Ber-Qurban


Kurban adalah binatang yang disembelih guna ibadat kepada Allah pada hari raya haji dan tiga hari tasyrik setelahnya (11, 12, 13 Dzulhijjah). Adapun hukum berkurban menurut sebagian ulama bahwa kurban itu adalah wajib, sebagian yang lain mengatakan kurban itu sunnah.

Alasan yang berpendapat wajib adalah :

Firman Allah yang artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberi engkau (ya Muhammad) akan kebajikan yang banyak. Sebab itu sholatlah (pada hari raya haji) karena Allah dan sembelihlah kurban.” (QS. Al- Kautsar : 1-2).

Sabda Nabi MUhammad SAW yang artinya : Dari ABu HUrairah : ‘Rasulullah telah bersabda : “Barang siapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berkurban, maka janganlah ia menghampiri tempat sholat kami.”” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Alasan yang berpendapat sunnah adalah :

Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya : Saya disuruh menyembelih kurban dan kurban itu sunnah bagi kamu. (HR. Tirmidzi).

Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya : Diwajibkan kepadaku berkurban, dan tidak wajib atas kamu.

Binatang yang sah untuk kurban adalah yang tidak cacat, seperti pincang, sangat kurus, sakit, putus telinga, putus ekornya, dan telah berumur sebagai berikut :

1. Domba yang telah berumur satu tahun lebih atau sudah berganti giginya.

2. Kambing yang telah berumur dua tahun lebih.

3. Unta yang telah berumur lima tahun lebih.

4. Sapi. kerbau, yang telah berumur dua tahun lebih.

Sabda Nabi Muhammad SAW :

Dari Barra’ bin ‘Azib : “Rasulullah SAW telah bersabda : ‘EMpat macam binatang yang tidak sah dijadikan kurban : rusak matanya, sakit, pincang, kurus yang tidak bergajih lagi'”. (HR. AHmad).

Waktu Penyembelihan Kurban

Waktu menyembelih kurban mulai dari matahari setinggi tombak pada Hari Raya Hajji sampai terbenam matahari tanggal 13 bulan Dzulhijjah.

Sabda Nabi Muhammad SAW :

“Barang siapa menyembelih kurban sebelum sholat Hari Raya Hajji, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan barang siapa menyembelih kurban sesudah sholat Hari Raya dan dua khutbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya dan ia telah menjalani aturan Islam” (HR. Muslim).

Yang dimaksud sholat Hari Raya dalam hadits tersebut adalah waktunya, bukan sholatnya karena mengerjakan sholat tidak menjadi syarat menyembelih kurban.

Sunnah Menyembelih

Di saat penyembelihan berlangsung maka disunnahkan beberapa hal, yaitu :

1. Membaca Bismillah.

2. Membaca sholawat atas Nabi Muhammad SAW.

3. Membaca takbir.

4. Berdo’a supaya kurban diterima oleh Allah.

5. Binatang yang disembelih itu hendaklah dihadapkan ke kiblat.

6. Memotong dua urat yang ada dikiri kanan leher supaya cepat mati.

7. Binatang yang panjang lehernya, sunnah disembelih dipangkal lehernya.

8. Binatang yang disembelih itu hendaknya digulingkan ke sebelah rusuknya yang kiri, supaya mudah disembelih.

9. DIhadapkan ke kiblat.

Sebagaimana Ulama berpendapat bahwa membaca Bismillah itu wajib dengan alasan FIrman Allah : “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala, dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Bahwasanya haram memakan binatang yang disembelih dengan nama selain nama Allah, namun Ulama yang mengatakan ‘bismillah’ itu sunnah, menyatakan bahwa ayat itu tidak menunjukkan wajibnya membaca ‘bismillah’, tetapi ayat itu hanya mengharamkan menyembelih dengan nama selain nama Allah, berarti dengan diam tidak menyebut sesuatu nama apapun tidak ada halangan.

Adapun rukun menyembelih adalah penyembelih hendaklah orang Islam atau ahli KItab yang disembelih adalah binatang yang halal, dan dengan menggunakan alat pemotong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: