Archive for the Lindungi Rumah Tangga dari VIrus Selingkuh Category

Mungkinkah Mencintai Dua Orang di Waktu yang Sama

Posted in Lindungi Rumah Tangga dari VIrus Selingkuh, Seputar Cowok`n`Cewek Nich!! on Februari 23, 2011 by riy4nti

Studi: satu dari lima orang dewasa memiliki cinta kedua dalam hidupnya.

Umumnya, setelah menikah atau menjalin hubungan asmara dengan seseorang, kita berharap pasangan adalah satu-satunya orang yang kita cintai. Namun, ternyata kondisinya tidak semua orang seperti itu. Baca lebih lanjut

Mana Paling Buruk, Selingkuh Emosi atau Seks?

Posted in Lindungi Rumah Tangga dari VIrus Selingkuh, Seputar Cowok`n`Cewek Nich!! on Desember 9, 2010 by riy4nti

Studi terbaru menjelaskan, jawabannya sangat berbeda antara pria dan wanita.

Perselingkuhan selalu membawa perasaan cemburu, kemarahan dan sakit hati bagi pasangan. Manakah yang paling buruk, berselingkuh secara emosional atau seksual? Baca lebih lanjut

Saling Mengirim SMS Romantis

Posted in Lindungi Rumah Tangga dari VIrus Selingkuh on Agustus 30, 2008 by riy4nti

Sebenarnya perselingkuhan bisa dihindari bila kita kembali pada komitmen kita saat menikah. Dalam ISlam, tujuan utama menikah adalah untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Tujuan menikah adalah untuk melaksanakan perintah Allah dan sunnah Rasululloh. Selain juga tujuan menikah adalah untuk memiliki keturunan. Pernikahan juga untuk menjaga diri kita, karena sudah fitrah manusia memiliki ketertarikan pada lawan jenis. Dalam Islam agar ketertarikan itu menjadi halal maka harus dimanifestasikan dalam lembaga pernikahan. Islam mengatur kita harus berumah tangga agar kita tidak menggunakan fitrah itu secara liar.

Untuk membentengi diri dari perselingkuhan, baiknya berkomitmen untuk menjauhi hal-hal yang mengarah pada itu (perselingkuhan), misalnya tidak curhat dengan lawan jenis. Kalau ada yang bilang witing tresno jalaran soko kulino, itu benar. Hal itu bisa saja terjadi, karena sudah fitrah manusia kalau wanita tertarik pada pria dan pria tertarik pada wanita. Selain kita hindari secara fisik, kita juga berdo’a terus. Aktivitas yang kian mendekatkan kita pada Allah juga mutlak dilakukan, misalnya punya komitmen untuk melakukan shalat tahajud dan puasa Senin-Kamis bersama. Agar suatu pernikahan tidak membosankan bisa juga dengan memberikan kejutan-kejutan manis, misalnya dengan saling memberi hadiah, seperti parfum atau apa kek. Atau dengan selalu melontarkan kalimat I Love You, saling mengirim SMS romantis, baru pergi sebentar saja si doi sudah kirim SMS yang menyatakan betapa dia sangat merindukan kita, dan sebaiknya saling terbuka antara suami-istri.

Menangkal Virus Selingkuh dengan Iman, Akhlak dan ILmu

Posted in Lindungi Rumah Tangga dari VIrus Selingkuh on Agustus 30, 2008 by riy4nti

Memperkuat keimanan dan memperbaiki akhlak kita terhadap sesama manusia termasuk pada istri, cukup ampuh untuk menangkal virus selingkuh. Memperkuat iman, misalnya dengan kecerdasan spiritual kita mengerti bahwa surat An-Nisaa’ (19) jelas-jelas melarang kita mendzolimi istri baik secara fisik maupun hatinya. Perselingkuhan tentu akan menyakiti hati istri. Selain itu perlu pula menambah ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu sosial tentang hubungan antar manusia. Misalnya kita harus mengetahui tentang penyebab perselingkuhan, seperti sering berduaan dan pergi berduaan dengan bukan mahram di tempat kerja atau tempat lain. Saya pikir, mengistimewakan seseorang di luar keluarga juga harus dihindari untuk mencegah terjadinya perselingkuhan.

Penting pula tahu filosofi keluarga, suami istri dan keluarga pasangan. MIsalnya, dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa istri adalah pakaian bagi suami, demikian sebaliknya.

Kenapa pakaian?? KIta lihat saja dari fungsi-fungsi pakaian, yakni sebagai perhiasan, penutup aurat, pelindung dari cuaca dan sebagai pembeda. Disebut perhiasan, karena perhiasan bisa menumbuhkan kebanggaan. Jadi, terhadap suami atau istri kita harus memperlihatkan sisi terbaik agar bisa membuat bangga pasangan. Sebagai penutup aurat, suami-istri harus saling menutupi aib masing-masing. Tidak boleh saling membeberkan kejelekan pasangan pada orang lain. Pakaian sebagai pelindung dari cuaca bermakna suami-istri harus saling melindungi diri dari godaan dan sebagainya. Sementara fungsi pakaian sebagai pembeda bermakna orang yang sudah menikah harus sadar diri bahwa ia berbeda dengan sebelum menikah. Bahwa saya tidak available lagi untuk “didekati”.

Pengetahuan-pengetahuan seperti itu harus disuntikkan ke dalam diri kita layaknya vaksin yang bisa membuat kita lebih kebal terhadap virus selingkuh. Semua memang terdengar seperti teori, tapi kalau coba dijalani kayaknya bisa-bisa saja sih.

Kalau ada yang bilang ketidakcocokan bisa mengakibatkan perselingkuhan, saya tidak setuju. Ketidakcocokan sifat, karakter, ataupun kebiasaan tidak bisa dijadikan alasan untuk selingkuh. Dalam perkawinan yang terpenting adalah empati. Empati itu adjustment, kalau tidak punya empati pada pasangan, apapun jadi nggak cocok.

Cermat Saat Memilih Jodoh

Posted in Lindungi Rumah Tangga dari VIrus Selingkuh on Agustus 29, 2008 by riy4nti

Sesungguhnya nyaman hidup bersandarkan Al-Qur’an dan Hadits dan mengembalikan segalanya kepada tuntunan Islam.

Hal pertama yang harus diingat bila hendak membangun keluarga Muslim dunia dan akhirat adalah memilih jodoh yang baik. Jangan hanya melihat kecantikan atau hartanya saja, yang terpenting cermati keimanan dan akidahnya, sehingga sejak awal bisa diprediksi calon suami atau istri itu dapat diajak untuk berdakwah. Keimanan dan akidah secara otomatis manuntun manusia untuk melihat sisi baik dan buruk dari semua aspek kehidupan, sehingga menjadi panduan dalam meniti hidup berumah tangga. Dalam mendidik anak itu diliputi oleh perasaan takut dan pengharapan. Takut salah mendidik dan takut mendapat murka Allah, sedangkan pengharapan artinya selalu berprasangka baik kepada Allah. Mendidik anak itu harus dengan hati yang ikhlas, agar segalanya menjadi ringan, sehingga suami dan istri bisa berbagi peran.

Melihat pola asuh orang tua zaman sekarang memang sangat mengkhawatirkan. Penyebab utamanya karena kebanyakan orang tua tidak memiliki prinsip hidup yang jelas, yaitu memandang hidup itu untuk apa, yaitu jelas untuk mencari ridha Allah. Seharusnya prinsip ini yang dimiliki oleh semua orang tua terutama ibu yang lebih banyak berperan mengasuh anak-anak.

Jangan Mendekati Zinah

Posted in Lindungi Rumah Tangga dari VIrus Selingkuh on Agustus 29, 2008 by riy4nti

Perzinahan bukan saja menyakiti hati semua orang yang terlibat didalamnya tetapi juga dosa besar, Mari berlindung kepada Allah dari godaan syaitan.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqqin menjelaskan bahwa Islam membedakan antara cinta dan seks sebagai nafsu. Cinta adalah mawaddah wa rahmah, sedang nafsu seks sebagai naluri adalah nafsu syahwat. Keduanya hanya bisa bersatu dalam perkawinan, karena berseminya cinta yang terjadi sesudah perkawinan adalah cinta yang dijamin oleh Allah Ta’ala, sebagaimana tercantum dalam surat Ar-Rum ayat 21, artinya : “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Dari ayat di atas dapat kita simpulkan, bahwa Islam tidak mengenal percintaan di luar perkawinan yang sah, apalagi dengan pengumbaran nafsu syahwat, sehingga menjadi naluri dan cenderung mengajak pada perbuatan-perbuatan yang mengundang murka Allah SWT sebagaimana telah termaktub dalam SUrat Yusuf.

Yang dijaga dalam Islam bukanlah semata-mata perihal kepemudaan, kegadisan, dan selaput dara saja, tetapi lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan, kaki dan sekujur anggota tubuh. Bahkan kesucian hati juga wajib dijaga. Rasululloh SAW bersabda : “Telah ditulis atas anak Adam bagiannya dari hal zina yang akan ditemui dalam hidupnya, tidak bisa tidak. Zinanya mata adalah melihat, zinanya telinga adalah mendengar, zinanya kaki adalah berjalan, dan zinanya hati adalah keinginan dan berangan-angan, dan semua itu dibenarkan atau didustakan oleh kelaminnya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Namun jaring-jaring cinta di luar perkawinan telah meninabobokkan manusia dalam tali asmara. Untuk itu, hendaklah kita senantiasa berpedoman pada aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam Islam, diantaranya adalah :

- Menjaga Pandangan Mata

Memelihara mata cukuplah dengan menundukkan pandangan bila ada pria atau wanita yang bukan mahramnya, dan jangan memandangnya berulang-ulang. Hal ini diatur oleh Allah dan Rasul-Nya agar kita dapat mengendalikan mata sebagai panca indera yang sangat peka terhadap seks. Allah SWT berfirman, artinya : “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman agar mereka menundukkan sebagian dari pandangan mata (terhadap wanita) dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka kerjakan, dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya.” (An-Nur : 30 – 31)

- Menjauhi Pergaulan Bebas

Allah Ta’ala membuat rambu-rambu pergaulan laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya dalam firman-Nya : “Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’ : 32)

Rasululloh SAW bersabda : “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad)

Mari Lawan Virus Selingkuh Jangan Biarkan Iblis Tertawa

Posted in Lindungi Rumah Tangga dari VIrus Selingkuh on Agustus 29, 2008 by riy4nti

“Jangan rendahkan diri sendiri dan kesucian pernikahan. Jangan biarkan iblis terbahak karena mampu menghancurkan janji suci yang kita ucapkan saat ijab qabul dilangsungkan…”

Ketika seorang suami atau istri merasa pasangannya tidak memahami diri mereka, maka mereka lari keluar dan mencari “orang yang lebih mengerti” dan kemudian memberikan perhatian yang tidak didapatkan di rumah. Tidak sedikit pula orang yang kemudian berselingkuh dalam mencintai orang selain suami atau istri tanpa hubungan seksual.

Dibanyak pasangan suami istri yang terjebak perselingkuhan, sering kali pintu dibuka lewat hal-hal seperti ini :

- Butuh teman ‘curhat’ karena suami atau istri tidak memahami diri mereka.

- Stress pekerjaan atau karena mengurusi anak dan berbagai tugas rumah tangga.

- Bosan (kepada pasangan atau pada suasana hubungan suami istri).

- Karena teman selingkuh memang menggoda dan menantang.

- Karena (terutama laki-laki) merasa tak jantan sesudah kehilangan pekerjaan.

- Karena merasa suami tak lagi peduli, maka istri ingin membuktikan bahwa dia masih cukup cantuk untuk menggaet pria lain.

- Iseng.

Tulisan ini tidak diniatkan untuk sekedar menudingkan telunjuk dan menyalahkan siapapun. Pernikahan adalah kerja keras melewati badai tantangan dan godaan untuk mencapai ridha Allah SWT. Itulah sebabnya mengapa setiap Muslim dan MUslimah didorong untuk selalu meminta keselamatan serta kekuatan melawan godaan iblis yang pasti akan tertawa kalau bisa menghancurkan sebuah rumah tangga hamba Allah.

Dalam bukunya, Permasalahan Rumah Tangga, Sebuah Kemestian, Ustadah Ummu Ishaq Zulfa HUsein Al-Atsariyyah (www.asysyariah.com) menggambarkan betapa tidak ada rumah tangga yang tidak dihadang masalah, besar atau kecil. Permasalahan yang muncul ini tidak dapat memicu perselisihan dalam rumah tangga yang bisa jadi berujung dengan pertengkaran. Kemarahan dan keributan yang tiada bertepi, atau berakhir dengan damai, saling mengerti dan saling memaafkan. Bahkan rumah tangga Rasululloh SAW pun pernah menghadapi ujian sehingga beliau bersumpah untuk tidak mendatangi istri-istri beliau selama sebulan karena marah kepada mereka.

Namun rumah tangga yang dibangun karena ketaatan kepada ALlah SWT insya Allah akan lebih mampu mengatasi cobaan dan masalah bila suami dan istri bertekad untuk tidak membiarkan setan menyetir dan menjerumuskan mereka. Bahkan mereka berlindung kepada ALlah dari makar setan, berusaha memperbaiki perkara mereka, menyatukan kembali kebersamaan mereka dan menyelesaikan perselisihan diantara mereka. Pertikaian pun pernah terjadi dalam rumah tangga putri Rasululloh, Fatimah Az-Zahra, yang dikibarkan sebagai tokoh wanita ahlul jannah, dengan suaminya Ali bin Abi Thalib, yang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya. Bedanya, ketika bersitegang dengan sang istri, Ali bin Abi Thalib meninggalkan rumah lalu berdiam diri di masjid. Sampai kemudian Rasululloh SAW datang menjemputnya.

Ustadah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyan menulis : “Mereka yang membangun mehligai rumah tangga atau telah menjalaninya (perlu) menyadari bahwa tidak ada rumah tangga yang lepas dari problema sehingga mereka bersiap-siap dan tidak kaget…Dan agar mereka tidak terlalu muluk-muluk dalam angan-angan mereka tentang kehidupan rumah tangga, selalu indah bak bunga-bunga di taman yang bermekaran dengan beragam warna, menampakkan keindahan yang mempesona dan menebarkan aroma yang harum semerbak…Rumah tangga tanpa masalah…tanpa ganjalan, tanpa pertikaian, selalu sejalan, seia sekata, sepakat tanpa pernah ada perbedaan (adalah) teramat sangat langka untuk didapatkan pada sebuah rumah tangga di dunia…Sesuatu yang bisa dikatakan mustahil untuk sebuah akad yang dijalin dengan seorang anak Adam yang senantiasa punya salah, sebagaimana kata Rasul yang mulia : “Setiap anak Adam itu banyak bersalah. Dan sebaik-baik orang yang banyak bersalah adalah orang-orang yang mau bertobat.” (HR. At-Tirmidzi No. 2616. Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihul Jami’ No. 4514 mengatakan : ‘(Hadits ini hasan)’)”

PIntu Selingkuh

Salah satu hal terpenting yang mesti dipegang suami istri adalah untuk tidak melarikan diri ketika masalah datang, namun justru berusaha mencari jalan penyelesaian, memperbaki keadaan dan menutup pintu rapat-rapat dari campur tangan orang yang tidak berkepentingan. BIla seorang suami marah atau seorang istri sedang emosi, hendaklah keduanya berlindung kepada Allah SWT dari gangguan setan yang terkutuk lalu bangkit berwudhu dan shalat 2 rakaat. Bila salah satu dari keduanya (yang sedang marah, terbawa emosi) dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, bila sedang duduk maka hendaklah ia berbaring. Atau salah seorang dari keduanya menghadap pasangannya, memeluknya dan meminta maaf bila memang ia bersalah melanggar hak pasangannya dan yang dimintai maaf hendaklah lapang dada dengan memberi maaf karena mengharapkan wajah Allah. Tidak sepantasnya ketika ada masalah dengan suami, seorang istri ngambek minta pulang ke rumah orang tuanya atau yang lebih parah lagi si istri minggat dari rumahnya tanpa seizin suaminya tentunya. Dengan demikian, bila ada permasalahan rumah tangga, seharusnya suami dan istri berusaha menyelesaikannya berdua bila memang masalahnya bisa diselesaikan berdua.

Ibaratnya “tutup pintu rapat-rapat” dari masukknya pihak ketiga dan jangan sampai orang lain tau masalah tersebut. Jangan tergesa-gesa melibatkan pihak luar, orang tua misalnya, karena dapt memperkeruh suasana, bukan memperbaiki keadaan. Melibatkan orang tua, apalagi orang tua yang masih awam, tidak memiliki pandangan dalam agama, belum tentu menyelesaikan masalah, malah bisa menambah panas dan keruhnya permasalahan. Terkecuali orang tua itu seorang yang arif, paham agama dan pandangannya lurus, barulah memungkinkan masalah yang ada diangkat padanya bila memang sepasang suami istri tidak bisa lagi menyelesaikannya berdua. Hendaklah sepasang suami istri selalu bertakwa kepada Allah dalam seluruh keadaan mereka, dimana pun mereka berada dan hendaklah keduanya memelihara ketaatan kepada-Nya. Insya Allah, dengan takwa segala masalah akan mendapatkan pemecahannya, karena Allah yang Mahabesar janji-Nya telah berfirman : “Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan jalan keluar baginya.” (Ath-Thalaq : 2). Juga, “Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Ath-Thalaq : 4)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.