Arsip untuk Oktober, 2008

Kesungguhan Seseorang

Posted in Motivation on Oktober 30, 2008 by riy4nti

Kebahagiaan memang merupakan sesuatu yang mutlak harus dimiliki oleh seseorang. JIka tidak, bukan tidak mungkin seseorang itu akan oleng kesana, oleng kesini karena hatinya selalu dirundung keresahan dan ketidaktenangan. Kebahagiaan disini bukan berarti tercapainya segala keinginan, karena banyak orang yang selalu terpenuhi semua keinginannya, tapi dia selalu dirundung ketakutan karena banyak musuh atau saingan. Kebahagiaan disini adalah kepuasan seseorang saat ia mendapatkan atau melakukan sesuatu. Dengan begini seseorang ini selalu tercukupi dengan apa yang ia miliki dan tidak lagi melirik, menyerobot atau di dalam hatinya terdapat keinginan untuk memiliki apa yang telah dimiliki oleh orang lain. Hati orang seperti ini akan selalu merasa tenang dan ketenangan hati seperti inilah yang kemudian melahirkan kebahagiaan dhohir dan bathin, kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pangkal dari kebahagiaan ini adalah ilmu, sehingga barang siapa ingin bahagia maka harus dengan ilmu, sebagaimana syair berbicara, “Barang siapa belajar (mencari) ilmu hanya karena Allah SWT, maka ia akan mendapatkan keutamaan dan kebahagiaan dari Allah SWT atas petunjuk yang ia peroleh.

Ilmu adalah bisa kita dapatkan dengan belajar, hal ini memberi isyarat bahwa ilmu itu harus dicari. Ilmu pun hanya diperoleh seseorang dengan adanya kesungguhan, ketekunan, kontinyu dalam belajar. Yang terpenting adalah seseorang yang mempunyai niat mencari ilmu, maka ia harus pula mempunyai kesungguhan dalam hatinya. Sebagaimana perkataan Imam Syafi’ : “Kesungguhan dan ketekunan seseorang akan dapat mendekatkan segala sesuatu yang jauh. Dan ketekunan itu juga dapat membukakan pintu-pintu kebodohan yang tertutup.

Satu lagi perkataan Imam Syafi’i :

Engkau menginginkan dan berharap untuk menjadi seorang yang alim dalam bidang ilmu agama akan tetapi engkau tidak mau berusaha dan bersungguh-sungguh (malah enak-enakan) maka yang seperti itu sama halnya seperti keinginan dan harapan orang gila.

Kesungguhan kadang muncul tanpa ada dorongan atau motivasi dari luar, namun hal ini sangatlah jarang, tapi justru kesungguhan seseorang berangkat dari dorongan dari luar, nasihat yang menyentuh hati dan beberapa saran dan masukan yang mengena lebih dianggap sebagai faktor timbulnya semangat dari kesungguhan seseorang.

Singkat kata, bersungguh-sungguhlah dengan segala kemampuan pada segala hal. Maka setelah itu berbahagialah dengan kebahagiaan yang sesungguhnya. Karena kesungguhan itu akan mendatangkan kebahagiaan di dunia dan disisi Allah.

Mengenal Rekayasa Setan

Posted in Buletin Al-Hidayah on Oktober 29, 2008 by riy4nti

Berikut ini adalah rekayasa setan terhadap anak cucu Adam saat melakukan ibadah :

  • Setan melarang taat kepada Allah SWT, apabila hamba Allah terpelihara, setan memerintahkan hamba itu diperangi.
  • Apabila hamba itu diselamatkan Allah dari serangan setan, hamba itu digoda kemudian agar tergesa-gesa.
  • Jika Allah menyelamatkannya hingga amalnya sempurna, setan menggoda agar memperlihatkan kesempurnaan amalnya.
  • Apabila Allah menjaganya dari godaan itu setan masuk melalui takjub (kagum) terhadap diri sendiri.
  • Apabila hamba melihat adanya anugerah Allah, setan menggoda agar hamba itu berijtihad dalam wilayah rahasia Allah, dengan membisikkan “Sebenarnya Allah ingin menampakkan diri-Nya kepadamu” ucapan setan ini dengan harapan hamba itu terjerumus riya’ (pamer).
  • Jika hamba lemah, tidak mengikuti aturan Allah, setan berbisik kembali Anda tidak butuh lagi terhadap amal tersebut. JIka Anda ditakdirkan bahagia maka buat apa beramal seperti itu dan jika Anda ditakdirkan celaka, maka amal itu tidak dapat menolong Anda sama sekali”.
  • Apabila Allah masih menyelamatkan hamba-Nya maka hamba itu berkata pada setan, “Aku ini hamba Allah dan bagi seorang hamba haruslah melaksanakan perintah Tuannya, sedangkan Tuan berhak untuk bertindak semaunya, apa itu mau menghukum hambanya, memuji hambanya atau memberi sesuatu pada hambanya.”

Aja Dumeh…

Posted in Jawinan on Oktober 28, 2008 by riy4nti

Sifat utawa watak aja dumeh bisa diwedhar kanthi pitutur kayadene:

1.Aja dumeh kuwasa, tumindake daksura lan daksiya marang sakpadha-padha.

2. Aja dumeh pinter, banjur tumindak keblinger.

3. Aja dumeh sugih, banjur tumindak lali marang wong ringkih.

4. Aja dumeh menang, tumindake sak wenang-wenang.

5. Aja dumeh bagus, banjur gumagus.

6. Aja dumeh ayu, banjur kemayu, lan sakpiturute.

“Nyawa mung gaduhan, bandha donya mung sampiran”, mengkono pituture para winasis. Kanthi mengkono sejatine manungsa urip ing alam donya ora duwe apa-apa. Kayadene nalika dilahirake manungsa ora nggawa apa-apa, smono uga mengko yen wis tumeka titi wancine sowan ing ngarsa Gustine uga ora sangu apa-apa. Dadi apa kang bisa diumukake manungsa?

Ukuran Tentang Kualitas Akhlaq

Posted in Fiqih on Oktober 28, 2008 by riy4nti

Apa sich yang menjadi ukuran tentang kualitas akhlaq ? Apakah dilihat dari sholatnya, atau sikap kesehariannya. Soalnya orang pernah bilang jangan melihat seseorang itu dari sholatnya saja sebab ada orang yang rajin sholat tapi masih juga menyakiti orang lain atau bahkan cuek dengan alam sekitar. Jadi, gimana donk ukurannya?

Syakhsiyah Islam atau kepribadian Islam itu bisa distandarisasi berdasar dua sisi utama, yaitu internal dan eksternal. Kedua sisi penilaian standarisari kepribadian Islam ini sifatnya terpadu dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri. Dia ibarat dua mata logam dimana yang satu selalu mengiringi yang lainnya.

1. Internal

Dari sisi internal yang menjadi standart penilaian kepribadian muslim adalah :

a. Pola pikir atau fikrah

Pola pikir adalah kontrol pertama dari seorang muslim dan inti dari aqidah Islam. Seorang muslim hendaknya memiliki konsep dan pandangan bahwa Islam adalah sebuah manhajul hayah atau pedoman hidup. Islam itu bersifat syamil mutakamil menyangkut semua sisi dan aspek kehidupan. Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan selain Islam itu batil. Islam adalah ukuran kebenaran setiap masalah baik pribadi, keluarga, masyarakat, ekonomi, politik, budaya, hukum dan lainnya.

b. Motivasi

Sosok pribadi muslim adalah orang yang setiap gerak gerik dan aktifitasnya berangkat dari motivasi ke-Islaman. Motivasi ini sedemikian kuat sehingga mampu mengalahkan segala jenis halangan dan tantangan. Juga motivasi ini mampu membangun jiwa yang siap untuk berkurban baik pikiran, waktu, harta maupun jiwa sekalipun.

c. Selera

Sosok pribadi muslim selalu memiliki selera yang Islami yang datang dari cita rasa bentukan dari sistem Islam. Cita rasa ini terbentuk dari hasil pemahaman atas syariat Islam yang benar dan shahih. Sehingga semua bentuk aktifitasnya secara psikologis selalu menyesuaikan diri dengan garis-garis Islam dan tujuan-tujuannya. Dan sebaliknya, segala yang berbau non Islam secara psikologis akan termuntahkan dengan sendirinya, karena tidak cocok dengan jiwa ke-Islam-an yang telah terbentuk dengan baik.

d. Sikap

Sosok pribadi muslim memiliki sikap yang selalu bercermin kepada aplikasi syariat Islam.

e. Aktifitas

Aktifitas selalu sesuai dengan garis-garis besar Islam yang berasaskan kepada nilai-nilai Ilahiyah. Aktifitas seorang muslim tidak pernah melanggar ketentuan syar`i, tidak pernah mendzalimi, merugikan, merusak, mencelakakan orang lain. Dan sebaliknya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

2. Eksternal

a. Penampilan

Seorang muslim tidak berhenti pada konsep diri secara internal, tapi juga mengejawantah dalam bentuk penampilan. Dari segi fisik, penampilannya selalu mengacu kepada aturan Islam. Pakaian yang memenui syarat Islam, tata busana dan make up yang sesuai dan selaras dengan nafas Islam. Tata rumah pun tidak melanggar garis syariah dengan tidak memasukkan hal-hal yang mungkar di dalamnya seperti patung, gambar buruk, benda-benda musyrik dan seterusnya.

b. Gaya Hidup

Gaya hidup / life syle yang dijalankan tidak menjadi budak konsumen pola orang-orang kafir yang permisif dan hedonis. Sosok pribadi muslim tidak mungkin bergaul bercampur baur dengan wanita non mahram, kencan atau zina. Juga tidak minum khamar, narkoba, berjudi, maling, membungakan uang (riba) dan memakan harta yang haram. Juga tidak terpengaruh dengan pergaulan (seks) bebas. Pribadi muslim selalu terikat dengan nilai moral dan nilai Islami, menghormati orang tua, menolong yang kecil dan berlaku adil.

Jadi tidak mungkin membuat standar penilaian hanya semata-mata melihat gerakan shalat seseorang, karena bisa saja seseorang memiliki gerakan shalat yang kelihatan menarik dan bagus, tapi ada sisi lain yang tidak tercover dengan baik.

Memang seharusnya kebagusan shalat seseorang merupakan cerminan dari kebaikan kualitas ke-Islam-an seseorang. Tapi kebagusan shalat tidak dilihat dari gerakan fisik sepintas saja.

Wallahu a`lam bis-shawab..

Asma’ul Husna, Makna Dan Kegunaannya

Posted in Asma'ul Husna on Oktober 27, 2008 by riy4nti

Dari Abdullah bin ‘Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Sampaikanlah pesanKu biarpun satu ayat…”

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi s.a.w bersabda:
“Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, yaitu 100 kurang satu. Siapa yang
menghafalnya akan masuk syurga.” Sahih Bukhari.

1. Allah
2. Ar-Rahman – Maha Pemurah
3. Ar-Rahim – Maha Penyayang
4. Al-Malik – Maha Merajai/Pemerintah
5. Al-Quddus – Maha Suci
6. As-Salam – Maha Penyelamat
7. Al-Mu’min – Maha Pengaman
8. Al-Muhaymin – Maha Pelindung/Penjaga
9. Al-^Aziz – Maha Mulia/Perkasa
10. Al-Jabbar – Maha Pemaksa
11. Al-Mutakabbir – Maha Besar
12. Al-Khaliq – Maha Pencipta
13. Al-Bari’ – Maha Perancang
14. Al-Musawwir – Maha Menjadikan Rupa Bentuk
15. Al-Ghaffar – Maha Pengampun
16. Al-Qahhar – Maha Menundukkan
17. Al-Wahhab – Maha Pemberi
18. Ar-Razzaq – Maha Pemberi Rezeki
19. Al-Fattah – Maha Pembuka
20. Al-^Alim – Maha Mengetahui
21. Al-Qabid – Maha Penyempit Hidup
22. Al-Basit – Maha Pelapang Hidup
23. Al-Khafid – Maha Penghina
24. Ar-Rafi^ – Maha Tinggi
25. Al-Mu^iz – Maha Pemberi Kemuliaan/Kemenangan
26. Al-Muthil – Maha Merendahkan
27. As-Sami^ – Maha Mendengar
28. Al-Basir – Maha Melihat
29. Al-Hakam – Ma! ha Menghukum
30. Al-^Adl – Maha Adil
31. Al-Latif – Maha Halusi
32. Al-Khabir – Maha Waspada
33. Al-Halim – Maha Penyantun
34. Al-^Azim – Maha Agong
35. Al-Ghafur – Maha Pengampun
36. Ash-Shakur – Maha Pengampun
37. Al-^Aliyy – Maha Tinggi Martabat-Nya
38. Al-Kabir – Maha Besar
39. Al-Hafiz – Maha Pelindung
40. Al-Muqit – Maha Pemberi Keperluan
41. Al-Hasib – Maha Mencukupi
42. Aj-Jalil – Maha Luhur
43. Al-Karim – Maha Mulia
44. Ar-Raqib – Maha Pengawas
45. Al-Mujib – Maha Mengabulkan
46. Al-Wasi^ – Maha Luas Pemberian-Nya
47. Al-Hakim – Maha Bijaksana
48. Al-Wadud – Maha Pencinta
49. Al-Majid – Maha Mulia
50. Al-Ba^ith – Maha Membangkitkan
51. Ash-Shahid – Maha Menyaksikan
52. Al-Haqq – Maha Benar
53. Al-Wakil – Maha Berserah
54. Al-Qawiyy – Maha Memiliki Kekuatan
55. Al-Matin – Maha Sempurna Kekuatan-Nya
56. Al-Waliyy – Maha Melinuingi
57. Al-Hamid – Maha Terpuji
58. Al-Muhsi – Maha Menghitung
59. Al-Mubdi’ – Maha Memulai/Pemula
60. Al-Mu^id – Maha Mengembalikan
61. Al-Muhyi – Maha Menghidupkan
62. Al-Mumit – Maha Mematikan
63. Al-Hayy – Maha Hidup
64. Al-Qayyum – Maha Berdiri Dengan Sendiri-Nya
65. Al-Wajid – Maha Menemukan
66. Al-Majid – Maha Mulia
67. Al-Wahid – Maha Esa
68. As-Samad – Maha Diminta
69. Al-Qadir – Maha Kuasa
70. Al-Muqtadir – Maha Menentukan
71. Al-Muqaddim – Maha Mendahulukan
72. Al-Mu’akhkhir – Maha Melambat-lambatkan
73. Al-‘Awwal – Maha Pemulaan
74. Al-‘Akhir – Maha Penghabisan
75. Az-Zahir – Maha Menyatakan
76. Al-Batin – Maha Tersembunyi
77. Al-Wali – Maha Menguasai Urusan
78. Al-Muta^ali – Maha Suci/Tinggi
79. Al-Barr – Maha Bagus (Sumber Segala Kelebihan)
80. At-Tawwab – Maha Penerima Taubat
81. Al-Muntaqim – Maha Penyiksa
82. Al-^Afuww – Maha Pemaaf
83. Ar-Ra’uf – Maha Mengasihi
84. Malik Al-Mulk – Maha Pemilik Kekuasaan
85. Thul-Jalali wal-Ikra! m – Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit – Maha Mengadili
87. Aj-Jami^ – Maha Mengumpulkan
88. Al-Ghaniyy – Maha Kaya Raya
89. Al-Mughni – Maha Penberi Kekayaan
90. Al-Mani^ – Maha Membela/Menolak
91. Ad-Darr – Maha Pembuat Bahaya
92. An-Nafi^ – Maha Pemberi Manfaat
93. An-Nur – Maha Pemberi Cahaya
94. Al-Hadi – Maha Pemberi Petunjuk
95. Al-Badi^ – Maha Indah/Tiada Bandingan
96. Al-Baqi – Maha Kekal
97. Al-Warith – Maha Membahagi/Mewarisi
98. Ar-Rashid – Maha Pandai/Bijaksana
99. As-Sabur – Maha Penyabar

(fadhilat ini dipetik dari tajuk buku Khasiat Asma’ul-Husna & Himpunan
Ayat-Ayat Al-Quran, susunan : Abu Nur Husnina, keluaran Pustaka Ilmi).

1. “Ya Allah!” apabila dizikirkan 500 x setiap malam, lebih-lebih lagi
selepas solat tahajjud atau solat sunat 2 rakaat mempunyai pengaruh yang
besar di dalam mencapai segala yang dihajati.

2. “Ya Rahman!” apabila dizikirkan sesudah solat 5 waktu sebanyak 500x,
maka hati kita akan menjadi terang, tenang & sifat-sifat pelupa & gugup
akan hilang dengan izin Allah.

3. “Ya Rahim!” apabila dizikirkan sebanyak 100 x setiap hari, InsyaAllah
kita akan mempunyai daya penarik yang besar sekali hingga manusia merasa
cinta & kasih serta sayang terhadap kita.

4. “Ya Malik!” apabila dizikirkan sebanyak 121 x setiap pagi atau setelah
tergelincirnya matahari, segala perkerjaan yang dilakukan setiap hari akan
mendatangkan berkat & kekayaan yang diredhai Allah.

5. “Ya Quddus!” apabila dizikirkan sebanyak 100 x setiap pagi setelah
tergelincir matahari, maka hati kita akan terjaga dari semua penyakit hati
seperti sombong, iri hari, dengki dll.

6. “Ya Salam!” apabila dizikirkan sebanyak 136 x, InsyaAllah jasmani &
rohani kita akan terhindar dari segala penyakit sehingga badan menjadi
segar sihat & sejahtera.

7. “Ya Mukmin!” apabila dizikirkan sebanyak 236 x, InsyaAllah diri kita,
keluarga & segala kekayaan yang dimiliki akan terpelihara & aman dari
segala macam gangguan yang merosakkan.

8. “Ya Muhaimin!” apabila dizikirkan sebanyak 145 x sesudah solat fardhu
Isyak, Insyaallah fikiran & hati kita akan menjadi terang & bersih.

9. “Ya ‘Aziz!” apabila dizikirkan sebanyak 40 x sesudah solat subuh,
InsyaAllah, kita akan menjadi orang yang mulia, disegani orang kerana
penuh kewibawaan.

10.”Ya Jabbar!” apabila dizikirkan sebanyak 226 x pagi & petang, semua
musuh akan menjadi tunduk & patuh dengan izin Allah.

11. “Ya Mutakabbir!” apabila dizikirkan sebanyak 662 x, maka dengan
kebijaksanaan bertindak, kita akan dapat menundukkan semua musuh, bahkan
mereka akan menjadi pembantu yg setia.

12.”Ya Khaliq!” dibaca mengikut kemampuan atau sebanyak 731x, InsyaAllah
yang ingin otak cerdas, cepat menerima sesuatu pelajaran , amalan ini akan
memberikan otak kita cerdas dan cepat tangkap (faham).

13.”Ya Baarii’!” sekiranya kita berada didalam kesukaran atau sedang
sakit, dibaca sebanyak 100 x selama 7 hari berturut-turut, InsyaAllah kita
akan terlepas dari kesukaran & sembuh dari penyakit tersebut.

14.”Ya Musawwir!” sekiranya seorang isteri yang sudah lama belum mempunyai
anak, maka cubalah ikhtiar ini dengan berpuasa selama 7 hari dari hari
Ahad hingga Sabtu. Di waktu hendak berbuka puasa, ambil segelas air &
dibacakan “Ya Musawwir” sebanyak 21 x, kemudian diminum air tersebut untuk
berbuka puasa. Bagi sang suami, hendaklah berbuat perkara yang sama tetapi
hanya dengan berpuasa selama 3 hari. Kemudian pada waktu hendak berjimak,
bacalah zikir ini sebanyak 10 x, InsyaAllah akan dikurniakan anak yang
soleh.

15.”Ya Ghaffaar!” sambil beri’tikaf (diam dalam masjid dalam keadaan suci)
bacalah zikir ini sebanyak 100 x sambil menunggu masuknya waktu solat
Jumaat, InsyaAllah akan diampunkan dosa-dosa kita.

16.”Ya Qahhaar!” dizikir menurut kemampuan atau sebanyak 306 x, maka hati
kita akan dijaga dari ketamakkan & kemewahan dunia & InsyaAllah
orang-orang yang selalu memusuhi kita akan sedar & tunduk akhirnya.

17. “Ya Wahhaab!” dizikir sebanyak 100 x sesudah solat fardhu, barang
siapa yang selalu didalam kesempitan, Insya Allah segala kesulitan atau
kesempitan dalam soal apa pun akan hilang.

18. “Ya Razzaq!” dizikir mengikut kemampuan sesudah solat fardhu khususnya
solat subuh, Insya Allah akan dipermudahkan rezeki yang halal & membawa
berkat. Rezeki akan datang tanpa diduga!! tetapi perlulah dilakukan dengan
ikhtiar yang zahir.

19. “Ya Fattah!” dizikir sebanyak 71 x sesudah selesai solat subuh,
InsyAllah hati kita akan dibuka oleh Allah, sehingga mudah menerima
nasihat agama.

20. “Ya ‘Aalim!” dizikir sebanyak 100 x setiap kali selesai solat
Maktubah, Insya Allah akan mendapat kemakrifatan yang sempurna.

21. “Ya Qaabidhu!” dizikirkan 100 x setiap hari, maka dirinya akan semakin
dekat dengan Allah & terlepas dari segala bentuk ancaman.

22. “Ya Baasithu!” Bagi mereka yg berniaga atau mempunyai usaha2 lain,
kuatkanlah usaha & berniaga itu dengan memperbanyakkan membaca zikir ini
setiap hari, InsyaAllah rezeki akan menjadi murah.

23. “Ya Khaa’fidh!” dizikirkan sebanyak 500 x setiap hari, dalam keadaan
suci, khusyuk & tawaduk, InsyaAllah segala maksud akan ditunaikan Allah.
Juga apabila mempunyai musuh, musuh itu akan jatuh martabatnya.

24. “Ya Raafi!” dizikirkan setiap hari, baik siang atau malam sebanyak 70
x, InsyaAllah keselamatan harta benda di rumah, di kedai atau di
tempat-tempat lain akan selamat & terhindar dari kecurian.

25. “Ya Mu’izz!” dizikirkan sebanyak 140 x setiap hari, Insya Allah akan
memperolehi kewibawaan yang besar terutama ketua-ketua jabatan atau
perniagaan.

26. “Ya Muzill!” Perbanyakkanlah zikir ini setiap hari, sekiranya ada
orang berhutang kepada kita & sukar untuk memintanya, InsyaAllah si
penghutang akan sedar & membayar hutangnya kembali.

27. “Ya Samii’!” Sekiranya inginkan doa kita makbul & pendengaran telinga
kita tajam, biasakanlah zikir ini setiap hari menurut kemampuan,
lebih-lebih lagi sesudah solah Dhuha, InsyaAllah doa akan mustajab.

28. “Ya Bashiir!” Dizikirkan sebanyak 100 x sebelum solat Jumaat,
InsyaAllah akan menjadikan kita terang hati, cerdas otak & selalu
diberikan taufik & hidayah dari Allah.

29. “Ya Hakam!” dizikirkan sebanyak 68 x pada tengah malam dalam keadaan
suci, InsyaAllah dapat membuka hati seseorang itu mudah menerima ilmu-ilmu
agama & membantu kecepatan mempelajari ilmu-ilmu agama.

30. “Ya Adllu!” dizikirkan sebanyak 104 x setiap hari sesudah selesai
solat 5 waktu, InsyaAllah diri kita selalu dapat berlaku adil.

31. “Ya Lathiif!” Dengan memperbanyakkan zikir ini mengikut kemampuan,
InsyaAllah bagi para peniaga, ikhtiar ini akan menjadikan barangan
jualannya menjadi laris & maju.
32. “Ya Khabiir!” Dengan memperbanyakkan zikir ini setiap hari, terkandung
faedah yang teramat banyak sekali sesuai dengan maksud zikir ini antara
lain faedahnya ialah dapat bertemu dengan teman atau anak yang telah
terpisah sekian lama.

33. “Ya Haliim!” Dizikirkan sebanyak 88 x selepas solat lima waktu, bagi
mereka yang mempunyai kedudukan di dalam pemerintahan, syarikat atau apa
saja, InsyaAllah dipastikan kedudukannya tidak akan dicabar atau
diungkit-ungkit atau tergugat.

34. “Ya ‘Aziim!” dizikirkan sebanyak 12 x setiap hari untuk orang yang
sekian lama menderitai sakit, InsyaAllah akan sembuh. Juga apabila dibaca
12 x kemudian ditiupkan pada tangan lalu diusap-usap pada seluruh badan,
maka dengan izin Allah akan terhindar dari gangguan jin, jin syaitan &
sebagainya.

35. “Ya Ghafuur!” bagi orang yang bertaubat, hendaklah memperbanyakkan
zikir ini dengan mengakui dosa-dosa & beriktikad untuk tidak
mengulanginya, InsyaAllah akan diterima taubatnya oleh Allah.

36. “Ya Syakuur!” dizikirkan sebanyak 40 x sehabis solat hajat, sebagai
pengucapan terima kasih kepada Allah, InsyaAllah semua hajat kita akan
dimakbulkan Allah. Lakukanlah setiap kali kita mempunyai hajat yang
penting & terdesak.

37. “Ya ‘Aliy!” Untuk mencerdaskan otak anak kita yang bebal, tulislah
zikir ini sebanyak 110 x (** di dalam bahasa Arab bukan Bahasa Malaysia!!)
lalu direndam pada air yang dingin & diberikan si anak meminumnya,
InsyaAllah lama kelamaan otak si anak itu akan berubah cemerlang & tidak
dungu lagi. InsyaAllah mujarab.

38. “Ya Kabiir!” Bagi seseorang yang kedudukannya telah dirampas atau
dilucut gara-gara sesuatu fitnah, maka bacalah zikir ini sebanyak 1,000 x
selama 7 hari berturut-turut dalam keadaan suci sebagai pengaduan kepada
Allah. Lakukanlah sesudah solat malam (tahajud atau hajat).

39. “Ya Hafiiz!” dizikir sebanyak 99 x, InsyaAllah diri kita akan
terlindung dari gangguan binatang buas terutamanya apabila kita berada di
dalam hutan.

40. “Ya Muqiit!” Sekiranya kita berada di dalam kelaparan seperti ketika
sesat di dalam hutan atau di mana sahaja sehingga sukar untuk mendapatkan
bekalan makanan, maka perbanyakkan zikir ini. InsyaAllah badan kita akan
menjadi kuat & segar kerana rasa lapar akan hilang.

41. “Ya Hasiib!” Untuk memperteguhkan kedudukan yang telah kita jawat,
amalkan zikir ini sebanyak 777 x sebelum matahari terbit & selepas solat
Maghrib, InsyaAllah akan meneguhkan kedudukan kita tanpa sebarang
gangguan.

42. “Ya Jaliil!” Barangsiapa mengamalkan zikir ini pada sepertiga malam
yang terakhir, InsyaAllah kita akan mendapati perubahaan yang mengkagumkan
– perniagaan akan bertambah maju. Andai seorang pegawai, maka tanpa
disedari kedudukan kita akan lebih tinggi dan terhormat & begitulah
seterusnya dengan izin Allah.

43. “Ya Kariim!” Untuk mencapai darjat yang tinggi & mulia di dunia
mahupun di akhirat kelak, maka amalkan zikir ini sebanyak 280 x ketika
hendak masuk tidur. Nescaya Allah akan mengangkat darjat mereka yang
mengamalkan zikir ini.

44. “Ya Raqiib!” Bagi meminta pertolongan kepada Allah terhadap penjagaan
barang yang dikhuatirkan, maka zikirkan sebanyak 50 x setiap hari dengan
niat agar barang-barang yang dikhuatirkan yang berada di tempat yang jauh
& sukar dijaga terhindar dari sebarang kecurian mahupun gangguan lainnya.
Bertawakkal & yakinlah kepada Allah. InsyaAllah….

45. “Ya Mujiib!” Sesungguhnya Allah adalah Zat yang menerima doa hambaNya
& agar doa kita mustajab & selalu diterima Allah, hendaklah mengamalkan
zikir ini sebanyak 55 x sesudah solat subuh. Insyaallah Tuhan akan
mengabulkan doa kita.

46. “Ya Waasi!” Apabila di dalam kesulitan maka amalkan zikir ini sebanyak
128 x setiap pagi & petang, InsyaAllah segala kesulitan akan hilang berkat
pertolongan Allah. Andai zikir ini sentiasa diamalkan, InsyaAllah Tuhan
akan menjaga kita dari hasad dengki sesama makhluk.

47. “Ya Hakiim!” Bagi pelajar atau sesiapa sahaja yang memperbanyakkan
zikir ini setiap hari, InsyaAllah akalnya akan menjadi cerdas & lancar
didalam menghafal & mengikuti pelajaran. Amalkanlah sekurang-kurangnya
300x setiap hari.

48. “Ya Waduud!” Amalkan zikir ini sebanyak 11,000 x pada setiap malam.
InsyaAllah kita akan menjadi insan yang sentiasa bernasib baik, disayangi
& rumahtangga kita akan sentiasa berada didalam keadaan harmoni.

49. “Ya Majiid!” Untuk ketenteraman keluarga di mana setiap anggota
keluarga sentiasa menyayangi & menghormati & khasnya kita sebagai ketua
keluarga, maka amalkan zikir ini sebanyak 99 x, sesudah itu hembuskan
kedua belah tapak tangan & usap ke seluruh muka. InsyaAllah semua anggota
keluarga kita akan menyayangi & menghormati kita sebagai ketua keluarga.

50. “Ya Baa’its!” Zikirkan sebanyak 100 x dengan meletakkan kedua tangan
ke dada, InsyaAllah akan memberi kelapangan dada dengan ilmu & hikmah.

51. “Ya Syahiid!” Apabila ada di kalangan anggota keluarga kita yang suka
membangkang dan sebagainya, maka zikirkan sebanyak 319 x secara berterusan
setiap malam sehingga si pembangkang akan sedar & berubah perangainya.

52. “Ya Haq”! Perbanyakkan zikir ini, InsyaAllah ianya sangat berfaedah
sekali untuk menebalkan iman & taat di dalam menjalankan perintah Allah.

53. “Ya Wakiil” Sekiranya terjadi hujan yang disertai ribut yang kuat,
atau terjadi gempa, maka ketika itu perbanyakkan zikir ini, InsyaAllah
bencana tersebut akan menjadi reda & kembali seperti sediakala.

54. “Ya Qawiy!” Amalkan zikir ini sebanyak mungkin agar kita tidak gentar
apabila berdepan dengan sebarang keadaan mahupun berdepan dengan si zalim.

55. “Ya Matiin!” Amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin kerana ianya
mempunyai fadhilat yang besar sekali, antaranya untuk mengembalikan
kekuatan sehingga musuh merasa gentar untuk mengganggu.

56. “Ya Waliy!” Barangsiapa yang menjawat sebarang jawatan atau kedudukan,
maka amatlah elok sekali mengamalkan zikir ini sebanyak mungkin kerana
dengan izinNya,kedudukan kita akan kukuh & terhindar dari sebarang
gangguan oleh orang-orang yang bersifat dengki.

57. “Ya Hamiid!” Perbanyakkan zikir ini sebagai pengakuan bahawa hanya
Allah sahaja yang paling berhak menerima segala pujian.

58. “Ya Muhshiy!” Sekiranya kita inginkan diri kita digolongkan didalam
pertolongan yang selalu dekat dengan Allah (muraqabah), maka amalkan zikir
ini sebanyak mungkin sesudah solat 5 waktu.

59. “Ya Mubdiu!” Agar segala apa yang kita rancangkan akan berhasil, maka
zikirkan sebanyak 470 x setiap hari. InsyaAllah….

60. “Ya Mu’id!” Andai ada anggota keluarga yang menghilangkan diri dan
sebagainya, amalkan zikir ini sebanyak 124 x setiap hari sesudah solat.
InsyaAllah dipertunjukkan akan hasilnya.

61. “Ya Muhyiy!” amalkan zikir ini sebanyak 58 x setiap hari, InsyaAllah
kita akan diberikan kemuliaan darjat dunia & akhirat kelak.

62. “Ya Mumiit!” Barangsiapa memperbanyakkan zikir ini, InsyaAllah akan
dipermudahkan didalam perniagaan, berpolitik dan sebagainya.

63. “Ya Hayyu!” Untuk mencapai kekuatan mental/batiniah didalam menjalani
kehidupan, perbanyakkanlah zikir ini.

64. “Ya Qayyuum!” Telah berkata Imam Ghazali bahawa barangsiapa yang ingin
memperolehi harta yang banyak lagi berkat, ingin dikasihi oleh setiap
manusia, ingin berwibawa, ditakuti musuh & ingin menjadi insan yang
terhormat, maka berzikirlah dgn “Ya Hayyu Ya Qayyuum…” sebanyak 1,000 x
setiap malam atau siang hari. Hendaklah melakukannya secara berterusan,
Insya Allah akan tercapai segala hajat.

65. “Ya Waajid!” Andai berkeinginan keperibadian yang kukuh, tidak mudah
terpengaruh & teguh pendirian, maka perbanyakkan zikir ini.

66. “Ya Maajid!” Demi kecerdasan otak dan agar dipermudahkan hati untuk
menerima pelajaran, maka hendaklah pelajar tersebut memperbanyakkan zikir
ini setiap hari.

67. “Ya Waahid!” Bagi pasangan yang belum mempunyai cahayamata & tersangat
ingin untuk menimangnya, amalkanlah zikir ini sebanyak 190 x setiap kali
selesai menunaikan solat 5 waktu selama satu bulan & selama itu juga
hendaklah berpuasa sunat Isnin & Khamis, Insya Allah…

68. “Ya Somad! Ketika dalam kelaparan akibat sesat atau kesempitan hidup,
maka pohonlah kepada Allah dengan zikir ini sebanyak mungkin. InsyaAllah,
diri akan berasa segar & sentiasa.

69. “Ya Qaadir!” Apabila kita berhajatkan sesuatu namun ianya selalu
gagal, maka amalkan zikir ini sebanyak 305 x setiap hari, Insya Allah
segala hajat akan berhasil.

70. “Ya Muqtadir!” Agar tercapai tujuan yang dikehendaki, selain dari
berikhtiar secara lahariah, maka berzikirlah dengan zikir ini seberapa
mampu sehingga ikhtiar kita itu berhasil kerana zikir ini akan
mempercepatkan keberhasilan hajat kita.

71. “Ya Muqaddim!” Menurut Imam Ahmad bin Ali Al-Buuniy, beliau berkata
“Barangsiapa yang berzikir dengan zikir ini sebanyak 184 x setiap hari,
InsyaAllah, nescaya segala usahanya akan berhasil”.

72. “Ya Muahkhir”! Bagi meninggikan lagi ketaatan kita kepada Allah,
perbanyakkanlah zikir ini.

73. “Ya Awwal!!” Barangsiapa yang mengamalkan zikir ini sebanyak 37 x
setiap hari, InsyaAllah segala apa yang dihajati akan diperkenankan Allah.

74. “Ya Aakhir!” Amalkan berzikir sebanyak 200 x sesudah solat 5 waktu
selama satu bulan, InsyaAllah Tuhan akan membuka pintu rezeki yang halal.

75. “Ya Dhaahir!” Amalkanlah zikir ini sebanyak 1,106 x selesai solat
waktu di tempat yang sunyi (khalwat), nescaya Allah akan membuka hijab
padanya dari segala rahsia yang pelik & sukar serta diberi kefahaman ilmu.

76. “Ya Baathinu!” Seperti no. 75 jugak, tetapi amalkan sebanyak 30 x
sesudah solat fardhu.

77. “Ya Waaliy!” Memperbanyakkan zikir ini setiap pagi & petang boleh
menyebabkan seseorang itu menjadi orang yang ma’rifat, iaitu hatinya
dibuka oleh Allah. Difahamkan para wali Allah selalu memperbanyakkan zikir
ini

78. “Ya Muta’aAliy!” Sekiranya kita akan berjumpa dengan mereka yang
berkedudukan tinggi atau mereka yang sukar untuk ditemui, maka bacalah
zikir ini sebanyak mungkin sewaktu mengadap. InsyaAllah dengan mudah kita
akan berjumpa dengannya & segala hajat yang penting-penting akan berhasil.

79. “Ya Bar!” Amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin setiap hari,
InsyaAllah segala apa yang kita hajati akan terlaksana dengan mudah.

80. “Ya Tawwaab!” Bagi orang yang selalu membuat dosa & ingin bertaubat
maka hendaklah memperbanyakkan zikir ini supaya dengan mudah diberikan
petunjuk kembali ke jalan yang lurus.

81. “Ya Muntaqim!” Jika kita berhadapan dengan orang yang zalim, supaya
dia tidak melakukan kezalimannya terhadap kita, maka hendaklah kita
memperbanyakkan zikir ini setiap kali sesudah solat fardhu. Insyaallah,
kita akan mendpt pertolongan Allah.

82. “Ya ‘Afuww!” Barangsiapa memperbanyakkan zikir ini, nescaya dia akan
diampuni segala dosanya oleh Allah.

83. “Ya Rauuf!” Bagi sesiapa yang inginkan dirinya disenangi oleh teman
atau sesiapa sahaja yang memandangnya, amalkan zikir ini seberapa mampu
samada pada waktu siang mahupun malam.

84. “Ya Maalikul Mulki!” Seseorang pengarah atau ketua yang ingin
kedudukan yang kekal & tetap tanpa diganggu gugat, hendaklah selalu
mengamalkan zikir ini sebanyak 212 x sesudah solat fardhu & 212 pada
setiap malam selama sebulan. InsyaAllah akan mendapat pertolongan Allah.

85. “Ya Zul Jalaali wal Ikraam!” Amalkanlah zikir ini sebanyak 65 x setiap
hari selama sebulan, InsyaAllah segala hajat kita akan tercapai dengan
pertolongan Allah.

86. “Ya Muqsith!” Berzikirlah dengan zikir ini mengikut kemampuan,
InsyaAllah Tuhan akan menganugerahkan sifat adil kepada mereka yang
mengamalkannya.

87. “Ya Jaami’!” Sekiranya ada dikalangan keluarga kita atau isteri kita
yang lari dari rumah, maka amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin pada
setiap hari dengan niat semoga Allah menyedarkan orang tersebut. Dengan
izin Allah orang yang lari itu akan pulang dalam jangka waktu yang
singkat.

88. “Ya Ghaniy!” Amalkanlah zikir ini pada setiap hari sebanyak mungkin,
InsyaAllah apa yang kita usahakan akan cepat berhasil & kekayaan yang kita
perolehi itu akan mendapat berkat.

89. “Ya Mughniy!” Mintalah kekayaan yang bermanfaat untuk kehidupan dunia
& akhirat kepada Allah dengan memperbanyakkan zikir ini, InsyaAllah segala
hajat kita akan tercapai.

90. “Ya Maani’!” Andai kita selalu mengamalkan zikir ini sebanyak 161 x
pada waktu menjelang solat subuh setiap hari, InsyaAllah kita akan
terhindar dari orang-orang yang zalim & suka membuat angkara.

91. “Ya Dhaarr!” Asma ini sangat berguna didalam ikhtiar kita untuk
menyembuhkan sesuatu penyakit yang mana sudah lama dihidapi & telah puas
dihidapi & telah puas diubati. Amalkanlah zikir ini sebanyak 1001 x pada
setiap hari, InsyaAllah dengan ikhtiar ini penyaki itu akan cepat sembuh.

92. “Ya Naafi’ “! Menurut Imam Ahmad Al-Buuniy, barangsiapa mengamalkan
zikir ini setiap hari, maka bagi orang yang sakit, sakitnya akan sembuh, &
bagi orang yang susah akan dihilangkan kesusahannya dengan izin Allah.

93. “Ya Nuur!” Menurut Sheikh Ahmad bin Muhammad As Shawi, barangsiapa
yang menghendaki kemuliaan yang agung & memperolehi apa yang dimaksudkan
baik kebaikan dunia mahupun kebaikandi akhirat kelak, maka hendaklah
selalu berzikir dengan zikir ini setiap pagi & petang.

94. “Ya Haadiy!” Bagi sesiapa yang dalam perjalanan ke suatu tempat
tertentu, kemudian ia tersesat, hendaklah ia memohon petunjuk Allah dengan
memperbanyakkan zikir ini, Insya Allah akan diberikan pertolongan Allah
akan cepat lepas dari kesesatan tersebut.

95. “Ya Baadii!” Andai kita mempunyai rancangan yang sangat penting & bagi
memastikan rancangan kita itu berjaya & berjalan lancar, maka berzikirlah
dengan zikir ini sebanyak 500 x selepas solat fardhu. InsyaAllah Tuhan
akan memberikan pertolongan hingga rancangan kita berjaya & berjalan
lancar.

96. “Ya Baaqy!” Amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin tanpa mengira batas
waktu, InsyaAllah dengan ikhtiar ini semua perkerjaan yang telah menjadi
punca rezeki tidak akan mudah terlepas, perniagaan tidak akan rugi atau
bankrap dengan berkat zikir ini.

97. “Ya Waarits!” Sekiranya kita berzikir sebanyak 500 x selepas solat
fardhu atau sebagainya, supaya segala urusan kita itu berjalan lancar,
maka hendaklah pada setiap malam berzikir dengan zikir ini sebanyak 707 x.
InsyaAllah berkat zikir ini Allah akan memberi petunjuk sehingga usaha
kita akan berhasil dengan baik & memberangsangkan.

98. “Ya Rasyiid!” Walaupun kita tergolong didalam golongan yang cerdas
otak, namun biasakanlah zikir ini sebanyak mungkin, nescaya otak kita akan
menjadi bertambah cerdas.

99. “Ya Shabuur!” Agar kita diberi kesabaran oleh Allah dalam segala hal,
maka perbanyakkanlah zikir ini menurut kemampuan. Dengan sifat sabar &
penuh pengharapan kepada Allah, maka segala usaha & upaya akan mencapai
kejayaan.

Doa-doa Yang Makbul:

1. Orang yang terdesak.
2. Orang yang teraniaya/dizalimi.
3. Anak yang berbuat baik terhadap kedua ibubapanya.
4. Doa seorang Muslim yang tidak berbuat zalim & tidak memutuskan
silaturrahim.

Tanda-tanda Doa Yang Makbul:
1. Terasa sesuatu yang menakutkan.
2. Menangis tatkala berdoa.
3. Terasa menggeletar.

Cara-cara Berdoa:
1. Bersungguh-sungguh semasa berdoa. Rasulullah s.a.w pernah bersabda:
“Sesungguhnya Allah amat menyukai orang yang bersungguh-sungguh semasa ia
berdoa”

2. Menghadirkan diri kpd Allah dengan penuh kekhusyukkan kerana Allah
tidak menerima doa dari hati yang lalai.

3. Hendaklah makanan, minuman, pakaian dan sebagainya dari harta yang
halal kerana sesungguhnya Allah itu baik & menerima melainkan yang baik
belaka.

4. Doa itu bukan bertujuan untuk melakukan dosa, khianat, memutuskan
silaturrahim & jangan sesekali memohon SEGERA dimakbulkan doa tersebut.

5. Digalakkan memperbanyakkan menyebut Asmaul Husna, dimulai dengan
bertaubat, istighfar, hamdalah serta selawat ke atas Rasulullah s.a.w &
para sahabat.

6. Sebelum berdoa, bersedekahlah terlebih dahulu (al-fatihah dan
sebagainya).

Beginilah Islam Menyayangi Wanita

Posted in Seputar Cowok`n`Cewek Nich!! on Oktober 20, 2008 by riy4nti

Kalau masih ada yang menganggap Islam mengekang dan menindas wanita, orang itu “kuno”. Semenjak Rasulullah SAW membawa risalahNya, perempuan disayangi dan dimuliakan setinggi-tingginya.

Ketika tradisi penguburan hidup-hidup bayi wanita menjamur dalam tradisi Arab jahiliyah. Ketika “peradaban” Barat masih bertanya apakah wanita tergolong manusia atau hewan. Ketika peradaban lain di Timur membiaran seorang janda pria bangsawan untuk melompat ke dalam api yang membakar jenazah api suaminya. Ketika di berbagai tempat seorang laki-laki bisa merampas istri orang lain, mengawini ibu dan anak, “mengawini” sampai ratusan wanita sekaligus, mewarisi istri ayah atau saudara laki-laki…

Ketika itulah Islam datang dan melarang infanticide alias pembunuhan bayi, memuliakan wanita sehingga Allah janjikan dia surga bagi ketaqwaannya, memelihara kehormatan dan garis keturunannya. Malahan Islam mengangkat derajat wanita ke posisi yang terhormat dengan prinsip bahwa “Surga ada ditelapak kaki ibu” (HR. Qoda’y dari Annas r.a)

Islam juga memerintahkan kepada setiap anak untuk berbuat baik kepada orang tuanya terutama ibu (QS. Lukman : 14). Nabi SAW bahkan menganjurkan untuk mendahulukan ibu sebelum bapak dalam haditsnya yang masyhur. Lebih jauh Islam telah telah mendeklarasikan persamaan antara laki-laki dan perempuan (QS. Al-Hadid : 12 dan 18, At-Taubah : 71-72, An-Nisa’ : 124, An-Nahl : 97, Al-Mukmin : 40, Al-Fath : 5).

Apapun yang menjelaskan tentang imbalan bagi orang-orang yang memperlakukan anak, saudara atau orang perempuannya dengan baik tertuang dalam hadits-hadits berikut :

“Rumah yang di dalamnya terdapat anak-anak perempuan, maka setiap hari Allah menurunkan 12 rahmat, para malaikat tidak terputus-putus mengunjungi rumah itu, dan para malaikat di setiap hari dan malamnya mencatat untuk kedua orang tuanya pahala sama dengan pahala ibadah tujuh puluh tahun” (HR. Abu Ya’la).

“Barang siapa menanggung (biaya hidup) seorang yatim, baik keluarga ataupun bukan keluarga, maka dia kelak berdampingan denganku di surga. Dan barang siapa membiayai tiga orang putri yang diamanatkan Allah kepadanya, maka dia berhak masuk surga. Dan dia mendapat pahala seperti pahalanya orang yang berjihad di jalan Allah, yang siang harinya digunakan untuk berpuasa dan malam harinya digunakan untuk beribadah sunat (HR. Bazar dari Abu Hurairah)”.

“Seorang muslim yang diamanati Allah tiga orang anak putri, kemudian dididik dan dibimbing secara layak hingga dewasa atau meninggal sebelum baligh, maka dia akan selamat dari siksa api neraka,” sabda Rasulullah, lalu ada seorang wanita mengajukan pertanyaan : Ya Rasulullah, bagaimana halnya kalau hanya dia diamanati dua orang anak putri? Jawab beliau : Dua orang anak putri yang dididik secara baik, bisa menjadi penyelamat dari siksa api neraka” (HR. Thabrani dari Abdurrahman bin Auf).

“Barang siapa memiliki tiga orang putri atau tiga orang saudara putri, atau memiliki dua orang anak putri atau dua orang saudara putri, kemudian ia mendidiknya dengan baik hingga memiliki ketaqwaan kepada Allah dan akhlak yang mulia, maka dia berhak masuk surga” (HR. Tirmidzi).

“Barang siapa diamanati Allah seorang putri, bila mati tidak ditangisi dan bila hidup dididik secara baik, maka dia dapat jaminan surga” (HR. Abu Dawud, Hakim dari Ibnu Abbas).

“Barang siapa menyenangkan (memanjakan) anak perempuan, maka ibarat menangis karena takut kepada Allah. Dan barang siapa menangis karena takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan jasadnya masuk ke dalam neraka” (HR. Abu Ya’la, Ahmad).

Memilih Sahabat

Posted in Sahabat on Oktober 15, 2008 by riy4nti

Yang tak kalah penting untuk menghindari “nasib” seperti ini adalah, tentu saja, dengan memilih jenis orang yang Anda jadikan sahabat.

Islam sudah memberikan batasan-batasan yang jelas dalam hal pertemanan ini. Mengapa?? Karena teman memiliki pengaruh yang besar sekali. Rasulullah bersabda, “Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi). Maka Rasulullah mengingatkan agar kita hati-hati dalam memilih teman. Terutama harus mengenali kualitas agama dan akhlak teman. Bertemanlah dengan mereka yang berjalan dengan tuntunan Allah, misalnya, teman yang memelihara kehormatan dan auratnya, yang amanah, yang berkata baik.

Rasulullah SAW bersabda, “Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR. AHmad dihasankan oleh al-Albani).

Termasuk larangan berteman dengan orang yang berbuat dosa-dosa besar dan ahli maksiat, dan jangan pula mendekati teman yang kafir dan munafik.

Namun tentu bukan berarti ANda tidak boleh bergaul dalam kegiatan yang sifatnya umum seperti bertetangga dan jual beli. Maka hukumnya termasuk dalam hukum muamalah, artinya, boleh bermuamalah dengan siapa saja, Muslim maupun non-Muslim.

Cinta Karena Allah

Persahabatan yang menjamin dunia dan akhirat adalah persahabatan yang dijalin semata-mata karena Allah. Jadi bukan semata-mata untuk mendapatkan materi, jabatan ataupun kenikmatan dunia lainnya. INgatlah, bahwa pershabatan yang dijalin semata-mata untuk kepentingan dunia, sifatnya hanya sementara. BIla masing-masing sudah tidak bisa mendapatkan keuntungan dunia lagi, dapat dipastikan putuslah hubungan persahabatan itu.

Berbeda bila persahabatan dijalin dengan tujuan hanya untuk mendapat ridho Allah. Maka persahabatan seperti ini akan mendapatkan akhirat sekaligus keuntungan dunia. Dan persahabatan semacam ini pula yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Dimana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.'” (HR. Muslim)

Dari Mu’adz bin Jabalzia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan saling berkunjung karena Aku dan saling berkorban karena Aku.'” (HR. Ahmad)

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits Abu HUrairah ra, diceritakan, “Dahulu ada seorang laki-laki yang berkunjung kepada saudara (temannya) di desa lain. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘Kemana Anda hendak pergi?? Saya akan mengunjungi teman saya di desa ini’ jawabnya, ‘Adakah suatu kenikmatan yang Anda harap darinya??’ ‘Tidak ada, selain bahwa saya mencintainya karena Allah Azza wa Jalla’, jawabnya. Maka orang yang bertanya ini mengaku, “Sesungguhnya saya ini adalah utusan Allah kepadamu (untuk menyampaikan) bahwasanya Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu karena Dia.””

Ungkapkan Cinta Karena Allah

Anas ra. meriwayatkan, “Ada seorang laki-laki di sisi Nabi SAW. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, “Ya Rasulullah, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)””. Maka Nabi SAW bertanya, “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?” “Belum”, jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, “Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang diantara kalian.” Lalu ia bangkit dan memberitahukan, “Sungguh saya mencintai Anda karena Allah.” Maka orang ini berkata, “Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).

Bagi persahabatan yang semata-mata mencari ridha Allah, maka yang harus diperhatikan adalah hal yang harus diperhatikan oleh orang yang saling mencintai karena Allah adalah terus melakukan evaluasi diri dari waktu ke waktu. Cobalah cermati, apakah persahabatan ini sudah dikotori oleh kecintaan kepada hal-hal yang bersifat duniawi??

Lemah Lembut, Bermuka Manis dan Saling Memberi Hadiah

Tersenyumlah, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tersenyum. Tapi tahukah Anda, dengan tersenyum dengan setulus hati saja, berarti Anda sudah mendapatkan pahala. Maka, meski tidak mampu memberikan apapun secara materi, hati sahabat akan merasa tentram melihat wajah Anda yang penuh senyum.

Rasulullah SAW bersabda, “Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Dalam sebuah hadits riwayat Aisyah RA disebutkan, bahwasanya “Allah mencintai kelemah-lembutan dalam segala sesuatu.” (HR. Al-Bukhari). Dalam hadits lain riwayat Muslim disebutkan “Bahwa Allah itu Maha Lemah-Lembut, senang kepada kelembutan. Ia memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan-Nya kepada kekerasan, juga tidak diberikan kepada selainnya.” Hal lain yang mampu melanggengkan kasih sayang diantara sahabat adalah saling memberi hadiah. Jangan lihat nilai dari hadiah tersebut, yang penting keikhlasan Anda memberikan hadiah tersebut, yang dapat terlihat dari wajah Anda yang berseri-seri saat bertemu dengan sahabat. Rasulullah SAW bersabda, “Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang kedengkian. Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai dan hilang (dari kalian) kebencian.” (HR. Imam Malik).

Saling Memberi Nasihat

Prinsip tolong menolong dalam Islam bukan berdasarkan permintaan dan keinginan hawa nafsu. Melainkan berdasarkan niat untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak pernah menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah. Termasuk di dalamnya adalah amar ma’ruf nahi munkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman. Jangan terkecoh oleh keinginan untuk mengikuti saja keinginan teman/sahabat berdasarkan alasan solidaritas atau basa basi atas nama persahabatan. Tujuannya supaya persahabatan tidak putus atau Anda ditinggalkan oleh teman/sahabat. Yang seperti itu bukanlah persahabatan gaya Islam.

Berlapang Dada dan Berbaik Sangka

Lapang dada menjadi salah satu sifat utama persahabatan untuk menciptakan perdamaian dan menciptakan ikatan persaudaraan. Orang yang berlapang dada adalah orang yang pandai memahami berbagai keadaan dan sikap orang lain, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan. Ia tidak membalas kejahatan dan kedzaliman dengan kejahatan dan kedzaliman yang sejenis, juga tidak iri dan dengki kepada orang lain. Rasulullah bersabda, “Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. Tirmidzi, Al-Albani berkata “hasan”) Karena itu Nabi mengajarkan kita berdo’a : “Dan lucutilah kedengkian dalam hatiku.” (HR. Abu Daud, Al-Albani berkata “sahih”).

Maka belajarlah bersikap berbaik sangka kepada sesama teman. Sikap ini akan mengharmoniskan persahabatan dan menjauhi kemungkinan permusuhan. Yaitu, selaluu berfikir positif dan memaknai setiap sikap dan ucapan orang lain dengan persepsi dan gambaran yang baik, tidak ditafsirkan negatif. Nabi SAW bersabda, “Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta.” (HR. Bukhari dan Muslim). Yang dimaksud berburuk sangka adalah dugaan yang tanpa dasar.

Menjaga Rahasia

Setiap orang tentu punya rahasia. Namanya juga rahasia, berarti bukan konsumsi publik alias jangan diceritakan kembali kepada khalayak ramai sehingga menjadi rahasia umum. Umumnya, rahasia akan diceritakan hanya kepada teman terdekat saja atau teman yang dipercayai. Anas ra. pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi SAW. Anas ra. berkata, “Nabi SAW merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya.” (HR. Al-Bukhari).

Nah, teman dan saudara sejati adalah teman yang pandai menjaga rahasia temannya. Sebaliknya orang yang mudah saja membuka rahasia orang lain aalagi sahabatnya sendiri, berarti dia sudah berkhianat karena tidka mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Tidak bisa menjadi menjaga amanah adalah salah satu sifat orang munafik.

Ingatlah persahabatan yang dijalin semata-mata bertujuan untuk mendapatkan ridho Allah akan langgeng sepanjang masa. Karena mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi, saling membantu dan saling mengingatkan. Persahabatan itupun akan berlanjut hingga akhirat kelak. BUkanlah Allah berfirman, artinya : “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf : 67).