Krisis Moral


Setiap generasi berlalu terjadilah kemerosotan moral pada generasi yang selanjutnya, sebagaimana Rasulullah bersabda : “Sebaik-baik kurun atau masa dimana aku hidup kemudian masa setelah itu dan kemudian masa setelah itu.

Diriwayatkan, suatu ketika Nabi Sulaiman As. hendak berjalan mengelilingi. Beliau berkeinginan untuk menjumpai orang atau makhluk Allah SWT yang dapat menceritakan keadaan dunia dari dulu hingga sekarang. Apakah generasi penduduk dunia mengalami kebaikan atau tidak? Akhirnya beliau menemukan seekor burung gagak yang berusia sangat tua, burung itu bersemayam di sebuah goa. Lalu beliau mengutarakan keperluan kepada burung gagak tersebut. Si burung gagak itu berkata menuturkan pengalaman yang telah ia alami, Wahai Nabiyullah, dengarkan ceritaku ini! Kemudian burung gagak itu bercerita. Suatu saat di musim dingin, si gagak sangat kelaparan. Ia telah mencari makanan kesana kemari, namun ia tidak menemukan apapun. Ia terbang dari ufuk barat hingga ufuk timur, tapi tetap saja perutnya kosong. Akhirnya burung gagak tidak sanggup lagi melanjutkan perjalanannya mencari makanan karena cuaca semakin buruk dan badannya semakin lemah. Si burung gagak hinggap di menara masjid berharap ada yang mengasihinya. DI atas menara itu burung gagak melihat ada yang sholat dalam masjid. DIbarisan pertama terdiri orang-orang tua yang berjenggot putih. Barisan kedua terdiri dari orang-orang yang berjenggot hitam, dibarisan ketiga terdiri dari anak-anak muda yang masih belum berjenggot. Setelah selesai sholat, ada yang berteriak, Hai lihatlah! Ada seekor burung gagak di atas menara, kelihatannya ia sangat kelaparan, marilah kita sembelihkan seekor sapi untuknya. Mereka pun menyembelih sapi untuk burung gagak itu. Pada musim dingin tahun berikutnya, terulang kejadian yang sama, perut si gagak kembali kelaparan dan ia hinggap di menara masjid yang sama. Sehingga salah seorang berseru pada yang lainnya. Dan mereka pun sepakat untuk menyembelih seekor kambing untuk diberikan pada si burung gagak. Waktu berlalu, musim dingin pun kembali tiba, perut gagak kembali kelaparan, dan ia hinggap di menara masjis yang sama. Lagi-lagi ia berharap ada yang mengasihi. Akan tetapi terjadi keanehan, dimana orang-orang sholat dibaris pertama anak-anak muda belum berjenggot, baris kedua orang tua berjenggot hitam, baris ketiga- orang tua berjenggot putih. Setelah mereka melihat si burung gagak, mereka berteriak, terlihat ada yang membawa senapan, mereka pun menembaki si burung gagak, tapi untungnya si burung gagak dapat kabur menjauh dan akhirnya selamat.

Dengan kejadian yang telah dialami burung gagak itu, maka Nabi SUlaiman As. berkesimpulan bahwa penduduk dunia semakin menurun, tidak malah jadi baik. Setiap kurun dan generasi berikutnya tidak lebih baik dari generasi sebelumnya, begitupun seterusnya. hal itu terbukti apa yang telah dialami burung gagak tersebut, dari mulai ia dihadiahi sapi, kemudian dikurun berikutnya ia dihadiahi sembelihan kambing (sudah mulai menurun). Dan dikurun berikutnya si burung gagak tidak mendapatkan hadiah sembelihan, malah akan dibunuh oleh generasi tersebut, tidak seperti generasi sebelumnya yang memberikan hadiah sembelihan kepada burung gagak itu.

3 Tanggapan to “Krisis Moral”

  1. asal jangan pukul rata semuanya ya ti….

  2. pukul rata gmn maksudnya kang awik???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: