Kesungguhan Seseorang


Kebahagiaan memang merupakan sesuatu yang mutlak harus dimiliki oleh seseorang. JIka tidak, bukan tidak mungkin seseorang itu akan oleng kesana, oleng kesini karena hatinya selalu dirundung keresahan dan ketidaktenangan. Kebahagiaan disini bukan berarti tercapainya segala keinginan, karena banyak orang yang selalu terpenuhi semua keinginannya, tapi dia selalu dirundung ketakutan karena banyak musuh atau saingan. Kebahagiaan disini adalah kepuasan seseorang saat ia mendapatkan atau melakukan sesuatu. Dengan begini seseorang ini selalu tercukupi dengan apa yang ia miliki dan tidak lagi melirik, menyerobot atau di dalam hatinya terdapat keinginan untuk memiliki apa yang telah dimiliki oleh orang lain. Hati orang seperti ini akan selalu merasa tenang dan ketenangan hati seperti inilah yang kemudian melahirkan kebahagiaan dhohir dan bathin, kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pangkal dari kebahagiaan ini adalah ilmu, sehingga barang siapa ingin bahagia maka harus dengan ilmu, sebagaimana syair berbicara, “Barang siapa belajar (mencari) ilmu hanya karena Allah SWT, maka ia akan mendapatkan keutamaan dan kebahagiaan dari Allah SWT atas petunjuk yang ia peroleh.

Ilmu adalah bisa kita dapatkan dengan belajar, hal ini memberi isyarat bahwa ilmu itu harus dicari. Ilmu pun hanya diperoleh seseorang dengan adanya kesungguhan, ketekunan, kontinyu dalam belajar. Yang terpenting adalah seseorang yang mempunyai niat mencari ilmu, maka ia harus pula mempunyai kesungguhan dalam hatinya. Sebagaimana perkataan Imam Syafi’ : “Kesungguhan dan ketekunan seseorang akan dapat mendekatkan segala sesuatu yang jauh. Dan ketekunan itu juga dapat membukakan pintu-pintu kebodohan yang tertutup.

Satu lagi perkataan Imam Syafi’i :

Engkau menginginkan dan berharap untuk menjadi seorang yang alim dalam bidang ilmu agama akan tetapi engkau tidak mau berusaha dan bersungguh-sungguh (malah enak-enakan) maka yang seperti itu sama halnya seperti keinginan dan harapan orang gila.

Kesungguhan kadang muncul tanpa ada dorongan atau motivasi dari luar, namun hal ini sangatlah jarang, tapi justru kesungguhan seseorang berangkat dari dorongan dari luar, nasihat yang menyentuh hati dan beberapa saran dan masukan yang mengena lebih dianggap sebagai faktor timbulnya semangat dari kesungguhan seseorang.

Singkat kata, bersungguh-sungguhlah dengan segala kemampuan pada segala hal. Maka setelah itu berbahagialah dengan kebahagiaan yang sesungguhnya. Karena kesungguhan itu akan mendatangkan kebahagiaan di dunia dan disisi Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: