BAB HAIDL


I. PENGERTIAN

Haidl adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita yang sudah mencapai usia 9 tahun Hijriyah kurang sedikit (16 hari tidak genap), tidak disebabkan penyakit atau sebab melahirkan. Selain syarat-syarat di atas, darah dihukumi haidl apabila :

a. Mencapai 24 jam.

b. Tidak lebih dari 15 hari 15 malam.

c. Sesuai dengan warna dan sifat darah haidl.

d. Keluar pada waktu yang memungkinkan untuk dihukumi haidl (selain masa suci).

Oleh sebab itu, darah yang tidak sesuai dengan ketentuan di atas hukumnya adalah istihadloh. Sedangkan batas maksimal seseorang wanita tidak haidl itu tidak ada ketentuan. Pada masa monopause (masa bebas haidl), dimana umumnya wanita sudah tidak keluar darah haidl dan tidak produktif lagi itu hanya berdasar adat kebiasaan, bukan ketentuan syara’. Dengan demikian, jika pada masa monopause seorang wanita mengeluarkan darah yang sesuai dengan syarat-syaratnya darah haidl, tetap dihukumi haidl juga.

II. DASAR DAN HUKUM BELAJAR MASALAH HAIDL

Dalil yang menjadi dasar hukum dan hakikat dari haidl atau nifas adalah Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 222 dan Al-Hadits riwayat Bukhori Muslim.

Sedangkan hukum mempelajari ilmu yang membahas tentang haidl, nifas dan sekitarnya adalah :

a. Fardlu Kifayah bagi laki-laki.

b. Fardlu ‘Ain bagi kaum wanita.

Maksudnya, wajib bagi setiap wanita untuk belajar dan mengerti masalah-masalah haidl, nifas dst. Sehingga walaupun sudah bersuami, apabila tidak mengerti dan suaminya juga tidak dapat memberi penjelasan tentang haidl, nifas dst, maka wajib bagi perempuan tersebut untuk belajar, meskipun harus keluar dari rumah. Dan bagi suaminya tidak boleh (haram) melarang istrinya yang keluar rumah guna belajar masalah haidl, nifas dst.

III. BATASAN DARAH HAIDL

Haidl selalu ditandai dengan adanya (wujudnya) darah, namun tidak berarti setiap darah itu haidl. Sebab darah yang dikeluarkan oleh wanita itu adakalanya darah haidl, nifas atau istihadloh.

Darah yang keluar dari wanita, bisa dihukumi haidl apabila wanta tersebut telah mencapai usia 9 tahun hijriyah kurang 16 hari tidak genap. Maksud dari 16 hari tidak genap adalah waktu yang tidak mencukupi digunakan untuk minimal haidl (=1 hari 1 malam) dan minimal suci (=15 hari 15 malam).

Apabila wanita yang mengeluarkan darah belum mencapai usia dimaksud, maka darah tersebut hukumnya adalah istihadloh secara mutlak. Dan jika sebagian di luar usia dan sebagian lagi dalam usia wanita yang haidl, maka darah yang berada di luar usia hukumnya darah istihadloh, sedangkan darah yang keluar saat sudah mencapai usia wanita yang haidl adalah haidl (dengan syarat masa keluarnya mencapai 24 jam).

Contoh :

Seorang wanita berusia 9 tahun hijriyah kurang 20 hari, mengeluarkan darah selama 10 hari, maka :

= 4 hari lebih sedikit yang awal hukumnya istihadloh. Sebab saat keluar darah belum mencapai usia wanita yang mengalami haidl.

= 6 hari kurang sedikit yang selanjutnya hukumnya haidl. Sebab saat keluar darah, usia wanita tersebut telah mencapai usia wanita yang mengalami haidl dna jumlahnya mencapai 24 jam.

Paling sedikit haidl 24 jam, baik keluarnya terus-menerus atau terputus-putus dalam masa 15 hari 15 malam. Maksimalnya masa haidl itu 15 hari 15 malam. Sedangkan umumnya haidl itu 6 atau 7 hari (malam).

Darah yang masa keluarnya tidak mencapai 24 jam atau mencapai 24 jam namun ditempuh dalam waktu lebih dari 15 hari 15 malam, hukumnya adalah darah istihadloh. Sedangkan jika masa keluarnya darah diragukan, mungkin mencapai 24 jam dan mungkin tidak, makanya hukumnya khilaf.

  • Menurut Ibnu Hajar, hukumnya adalah darah istihadloh.
  • Menurut Imam Romli, hukumnya adalah darah haidl.

Bagi wanita yang mengalami haidl secara normal, yaitu masa keluarnya darah mencapai 24 jam dan tidak melebihi 15 hari 15 malam, maka semuanya dihukumi haidl. Walaupun warna dan sifatnya berbeda-beda. Dan dia tidak dibenarkan menggunakan standart adat (kebiasaan) atau sifat kuat sebagai ukuran haidlnya.

Begitu juga dihukumi haidl adalah masa suci (putus darah) yang berada diantara darah haidl.

Contoh :

Seorang wanita (sudah pernah haidl maupun belum pernah) mengeluarkan darah sbb :

Darah merah …………………………………………………..= 3 hari

Suci …………………………………………………………………..= 3 hari

Darah hitam ……………………………………………………= 3 hari

Darah kuning ………………………………………………….= 3 hari

——————————————–

= Haidlnya adalah 12 hari

IV. BATASAN SUCI HAIDL

Batas minimal suci yang memisahkan haidl satu dengan haidl yang lain adalah 15 hari 15 malam. Umumnya suci haidl itu 23 atau 24 hari, tergantung kebiasaan haidlnya. Sedangkan maksimalnya suci haidl itu tidak ada batasan tertentu.

Apabila suci haidl tidak mencapai 15 hari 15 malam, artinya sebelum masa suci mencapai 15 hari 15 malam sudah keluar darah lagi, (dengan warna dan sifat sama) maka berarti wanita tersebut mengalami istihadloh. Sedangkan metode untuk menetapkan berapa haidl dan berapa istihadlohnya, maka diperinci sbb :

a. JIka masa keluarnya darah yang pertama ditambah masa suci jumlahnya mencapai 15 hari atau lebih, dan masa keluarnya darah kedua ditambah masa suci jumlahnya genap 15 hari atau kurang 15 hari, maka hukumnya adalah,

Darah yang pertama (sebelum masa suci) = HAIDL

Darah yang kedua (setelah masa suci)……..= ISTIHADLOH

Contoh :

Seorang wanita (pernah haidl maupun belum pernah) mengeluarkan darah sbb :

Darah merah ……………………………………………= 10 hari

Suci …………………………………………………………..= 10 hari

Darah merah …………………………………………..= 5 hari

——————————————

= 10 hari pertama hukumnya haidl

10 hari selanjutnya hukumnya suci

5 hari terakhir hukumnya istihadloh

b. Jika masa keluarnya darah yang pertama ditambah masa suci jumlahnya mencapai 15 hari atau lebih, dan masa keluarnya darah kedua ditambah masa suci jumlahnya lebih dari 15 hari, maka hukumnya adalah,

Darah yang pertama (sebelum masa suci) ……..= HAIDL

Darah yang kedua yang menjadi

penyempurna genapnya suci 15 hari ……………..= ISTIHADLOH

Sedangkan darah kedua selain yang menjadi penyempurna hukumnya adalah,

Jika mencapai 24 jam ……………………………………….= HAIDL

JIka kurang dari 24 jam ……………………………………= ISTIHADLOH

Contoh :

Seorang wanita (pernah haidl maupun belum pernah) mengeluarkan darah sbb :

1. Darah merah ………………………………………………….= 10 hari

Suci ………………………………………………………………….= 10 hari

Darah merah …………………………………………………..= 10 hari

———————————————

= 10 hari pertama hukumnya haidl

10 hari selanjutnya hukumnya suci

5 hari selanjutnya hukumnya istihadloh

5 hari selanjutnya hukumnya haidl

2. Darah hitam ……………………………………………………..= 10 hari

Suci ……………………………………………………………………= 10 hari

Darah hitam ……………………………………………………..= 5 hari.20 jam

—————————————————

= 10 hari pertama hukumnya haidl

10 hari selanjutnya hukumnya suci

5 hari selanjutnya hukumnya istihadloh

20 jam selanjutnya hukumnya istihadloh

Jika sisa darah kedua (selain yang menjadi penyempurna suci 15 hari) jumlahnya lebih dari 15 hari, maka haidl dan sucinya (sisa darah kedua) disamakan dengan standart adat haidl dan suci (apabila sudah mempunyai adat).

Contoh :

Seorang wanita yang mempunyai adat haidl 5 hari dan suci 15 hari, mengeluarkan darah sbb :

Darah hitam ……………………………………………………..= 5 hari

Suci ……………………………………………………………………= 14 hari

Darah hitam …………………………………………………….= 21 hari

———————————————-

= 5 hari pertama hukumnya haidl

14 hari selanjutnya hukumnya suci

1 hari selanjutnya hukumnya istihadloh

5 hari selanjutnya hukumnya haidl (disamakan adat)

15 hari selanjutnya hukumnya suci

c. Jika masa keluarnya darah yang pertama ditambah masa suci jumlahnya tidak mencapai 15 hari, maka apabila belum pernah haidl dan suci hukumnya adalah,

1 hari 1 malam pertama …………………………………………………….= HAIDL

29 hari selanjutnya ………………………………………………………………= SUCI

Contoh :

Seorang wanita yang belum pernah haidl mengeluarkan darah sbb :

Darah hitam …………………………………………….= 4 hari

Suci …………………………………………………………..= 10 hari

Darah hitam …………………………………………….= 16 hari

——————————————

= Sehari semalam pertama hukumnya haidl, sedangkan sisanya suci.

d. Jika masa keluarnya darah yang pertama ditambah masa suci jumlahnya tidak mencapai 15 hari, maka apabila sudah pernah haidl dan suci, maka hukumnya disamakan dengan adat (haidl dan suci) tersebut.

Contoh :

Seorang wanita yang mempunyai adat haidl 5 hari dan suci 25 hari, mengeluarkan darah sbb :

Darah merah ………………………………………………………= 7 hari

Suci ………………………………………………………………………= 7 hari

Darah merah ………………………………………………………= 16 hari

———————————————-

= 5 hari 5 malam pertama hukumnya haidl, sedangkan sisanya suci.

Keterangan :

1. Jika dalam masalah di atas darah bisa dibedakan antara kuat dan lemah, maka yang dihukumi haidl adalah darah kuat (jika menetapi syarat).

Contoh :

Seorang wanita (pernah haidl maupun belum) mengeluarkan darah sbb :

Darah merah ……………………………………..= 7 hari

Suci …………………………………………………….= 7 hari

Darah hitam ………………………………………= 7 hari

————————————-

= 7 hari pertama hukumnya istihadloh

7 hari selanjutnya hukumnya suci

7 hari selanjutnya hukumnya haidl

2. Adat haidl bisa dijadikan standart hukum apabila bertepatan dengan masa keluar darah.

Jika mustahadhoh mengeluarkan darah terputus-putus dan akhirnya masa adat haidl bertepatan waktu tidak keluar darah, maka yang dihukumi haidl adalah masa keluar darah (sebelumnya).

Contoh :

Seorang wanita yang sudah pernah haidl mengeluarka darah sbb :

Darah merah ……………………………………….= 5 hari

Suci ………………………………………………………= 8 hari

Darah merah ………………………………………= 8 hari

————————————-

Jika adat haidlnya 3 hari, maka haidlnya 3 hari

Jika adat haidlnya 5 hari, maka haidlnya 5 hari

Jika adat haidlnya 7 hari, maka haidlnya 5 hari

Jika adat haidlnya 10 hari, maka haidlnya 5 hari

Jika adat haidlnya 14 hari, maka haidlnya 14 hari

Jika adat haidlnya 15 hari, maka haidlnya 15 hari

(………berlanjut di halaman berikutnya)

6 Tanggapan to “BAB HAIDL”

  1. layout’e mbok ditata sing rapi, Nik…

  2. joko`lodhang Says:

    Peh..peh…
    itung-itungan mumet.
    wes…kapan iso`ne kie?

  3. banyak juga literaturnya..mampir di blogq..

  4. assalamu’alaikum wr. wb.
    ma’af sebelumnya, saya tidak memberikan komentar, tapi saya ingin bertanya.saya bingung harus tanya pada siapa. darah yang saya keluarkan warnanya berubah setiap kali keluar. dari hitam menjadi merah. dan saya mengeluarkan darah sudah tiga bulan ini. bagimana hkumnya?terima ksh.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    • wa’alaikum salam wr.wb
      sebelumna memang darah haidl yg paling kuat adalah hitam, merah, ….. jadi klo dari hitam ke merah udah wajar itu termasuk drah haidl jika masuk dalam waktu haidl.
      Terus maksudnya keluar darah sudah tida bulan << terus menerus atau gmn? mungkin mba nya udah punya adat haidlnya? batasan2 haidl brp hari, batasan2 sucinya brp hari gt?
      MUngkin pertanyaannya bs lbh jelas lagi? soalnya klo ndak jelas jg takut klo ntar termasuk darah istihadhloh gt. ato dibaca agak teliti bab2 nya di artikel, smga bs dipahami. Terima kasih.

      CMIIW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: