (antara kuat dan lemah) dan menetapi 4 syarat pokok yaitu,

– Darah kuat mencapai 24 jam.

– Darah kuat tidak lebih dari 15 hari 15 malam.

– Antara darah kuat dan darah lemah tidak silih berganti (selang-seling).

– Darah lemah tidak kurang dari 15 hari, jika darah lemah tsb terletak diantara darah kuat.

Maka hukumnya adalah, darah kuat = HAIDL dan darah lemah = ISTIHADLOH.

Contoh :

Seorang wanita (pernah haidl maupun belum pernah) mengeluarkan darah sbb :

Darah kuat ……………………………..= 10 hari

Darah lemah ……………………………= 20 hari

—————————————————-

= 10 hari pertama hukumnya haidl

20 hari selanjutnya hukumnya istihadloh

Keterangan :

1. Selama darah bisa dibedakan dan menetapi syarat-syarat di atas, maka yang dihukumi haidl adalah darah kuat. Baik mustahadloh sudah punya adat haidl maupun belum pernah haidl, kecuali jika antara adat haidl dan perbedaan darah (kuat) terpisah masa minimal 15 hari.

Jika jarak antara lamanya masa adat haidl dan darah kuat ada 15 hari, maka hukumnya adalah,

Masa sesuai adat haidl ……………………..= HAIDL

Darah kuat ………………………………………..= HAIDL

Masa diantaranya …………………………….= SUCI

Contoh :

Seorang wanita mempunyai adat haidl 3 hari, mengeluarkan darah sbb :

Darah lemah …………………………….= 19 hari

Darah kuat ………………………………= 3 hari

—————————————————

= 3 hari pertama hukumnya haidl (disamakan adat)

= 16 hari selanjutnya hukumnya suci (baca : istihadloh)

= 3 hari selanjutnya hukumnya haidl (darah kuat)

2. Berikut warna dan sifat darah haidl sesuai urutan yang paling kuat (no. 1 lebih kuat dari no. 2, 3 dst. Sifat a lebih kuat dari sifat b) :

Warnanya adalah :

1. Hitam

2. Merah

3. Merah kekuning-kuningan

4. Kuning

5. Keruh

Sedangkan sifat-sifatnya adalah :

a. Kental

b. Berbau

c. Cair

d. Tidak berbau

2. WARNA DAN SIFAT DARAH TIDAK BISA DIBEDAKAN

Apabila darah tidak bisa dibedakan (warna dan sifatnya sama) atau bisa dibedakan, namun tidak menetapi “4 syarat pokok” di atas, maka hukumnya diperinci sbb :

a. JIka belum pernah haidl, maka :

Sehari semalam pertama ………………….= HAIDL

29 hari selanjutnya …………………………….= SUCI

Contoh :

Seorang wanita yang belum pernah mengalami haidl mengeluarkan darah sbb :

Darah dengan warna dan sifat sama …………= 30 hari

—————————————————————

= Sehari semalam pertama hukumnya haidl dan 29 hari selanjutnya suci (baca : istihadloh).

b. Jika sudah pernah haidl dan suci haidl dan masih ingat mulai dan lamanya haidl yang menjadi adat, maka haidl dan suci saat istihadloh disamakan dengan adat (kebiasaan) sebelumnya.

Sedangkan cara menggunakan adat sebagai standart hukum adalah,

1. Apabila adat haidl dan adat suci tidak berubah-ubah (tetap), maka haidl dan sucinya saat istihadloh disamakan dengan adat tersebut secara tetap.

Contoh :

Seorang wanita mempunyai adat haidl 7 hari dan suci 23 hari, mengeluarkan darah sbb :

Darah dengan warna dan sifat sama ……..= 60 hari

————————————————————

= 7 hari pertama hukumnya haidl

23 hari selanjutnya hukumnya suci (baca : istihadloh)

7 hari selanjutnya hukumnya haidl

13 hari selanjutnya hukumnya suci

2. Apabila adat haidl dan adat suci berubah-ubah mencapai dua putaran secara tertib, maka haidl dan sucinya saat istihadloh di samakan dengan adat sebelumnya sesuai dengan urutan putaran.

Contoh :

Adat haidl bulan I = 5 hari, dan sucinya = 25 hari

Adat haidl bulan II = 6 hari, dan sucinya = 24 hari

Adat haidl bulan III = 5 hari, dan sucinya = 25 hari

Adat haidl bulan IV = 6 hari, dan sucinya = 24 hari

Kemudian keluar darah dengan warna dan sifat sama selama 90 hari, maka :

Haidlnya bulan V = 5 hari, dan sucinya 25 hari

Haidlnya bulan VI = 6 hari, dan sucinya 24 hari

Haidlnya bulan VII = 5 hari, dan sucinya 25 hari

3. Apabila adat haidl dan adat suci berubah-ubah mencapai dua putaran tidak tertib, maka haidl dan sucinya saat istihadloh disamakan dengan adatnya bulan tepat sebelum istihadloh.

Contoh:

Adat haidl bulan I = 5 hari, dan sucinya = 25

Adat haidl bulan II = 7 hari, dan sucinya = 23 hari

Adat haidl bulan III = 7 hari, dan sucinya = 23 hari

Adat haidl bulan IV = 5 hari, dan sucinya = 25 hari

Kemudian mengalami istihadloh selama berbulan-bulan dengan warna dan sifat darah sama, maka standart adat yang digunakan adalah, haidl = 5 hari dan suci = 25 hari.

4. Apabila adat haidl dan suci berubah-ubah tidak mencapai dua putaran, maka haidl dan sucinya saat istihadloh disamakan dengan adatnya bulan tepat sebelum istihadloh.

Contoh :

Adat haidl bulan I = 4 hari, dan sucinya = 26 hari.

Adat haidl bulan II = 5 hari, dan sucinya = 25 hari.

Adat haidl bulan III = 4 hari, dan sucinya = 6 hari.

Kemudian mengalami istihadloh selama berbulan-bulan dengan warna dan sifat darah sama, maka standart adat yang digunakan adalah, haidl = 4 hari dan suci = 26 hari.

Dan jika adat haidl dan adat suci berbeda-beda (mis. adat haidl tetap dan adat suci berubah-ubah) maka masing-masing diberlakukan sesuai dengan hukumnya sendiri-sendiri. Jadi apabila adat haidlnya tetap itu tidak berarti adat sucinya tetap, dan begitu sebaliknya. Oleh sebab itu,

– JIka adat haidl tetap namun adat suci berubah-ubah mencapai dua putaran tertib, maka haidl (saat istihadloh) disamakan dengan adat secara tetap. Dan sucinya disamakan dengan adat suci sesuai urutan putaran.

– Jika adat haidl berubah-ubah mencapai dua putaran tertib dan adat sucinya tetap, maka haidl (saat istihadloh) disamakan dengan adat haidl sesuai urutan putaran, dan sucinya disamakan dengan adat secara tetap.

– Dan begitu seterusnya.

c. Jika sudah pernah haidl dan suci, namun tidak ingat mulainya haidl atau lamanya haidl yang pernah dialami, maka mustahadloh akan kebingungan dalam menetapkan haidl dan sucinya (mutahayyiroh).

Diantara hal-hal yang bisa mengakibatkan mustahadloh menjadi mutahayyiroh adalah :

– Tidak ingat mulainya haidl yang penah dialami.

– Tidak ingat lamanya haidl yang pernah dialami.

– Tidak ingat mulai dan lamanya haidl yang pernah dialami.

– Tidak ingat atau ragu-ragu tentang lamanya suci yang menjadi standart.

VI. MASA MENANTI (TAROBBUSH)

Wanita yang sedang mengeluarkan darah yang memungkinkan untuk dihukumi haidl (selain pada waktu yang diyakini masa suci) wajib untuk menanti. Artinya wajib menjauhi dan tidak menjalankan hal-hal yang diharamkan bagi wanita yang sedang haidl. Baik pada akhirnya darah tsb dihukumi haidl atau darah istihadloj. Kemudian ibadah wajib (sholat) yang ditinggalkan pada masa menanti, selain yang dihukumi haidl wajib untuk diqodho’.

Bagi wanita yang mengalami istihadloh, untuk bulan pertama istihadloh jika warna dan sifatnya darah sama atau darah kuat keluar lebih dulu dan darah keluar terus-menerus maka mandi wajibnya menanti sampai 15 hari. Sebab darah yang keluar dalam 15 hari 15 malam itu berkemungkinan darah haidl. Dan jika setelah genap 15 hari darah masih keluar, maka darah tsb kemungkinan besar bukan darah haidl. Oleh sebab itu mustahadloh tetap diwajibkan melakukan ibadah-ibadah wajib sesuai metode ibadahnya wanita yang istihadloh.

Sedangkan untuk bulan kedua istihadloh (dan seterusnya), mustahadloh harus mandi wajib manakala telah genap masa yang dihukumi haidl (baik dengan standart adat atau kuat lemahnya darah). Dan jika darah kuat keluar di tengah atau di akhir, maka masa menantinya dimungkinkan lebih dari 15 hari.

Contoh 1 :

Seorang wanita yang belum pernah haidl mengeluarkan darah sbb :

Darah kuat ………………………….= 10 hari

Darah lemah ………………………..= 20 hari

————————————————-

Masa menantinya adalah 15 hari 15 malam yang awal.

Contoh 2 :

Seorang wanita yang mempunyai adat haidl 5 hari dan suci 2 hari, mengeluarkan darah istihadloh sbb :

Darah lemah …………………….= 10 hari

Darah kuat ………………………= 10 hari

Darah lemah …………………….= 10 hari

———————————————-

Masa menanitnya adalah 20 hari 20 malam, dan haidlnya adalah 10 hari (darah kuat).

Dan jika dalam 15 hari 15 malam yang awal keluarnya darah terputus-putus (kadang keluar kadang berhenti) maka jika saat putus darah masa keluarnya darah sudah mencapai 24 jam, maka wajib mandi. Dan jika belum mencapai 24 jam, maka cukup bersuci dan wudlu saja (tidak wajib mandi), karena melihat dlohirnya darah yang tidak mencapai 24 jam itu bukan darah haidl. Selanjutnya pada masa suci (putus darah), dia diwajibkan melakukan aktivitas ibadah sebagaimana layaknya wanita yang tidak haidl (wajib sholat, boleh baca qur’an, bersenggama, dll). Dan jika setelah itu keluar darah lagi, maka menanti (tarobbush) lagi. Begitu seterusnya sampai 15 hari.

Contoh 1 :

Seorang wanita mengeluarkan darah dengan terputus-putus sbb :

Darah hitam …………………..= 5 hari

Darah berhenti ……………….= 3 hari

Darah merah ………………….= 2 hari

Darah berhenti ……………….= 3 hari

Darah keruh …………………..= 2 hari

——————————————

Haidl ………………..= 15 hari

Mandi wajib ……….= 3 kali (setelah hari ke-5, 10 dan 15)

Suci (sementara)….= 6 hari

Contoh 2 :

Hari MInggu keluar darah ………………….= 5 jam

Hari Senin keluar darah …………………….= 5 jam

Hari Selasa keluar darah ……………………= 5 jam

Hari Rabu keluar darah ……………………..= 5 jam

Hari Kamis keluar darah ……………………= 5 jam

———————————————————

Haidl ……………………= 5 hari

Mandi wajib …………..= 1 kali (hari Kamis)

Catatan :

1. Darah masih dihukumi keluar (belum terputus), sekiranya kapas yang dimasukkan masih ada warnanya darah, walaupun hanya berwarna keruh. Dan jika kapas yang dimasukkan sudah tidak ada bercak darah, maka dihukumi suci (putus darah).

2. Haidl atau suci yang diusahakan dengan obat itu sah dan boleh sepanjang tidak membahayakan pada tubuh dan aqal.

3. Anggota tubuh (mis. rambut, kuku, dll) yang putus saat sedang hadats besar (haidl, nifas atau junub) itu tidak wajib dibasuh. Yang wajib dibasuh adalah sisa potongan yang masih melekat pada tubuh. Sedangkan sengaja memutuskan hal-hal di atas hukumnya makruh.

4. Metode ibadahnya wanita yang mengalami (mengeluarkan) keputihan itu sebagaimana wanita yang istihadloh, karena meskipun bukan termasuk darah istihadloh hukumnya najis (sebab keluar dari anggota bagian dalam).