Sholat Berjama’ah


Sholat Berjama’ah

Sholat berjama’ah disyari’atkan dalam Al-Qur’an, Hadits, serta Ijma’. Sebagaimana Alloh berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa’ ayat : 102.

Ada beberapa pendapat yang mengatakan hukum sholat berjama’ah, yaitu :

a. Hukumnya Sunnah, dalam sholat berjama’ah ketika dilakukan mendapatkan pahala namun ketika ditinggalkan maka tidaklah mengapa (tidak berdosa).

b. Hukumnya Fardhu Kifayah, dalam artian sholat berjama’ah merupakan kewajiban yang dapat diwakilkan, artinya ketika dalam suatu desa tidak ada sama sekali yang melaksanakan sholat berjama’ah maka seluruh warga desa itu terkena dosa, tapi bila ada satu saja yang melaksanakan sholat berjama’ah maka kewajiban berjama’ah untuk yang lainnya telat gugur.

c. Hukumnya Fardhu ‘Ain, dalam artian sholat berjama’ah merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap individu perorangan (tidka dapat diwakilkan), sehingga setiap warga desa harus berjama’ah.

Catatan :

“Sholat berjama’ah yang hukumnya pasti fardhu ‘ain adalah Sholat Jum’at, namun Hadits yang mengatakan secara umum bahwa sholat berjama’ah itu hukumnya fardhu ‘ain, karena menyangkut kewajiban berjama’ah bagi kaum munafiq pada waktu itu (di zaman Rosululloh).

“Berlakunya sholat berjama’ah ketika makmum niat menjadi makmum, karena keikutsertaan membutuhkan niat. Namun imam malah tidka diharuskan niat menjadi imam kecuali sholat jum’at. Karena sholat jum’at tidak akan sah bilamana imamnya tidak niat menjadi imam. Kalau makmum tidak niat makmum maka ia dihukumi sholat sendirian meskipun ia mengikuti gerak-gerik imam sampai selesai salam.

Ada beberapa kriteria dalam sholat berjama’ah. Apa sajakah itu???

  • Orang yang merdeka diperkenankan menjadi makmum dari imam orang yang dalam status budak, meskipun posisi orang merdeka berada di atas budak.

  • Orang yang sudah baligh diperkenankan menjadi makmum dari orang imam orang yang masih belum baligh (anak kecil) yang sudah mengerti mana yang bahaya dna mana yang bermanfaat, meskipun orang yang sudah baligh lebih baik dari pada anak kecil.

  • Seorang laki-laki tidak diperkenankan menjadi makmum dari imam seorang perempuan. Dalam hal ini banyak dalil yang menyatakan bahwa seorang perempuan posisinya di bawah seorang laki-laki (di dalam masalah ibadah). Sebagaimana firman Alloh dalam surat An-Nisa’ ayat 34.

    Sabda Nabi Muhammad SAW :

    Karena dalam kepemimpinan perempuan dalam masalah ibadah hanya akan memunculkan fitnah (beberapa hal yang tidak diinginkan).

    Catatan :

    “Imam seorang yang tak dapat baca tulis menurut qaul yang paling jelas adalah tidak sah”

    Sedangkan bila sama-sama tak dapat baca tulis maka sah-sah saja sholatnya sebagaimana sholatnya perempuan yang menjadi makmum dari imam perempuan.

    Bila ada permasalahan bahwa imam tidak diketahui (dalam sholat yang tidak dikeraskan suaranya) apakah ia tidak bisa baca atau tidak, maka langsung saja kita yakinkan sah dan jangan dibahas, namun bila mana sholat yang bacaannya dikeraskan, tapi malah imamnya mengecilkan suaranya maka sholatnya wajib diulangi, karena jelas kalau ia bisa baca sudah dipastikan bacaannya keras, tapi bila mengecilkan suaranya itu karena lupa maka sholatnya tidka diharuskan untuk diulangi.

Syarat-syarat Bagi Makmum dalam Sholat Berjama’ah

  1. Niat menjadi makmum.

  2. Mengetahui sholatnya imam, dalam artian makmum mengetahui semua gerakan imam, ada yang langsung melihat gerakan imam dan ada juga yang melihat berisan makmum yang ada didepannya.

  3. Posisi makmum tidak boleh mendahului posisi tempatnya imam, bila mana makmum posisinya mendahului imam ditengah-tengah sholat maka langsung sholatnya batal. Adapun ukuran kakinya adalah mata kakinya, jadi bila makmum memiliki jari-jari kaki yang panjang maka tidak dianggap mendahului posisi imam. Namun bila ia dalam posisi sholatnya duduk maka yang menjadi ukuran adalah pantatnya. Bila sholatnya dalam posisi tidur miring maka yang menjadi ukuran adalah sisi-sisinya.

  4. Kalau jama’ahnya tidak di masjid maka jarak antara makmum dan imam atau antara makmum yang satu dengan yang lainnya tidak boleh lebih dari 300 dziro’ (kurang lebih 150 meter).

  5. Tidak ada penghalang antara makmum dan imam meskipun suara takbir imam terdengar oleh makmum.

  6. Makmum tidak diperbolehkan mendahului dan tertinggal 2 rukun sholat yang berupa perbuatan imam, tanpa alasan yang jelas.

  7. Makmum tidak boleh mendahului atau bersamaan dengan imam dalam takbirotul ihram.

  8. Makmum menyesuaikan dengan imam dalam sunnah-sunnah yang dianggap tidak layak ditinggal seperti tasyahud awal atau sujud sahwi.

  9. Tidak diperkenankan bagi makmum meyakinkan wajib mengulang kembali bagi imam.

Catatan :

Hukum tidak boleh mendahului atau tertinggal 2 rukun sholat juga berlaku bagi makmum yang berada di barisan shof akhir yang tidak diperbolehkan mendahului atau tertinggal 2 rukun sholat dari barisan makmum di depannya. Dan hukum ini pun berlaku untuk seterusnya (bagi shof-shof yang berada d belakang). Karena alasannya adalah jika ia tertinggal dari makmum yang ada di depannya maka sudah dapat dipastikan ia pun teringgal jauh dari imam.

Pembagian Makmum

  1. Makmum Masbuq

    Makmum masbuq adalah makmum yang tidak sempat mempunyai waktu untuk membaca al-fatihah bersama dengan imam. Ketentuan makmum masbuq adalah :

    a. Apabila makmum masbuq menemukan imam sedang ruku’ maka segeralah ikut ruku’ dan fatihahnya gugur bagi dirinya (ditanggung imam) serta ia dianggap sudah mendapatkan satu rokaat kalau memang sempat thuma’ninah.

    b. Apabila makmum masbuq sempat menemukan imam dalam kondisi masih berdiri tapi kemudia imam ruku’ sementara ia belum menyelesaikan bacaan al-fatihahnya, maka segera ia ruku’ bersama imam. Dan kalau ia tidak menyibukkan dirinya membaca do’a iftitah atau ta’awudz maka bagi dirinya fatihahnya gugur.

    c. Apabila makmum masbuq menemukan imam dalam kondisi berdiri, dia sibuk membaca do’a iftitah atau ta’awudz maka kemudian imam ruku’ sebelum makmum menyelesaikan bacaan fatihahnya, maka ia harus mengejar bacaan fatihah sama dengan ukuran membaca doa’ iftitah atau ta’awudz. Apabila makmum menemukan imam dalam ruku’ maka dia mendapatkan satu rokaat dan kalau imam i’tidal sebelum ia menyelesaikan ruku’nya maka makmum tidak mendapatkan satu rokaat. Dan kalau imam sujud sebelum makmum menyelesaikan ruku’nya maka sholatnya batal kalau memang belum niat pisah dari imam.

  2. Makmum Muwafiq

    Makmum muwafiq adalah makmum yang sempat mempunyai waktu cukup untuk membaca fatihah bersama imam. Makmum ini wajib untuk menyempurnakan bacaan fatihahnya, kalau imamnya ruku’ maka dia harus tetap menyelesaikan fatihahnya. Apabila dia tetap menyelesaikan bacaan fatihahnya sementara imam sudah jauh gerakannya maka makmum tersebut boleh teringgal 3 rukun sholat dengan alasan sebagai berikut :

    a. Apabila makmum muwafiq tersebut lamban bacaannya (bukan karena was-was) sedangkan imam memang orang yang standar bacaannya.

    b. Apabila makmum muwafiq lupa membaca fatihah dan baru ingat ketika imam ruku’ tapi ia belum sempat ruku’. Tapi apabila ingatnya tersebut setelah ia melakukan ruku’ bersama imam, maka tidak usah baca fatihah melainkan ia harus mengikuti imam dan nanti setelah salam ia menambahkan satu rokaat tersebut.

    c. Apabila makmum muwafiq sibuk dengan do’a iftitah atau ta’awudz dan ia menduga dapat mengejar bacaan fatihah tapi kenyataannya malah tidak bisa mengejar bacaan fatihah sampai selesai. Tapi apabila makmum muwafiq meyakinkan tidak dapat membaca fatihah dan ia tidak menemukan imam ruku’ maka rokaat tersebut gagal dan ia harus menambahkan rokaat setelah salamnya imam.

2 Tanggapan to “Sholat Berjama’ah”

  1. Assalamu’alaikum….

    Terimakasih buat artikelnya…..

    Wassalamu’alaikum…

  2. jagalah shalat kita kita dengan sebaik-baiknya, dan berdirilah untuk shalat itu dengan khusyu, sebab orang yang khusyu dalam shalatnya sungguh sangat beruntung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: