Beginilah Islam Menyayangi Wanita


Kalau masih ada yang menganggap Islam mengekang dan menindas wanita, orang itu “kuno”. Semenjak Rasulullah SAW membawa risalahNya, perempuan disayangi dan dimuliakan setinggi-tingginya.

Ketika tradisi penguburan hidup-hidup bayi wanita menjamur dalam tradisi Arab jahiliyah. Ketika “peradaban” Barat masih bertanya apakah wanita tergolong manusia atau hewan. Ketika peradaban lain di Timur membiaran seorang janda pria bangsawan untuk melompat ke dalam api yang membakar jenazah api suaminya. Ketika di berbagai tempat seorang laki-laki bisa merampas istri orang lain, mengawini ibu dan anak, “mengawini” sampai ratusan wanita sekaligus, mewarisi istri ayah atau saudara laki-laki…

Ketika itulah Islam datang dan melarang infanticide alias pembunuhan bayi, memuliakan wanita sehingga Allah janjikan dia surga bagi ketaqwaannya, memelihara kehormatan dan garis keturunannya. Malahan Islam mengangkat derajat wanita ke posisi yang terhormat dengan prinsip bahwa “Surga ada ditelapak kaki ibu” (HR. Qoda’y dari Annas r.a)

Islam juga memerintahkan kepada setiap anak untuk berbuat baik kepada orang tuanya terutama ibu (QS. Lukman : 14). Nabi SAW bahkan menganjurkan untuk mendahulukan ibu sebelum bapak dalam haditsnya yang masyhur. Lebih jauh Islam telah telah mendeklarasikan persamaan antara laki-laki dan perempuan (QS. Al-Hadid : 12 dan 18, At-Taubah : 71-72, An-Nisa’ : 124, An-Nahl : 97, Al-Mukmin : 40, Al-Fath : 5).

Apapun yang menjelaskan tentang imbalan bagi orang-orang yang memperlakukan anak, saudara atau orang perempuannya dengan baik tertuang dalam hadits-hadits berikut :

“Rumah yang di dalamnya terdapat anak-anak perempuan, maka setiap hari Allah menurunkan 12 rahmat, para malaikat tidak terputus-putus mengunjungi rumah itu, dan para malaikat di setiap hari dan malamnya mencatat untuk kedua orang tuanya pahala sama dengan pahala ibadah tujuh puluh tahun” (HR. Abu Ya’la).

“Barang siapa menanggung (biaya hidup) seorang yatim, baik keluarga ataupun bukan keluarga, maka dia kelak berdampingan denganku di surga. Dan barang siapa membiayai tiga orang putri yang diamanatkan Allah kepadanya, maka dia berhak masuk surga. Dan dia mendapat pahala seperti pahalanya orang yang berjihad di jalan Allah, yang siang harinya digunakan untuk berpuasa dan malam harinya digunakan untuk beribadah sunat (HR. Bazar dari Abu Hurairah)”.

“Seorang muslim yang diamanati Allah tiga orang anak putri, kemudian dididik dan dibimbing secara layak hingga dewasa atau meninggal sebelum baligh, maka dia akan selamat dari siksa api neraka,” sabda Rasulullah, lalu ada seorang wanita mengajukan pertanyaan : Ya Rasulullah, bagaimana halnya kalau hanya dia diamanati dua orang anak putri? Jawab beliau : Dua orang anak putri yang dididik secara baik, bisa menjadi penyelamat dari siksa api neraka” (HR. Thabrani dari Abdurrahman bin Auf).

“Barang siapa memiliki tiga orang putri atau tiga orang saudara putri, atau memiliki dua orang anak putri atau dua orang saudara putri, kemudian ia mendidiknya dengan baik hingga memiliki ketaqwaan kepada Allah dan akhlak yang mulia, maka dia berhak masuk surga” (HR. Tirmidzi).

“Barang siapa diamanati Allah seorang putri, bila mati tidak ditangisi dan bila hidup dididik secara baik, maka dia dapat jaminan surga” (HR. Abu Dawud, Hakim dari Ibnu Abbas).

“Barang siapa menyenangkan (memanjakan) anak perempuan, maka ibarat menangis karena takut kepada Allah. Dan barang siapa menangis karena takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan jasadnya masuk ke dalam neraka” (HR. Abu Ya’la, Ahmad).

Satu Tanggapan to “Beginilah Islam Menyayangi Wanita”

  1. Subkhanalloh. .🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: